by

Inilah Alasan Peserta Mengapa Ikut Peace Train Indonesia

-Peacetrain-162 views

Kabar Damai | Jumat, 23 April 2021

Jakarta | kabardamai.id | Sejak September 2017 hingga April 2021 Peace Train Indonesia (PTI) telah dihelat sebanyak 12 kali ke 12 kota yang berbeda. Tiap trip selalu diminati banyak orang untuk turut serta dalam ajang digagas  sebagai ruang perjumpaan, berbagi cerita dan persahabatan insan-insan dari latar belakang agama yang berbeda.

Seperti PTI ke-12 kali ini. Semula yang mendaftar ke panitia sebanyak 80 orang. Namun mengingat pandemic Covid-19 belum juga hengkang, maka dibatasi hanya 20 orang yang turut serta.

Seleksi dilakukan secara ketat oleh panitia dengan memperhatikan berbagai aspek. Dari mulai latar belakang agama, asal daerah dan juga tujuan atau motivasi mereka mengikuti PTI.

“Kami hendak memastikan bahwa keduapuluh peserta tersebut sebisa mungkin mewakili agama-agama yang ada di Indonesia serta sebaran daerah asal mereka,” terang Isa Oktaviani, fasilitator PTI 12 ini.

Baca Juga : Lepas Rombongan PTI Ke-12, Staf Presiden Harap Anak Bangsa dapat Wujudkan Indonesia Toleran Pada Keragaman

Lantas apa alasan, tujuan atau motivasi peserta mengikuti PTI ini? Berikut kutipannya.

“Ingin lebih memahami keberagaman serta mengembangkan sikap toleransi antar umat beragama serta belajar berbagai budaya. Ingin mendapatkan pengalaman-pengalaman real tentang keberagaman dan membangun persaudaraan. Saya membayangkan akan bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai latar belakang yang berbeda, tulis  Michaelutra Matias Anindita, penganut Kristen dari Gereja Kristen Cilacap.

Ia menambahkan, “dari situ saya bisa belajar untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang berguna untuk masyarakat, bangsa dan negara. Saya sekolah dan tinggal bersama dengan orang-orang yang berbeda latar belakang budaya dan agama, selama ini tidak ada masalah dalam saya berkomunikasi,” ungkapnya.

Setelah mengikuti Peace Train Michael akan membagikan pengalaman yang ia dapat kepada komunitasnya khususnya dalam hal membangun kerukunan dan perdamaian.

Sementara, Zulkipli Patipi, peserta Muslim dari  Ikatan Mahasiswa Fakfak menyampaikan hal serupa.

“Agar bisa mendapatkan banyak ilmu yang saya belum Dapatkan contoh cara toleransi antar satu kelompok dngn kelompok lain,” ujarnya.

Muhammad Andre Bakhtiar Hasibuan, peserta muslim menuturkan tujuannya mengikuti PTI

“Saya ingin mendapat ilmu tentang keberagaman yang baru. Tujuannya agar bisa lebih memahami toleransi. Bisa berkenalan dengan orang-orang baru. Yang beranekaragam asal dan usulnya,” terang jurnalis  Harian Disway ini.

Selain itu, kata dia, hendak  membuka cakrawala baru tentang keberagaman.

“Beberapa kali saya pernah meliput mengenai keberagaman. Semisal Gereja Katolik Bebas di Surabaya. Yang tidak mengikuti aturan Vatikan. Dari situ saya makin tertarik dengan ilmu keberagaman. Tentunya akan dituangkan dalam tulisan. Kebetulan saya juga wartawan di media cetak Harian Disway. Kegiatan-kegaitan di Peace Irain sepertinya menarik untuk dituangkan dalam tulisan,” bebernya.

 

Belajar Tata Kelola Kelompok yang Beragam

Lain halnya dengan Vikram Velja Surya, peserta asal Padang Sumatera Barat. Ia  berharap dapat belajar mengenal bagaimana Salatiga membuat kebijakan tata kelola yang baik untuk kelompok yang beragam.

“Melalui kegiatan Peace Irain, saya berharap dapat belajar mengenal bagaimana Salatiga membuat kebijakan tata kelola yang baik untuk kelompok yang beragam. Saya berasal dari Sumatera Barat dan menurut  Sumatera Barat harus berbenah diri dan belajar tentang dari Salatiga sebagai kota Toleran, tulis aktivis Pelita Padang ini.

Vikram menambahkan, “Saya berharap bisa berproses dan belajar, karena saya yakin meskipun jalan perdamaian ini tidak mudah tapi akan selalu ada jalan. Saya berharap Indonesia bisa menjadi negara yang menghargai keberagaman tanpa ada diskriminasi. Saya tahu ini tidak mudah, tapi jika kita bersatu pasti ada jalan.”

Selain mendapatkan pengalaman yang berharga, Vikram  mempunyai impiannya bahwa pengelolaan keberagaman yang baik dapat mewujudkan kerukunan dan perdamaian. Ia  bertekat untuk bergerak terus menerus sesuai kemampuan saya untuk mewujudkan itu.

Hal senada disampaikan Angelique Maria Cuaca. Peserta asal Padang juga ini menyampaikan motivasinya mengikuti PTI.

“Saya ingin belajar tentang bagaimana daerah Salatiga sebagai kota yang majemuk mampu mengelola keberagaman. Pengalaman saya,  di Padang saya diprasangkai orang karena saya Tionghoa dan katolik. Di Pelita Padang, saya bertemu dengan teman teman yang menerima perbedaan, ungkapnya [ ]

 

Penulis: Tim Media Peace Train Indonesia

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed