by

Internalisasi Ragam Budaya dan Tradisi Lokal Khas Kalbar

Kabar Damai | Kamis, 23 Juni 2022

Pontianak I Kabardamai.id I Indonesia memiliki berbagai suku bangsa, keanekaragaman tradisional dan budaya yang didalamnya terkandung nilai-nilai etik dan moral, serta norma-norma yang sangat mengedepankan pelestarian budaya bangsa. Nilai-nilai tersebut menyatu dalam kehidupan masyarakat setempat, menjadi pedoman dalam berperilaku dan berinteraksi dengan alam, memberi landasan yang kuat bagi pengelolaan pelestarian budaya, selaras dan harmoni.

Kearifan lokal merupakan modal sosial dalam perspektif pembangunan yang berwawasan lingkungan yang diolah, dikaji dan ditempatkan pada posisi strategis untuk dikembangkan menuju pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan ke arah yang lebih baik.

Nilai tradisi suatu daerah akan menjadi normatif dalam bentuk budaya apabila suatu tradisi yang dianut tersebut diagungkan dan dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Nilai-nilai budaya tersebut berusaha untuk dipertahankan oleh masyarakat setempat, menjadi sebuah tradisi serta identitas budaya bagi masyarakat tersebut.

Apabila nilai-nilai budaya ini dipertahankan secara terus menerus dari waktu ke waktu, dengan sendirinya akan menjadi proyek dalam membentuk identitas budaya lokal. Selanjutnya, nilai yang terdapat dalam budaya lokal tersebut disebut sebagai suatu bentuk kearifan lokal.

Masyarakat Kalimantan Barat merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku dan agama, namun dalam masyarakatnya tercipta suatu kerukunan yang sudah berlangsung sejak dahulu. Jika dilihat dari perkembangan sukunya, masyarakat Kalimantan Barat terdiri dari dua etnis yang dominan, yaitu Melayu dan Dayak. Etnis Dayak umumnya tinggal di daerah pedalaman, sementara etnis Melayu lebih banyak tinggal di daerah pesisir atau kota. Dalam hubungan dengan perkembangan kebudayaan, potensial sosial budaya memiliki hubungan yang erat pada kehidupan masyarakat.

Masyarakat tidak akan dapat mempertahankan hidup tanpa budaya dan suatu budaya juga tidak akan berkembang dengan sendirinya tanpa masyarakat. Nilai-nilai budaya yang dimiliki masyarakat tersebut bersifat dinamis, mudah menerima masyarakat luar yang datang dan bersifat kekeluargaan. Modal dan potensi ini merupakan salah satu aset budaya bagi daerah Kalimantan Barat yang dapat dikembangkan dan mempunyai nilai jual sebagai salah satu objek wisata bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Kekristenan dan Parmalim Sebagai Warisan Asli Budaya Batak

Para leluhur dan nenek moyang telah mewariskan berbagai macam kearifan tradisional atau daerah yang merupakan kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, dan mampu mempertebal kepaduan sosial warga masyarakat,

Kota yang memiliki Tugu Khatulistiwa ini juga memiliki banyak sekali potensi adat, budaya, dan produknya yang sangat autentik.Berkunjung ke Pontianak, Kalimantan Barat tidak akan lengkap tanpa melakukan penjelajahan budaya, namun tradisi-tradisi tersebut saat ini sudah mulai pudar sebagai akibat penetrasi budaya modernisme yang sulit dihindarkan. Kearifan lokal yang dimaksud adalah sutu proses dalam menginternalisasikan nilai-nilai yang dianut sesuai kondisi budaya etnis Melayu dan Dayak.

Upaya-upaya yang dilakukan dan dipertahankan menuju ke arah pewarisan nilainilai budaya lokal yang melandasi achievement oriented masyarakat, agar dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa. Dalam hal ini yang menjadi objek pengamatan bahwa pada saat ini semakin jarangnya ungkapan mengenai nilai-nilai budaya oleh generasi muda ataupun masyarakat. Hal ini dikhawatirkan akan menyebabkan adanya pergeseran nilai-nilai budaya.

Selain itu data-data ataupun dokumen-dokumen pelengkap banyak belum diinventariskan, pelaksanaan pembangunan yang sifatnya pembaharuan tanpa mengubah nilai-nilai leluhur belum seutuhnya dilakukan, kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian hari kian berkembang dengan pesat, sehingga dapat juga menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan bermasyarakat.

Beberapa hasil budaya mungkin hanya bisa dilihat saat acara tertentu :

  1. Gawai Dayak

Masyarakat Dayak memiliki salah satu tradisi unik yang terus dilakukan dari tahun ke tahun. Nama tradisi unik itu adalah Gawai Dayak.Acara Gawai Dayak mirip sekali dengan festival yang berisi banyak sekali acara. Namun, secara umum tradisi Gawai Dayak ini dilakukan untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan.

Dalam acara Gawai Dayak ini Anda bisa menyaksikan aneka pawai seperti karnaval dengan mengelilingi kota.Selanjutnya ada juga beberapa kontes seperti ukiran kayu, tari antar-wilayah, hingga kontes Bujang Dare yang dilakukan untuk memilih remaja putra dan putri terbaik.

  1. Meriam Karbit

Bulan puasa memang tidak bisa lepas dari tradisi membunyikan petasan. Di Pontianak, ada tradisi membunyikan petasan yang dilakukan sejak puluhan tahun silam.Bedanya petasan di sini dan di daerah lain adalah media yang digunakan dan bahannya. Di sini petasan atau bisa disebut meriam ini terbuat dari paralon yang dilubangi atasnya.Bahan baku untuk meriamnya bukan mesiu, tapi batu karbit yang biasanya digunakan untuk memeram buah.Karbit dimasukkan ke air hingga seperti mendidih lalu disulut dengan api agar terdengar bunyi letusan mirip meriam.

  1. Robo-Robo

Robo-robo adalah tradisi syukuran yang dilakukan oleh keluarga kerajaan dan juga warga setempat.Biasanya akan ada kunjungan ziarah ke makam lalu dilanjutkan dengan acara makan bersama dengan banyak orang. Semua orang akan berkumpul untuk makan bersama-sama.

  1. Aneka Tari

Pontianak juga memiliki beragam tradisional. Setidaknya ada tiga tari utama yang sering dipentaskan oleh penduduk lokal.Tari itu terdiri dari Tari Zapin Tembung yang digunakan untuk persembahan. Tari Menoreh Getah untuk menggambarkan kehidupan sehari hari. Terakhir ada Tari madu yang digunakan untuk simbol pertahanan dan martabat.

Penulis: Ricky Orlando, Mahasiswa

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed