Islam Moderat dan Toleransi Tinggi Ala Indonesia Banyak Dikagumi Dunia Internasional

Kabar Utama303 Views

Kabar Damai | Senin, 28 Februari 2022

Jakarta | kabardamai.id | Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen (purn) Syaruddin Islam moderat dan praktik toleransi yang sangat tinggi di Indonesia banyak dikagumi bangsa-bangsa internasional. Karena itu Islam moderat dan toleransi harus terus dijaga untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya telah keliling lebih dari 50 negara, semuanya mengagumi Indonesia yang berpenduduk Islam mayoritas dan berpaham moderat dan toleransinya sangat tinggi,” ujar Syafruddin saat bersilaturahim dengan Pengasuh Pondok Pesantren Tremas di Pacitan, Jawa Timur, Kamis (24/2/2022).

Hal itulah, lanjut Syafruddin, Indonesia mampu menjaga persatuan dalam keberagaman yang sangat luar biasa. “Keberagaman ini sangat mahal, harus dijaga bersama-sama,” imbuh Ketua Yayasan Indonesia Mengaji ini.

Ia mengungkapkan, tidak ada negara di luar Indonesia yang memiliki keragaman seperti di Tanah Air. “Tidak ada bangsa di dunia ini yang ragamnya seperti Indonesia, namun demikian bangsa dan rakyat Indonesia dapat menjaganya dengan baik,” tutur Syafruddin.

Ia berpesan agar persatuan dan kesatuan bangsa di tengah-tengah masyarakat dapat dijaga dengan baik. Menurutnya, seluruh umat harus bisa saling menghormati dan menghargai satu dengan lainnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Tremas Gus Luqman Hakim Dimyati mengapresiasi sosok Syafruddin yang telah menjadi bagian penting dalam Forum Komunikasi Pesantren Muadalah. Menurutnya, Gus Syafruddin, sapaan dari para kiai pesantren ke Syafruddin, memiliki darah biru yang berasal dari keluarga ulama. Kakek dari Syafruddin tersambung kepada Syaikh Yusuf Al-Makasary.

“Saya tidak heran kalau Gus Syafruddin sejak dulu hingga kini dekat dengan para ulama dan pesantren. Bahkan saat ini beliau dikelilingi oleh para gus dan ulama, memang trahnya beliau adalah leluhurnya para ulama,” tutur Gus Luqman.

Mengenal Islam Moderat

Secara Terminologi islam moderat sebagai istilah yang merujuk pada mereka yang menolak pemberlakuan kekerasan sebagai garis ideologi dan perjuangannya. sedangkan secara etimologi artinya suatu karakteristik terpuji yang menjaga seseorang dari kecendrungan bersikap ekstrim.

Konsep Wasathiyah sepertinya menjadi garis pemisah dua hal yang berseberangan. Penengah ini diklaim tidak membenarkan adanya pemikiran radikal dalam agama, serta sebaliknya tidak membenarkan juga upaya mengabaikan kandungan al-Quran sebagai dasar hukum utama. Oleh karena itu, Wasathiyah ini lebih cenderung toleran serta tidak juga renggang dalam memaknai ajaran Islam.

Adapun dalam Bahasa arab, moderat senantiasa diselaraskan dengan kata al-tawasut (tengah), al-Iâtidal (adil), dan semacamnya. Sejumlah kalangan pemikir islam mengidentifikasikan islam moderat sebagai sikap atau perilaku keagamaan yang tidak mengedepankan pendekatan kekerasan.

Baca Juga: Ketua Umum MUI: Islam Moderat Benteng Dari Serangan Radikalisme

Terutama menyangkut ihwal permasalahan, perdebatan, dan perbincangan diskursus keagamaan yang bersentuhan dengan wilayah teologis. Sikap tawasut representasi pola keberagaman yang tidak berpihak pada kelompok islam kanan, dan tidak juga condong pada kelompok kiri.

Din Syamsudin sebagai cendekiawan muslim kontemporer menyatakan bahwa, Islam moderat adalah pandangan ke Islaman yang memuat empat aspek penting, yakni rasional, toleran, bertengggang rasa, dan tepat selera. Rasional, seperti yang telah dijelaskan di atas, adalah cara keberIslaman yang menempatkan akal sebagai patner agama.

Akal melalui kemampuan dan kecanggihan bernalarnya berkedudukan sebagai instrumen di mana Bahasa-bahasa mistik agama diterjemahkan, ditafsirkan, dan dimaknai. Dengan peran akal, maka pesan agama yang sebelumnya berada dalam alam abstrak dapat dibumikan secara nyata ke dalam kehidupan masyarakat.

Sedangkan Al-Qardhawi menyatakan bahwa ideologi Islam moderat berasal dari kenyataan pengetahuan, kasih sayang, moderasi dang mengarahkan manusia dari jalan yang sesat dan radikal.

Prinsip moderasi Qardhawi meliputi Islam yang terbaik dengan mengajak muslim untuk menolak kekakuan berfikir dan fanatisme, Al-Qardhawi juga memberikan penekanan yang sama pentingnya âal-samahahâ, sebagai karakter seorang muslim.

Gambaran moderat juga terdapat pada diri Rasulullah Saw yang tidak pernah mengusik penganut ajaran lain, berbuat dhalim maupun sikap yang lainnya. Bahkan lebih dari itu, beliau selalu mengajak para sahabat untuk selalu bersikap lemah lembut dan hidup rukun serta menjauhi bersikap kasar kepada orang lain.

Di Indonesia sendiri, agama islam terlahir sebagai agama yang moderat yang tergambarkan dalam peran Walisongo dalam menyebarkan islam yang tak lepas dari kultur masyarakat setempatnya sehingga dengan mudah direspon oleh masyarakat pribumi.

Salah satu coraknya adalah berdakwah secara damai dan ramah, menghargai budaya yang berlaku di masyarakat serta mengakomodasinya dalam ajaran islam tanpa sedikitpun menghilangkan entitas agama lain.

Secara struktural, nilai kemoderatan Indonesia tergambar jelas dalam bangunan struktur kebangsaan dan kenegaraan. Tipologi islam wasathiyah seringkali disematkan pada organisasi keagamaan diantaranya Nadhatul Ulamaâ (NU) dan Muhammadiyah.

Dalam konteks pemikiran keislaman di Indonesia, konsep moderatisme Islam memiliki sekurang-kurangnya lima karakteristik berikut ini. Pertama, ideologi non-kekerasan dalam mendakwahkan Islam. Kedua, mengadopsi pola kehidupan modern beserta seluruh derivasinya, seperti sains dan teknologi, demokrasi, HAM dan semacamnya.

Ketiga, penggunaan pemikiran rasional dalam mendekati dan memahami ajaran Islam. Keempat, menggunakan pendekatan kontekstual dalam memahami sumber-sumber ajaran Islam. Kelima, penggunaan ijtihad dalam menetapkan hukum Islam (istinbat).

Namun demikian, kelima karakteristik tersebut dapat diperluas menjadi beberapa karakteristik lagi seperti toleransi, harmoni dan kerjasama antar kelompok agama yang berbeda.

[damailahindonesiaku.com/ republika]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *