by

Ini Cara Nyata Wujudkan Kebijakan Kantor Dukung Perempuan

-Kabar Puan-175 views

Kabar Damai | Sabtu, 10 April 2021

 

Jakarta | kabardamai.id | Media daring Magdalene bersama IBCWE (Indonesia Business Coalition for Women Empowermoment) resmi menggelar acara diskusi bertajuk Women Lead Forum 2021 hari pertama pada Rabu (7/4/2021).

Acara ini membahas seputar isu pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di tempat kerja. Dalam diskusi panel kedua pada Rabu sore, narasumber yang hadir membahas tentang cara nyata mewujudkan kebijakan kantor yang mendukung perempuan.

Baca Juga : Perempuan Gereja Desak Pemerintah Sahkan RUU PKS

Melansir suara.com (7/4), Maya Juwita, salah seorang narasumber menyebutkan, sebanyak 77% perusahaan Indonesia setuju bahwa gender diversity menguntungkan performa bisnis mereka. Namun, banyak perusahaan yang belum tahu bagaimana mewujudkan dukungan tersebut di dunia nyata.

Menurut Maya, ada tujuh langkah yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk mewujudkan cita-cita mendukung perempuan dan kesetaraan gender di kantor. Semua langkah itu harus diawali dengan komitmen kuat dari top management perusahaan.

“Kalau perusahaan menginginkan adanya kesetaraan gender di dalam lingkungannya, pertama itu harus ada komitmen dari CEO-nya, dari yang top management-nya. Karena sifatnya workplace gender equality ini bukan bottom-up, tapi harus top-down,” terang Maya.

Langkah berikutnya adalah mengomunikasikan komitmen tersebut ke jajaran manajemen yang lebih bawah agar memiliki satu pandangan yang sama. Lalu, perusahaan perlu melakukan diagnosa kondisi lingkungan kerja agar rencana yang dihadirkan tepat sasaran.

Berikytnya, perusahaan memegang teguh komitmen tersebut dan berusaha untuk terus memperbaiki apa yang perlu diperbaiki. Jangan lupa juga untuk memonitor dan mengevaluasi kebijakan keseteraan gender dan mendukung perempuan yang sudah dilaksanakan.

 

Equal Opportunity Tak Dimanfaatkan

Maya juga menyampaikan perihal budaya di tempat kerja yang mendukung perempuan untuk sama majunya dengan laki-laki. Salah satu caranya adalah proaktif mendorong perempuan untuk terlibat dalam setiap peluang yang ada di tempat kerja.

Hal ini perlu dilakukan karena pada kenyataannya equal opportunity yang disuguhkan oleh perusahaan untuk perempuan tidak dimanfaatkan. Alasannya, perempuan disebut memiliki beban psikologis akibat didikan orangtua yang mengakibatkan mereka jadi perfeksionis.

Misalnya saja, jika posisi mengharuskan lima poin sebagai syarat, perempuan biasanya akan mantap maju ketika semua syarat terpenuhi. Sedangkan laki-laki sudah berani mencoba kesempatan itu meski hanya memenuhi tiga syarat.

Dalam kesempatan yang sama, beberapa narasumber menyampaikan perihal kebijakan sederhana dari kantor mereka yang menunjukkan sikap mendukung perempuan.

Di antaranya berupa pemberian cuti hamil dengan gaji yang tetap penuh, cuti haid yang dimudahkan, penyediaan sarana untuk ibu menyusui di kantor, atau bahkan mengizinkan ibu untuk membawa anak mereka ke tempat kerja.

 

Menaker: Partisipasi Perempuan dalam Dunia Kerja  Meningkat

Di forum yang sama, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebut partisipasi perempuan dalam dunia kerja di Indonesia meningkat. Meski begitu, hal itu tidak serta merta menciptakan kesetaraan gender.

Selama pandemi, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan memang mengalami peningkatan menjadi 53,13 persen. Namun, pandemi Covid-19 ini telah menimbulkan beban tambahan untuk perempuan.

“Bagi perempuan, pandemi menimbulkan banyak beban tambahan. Mulai dari beban pendapatan, beban pengurusan rumah tangga, sampai meningkatnya KDRT oleh pasangan,” ungkap Menaker dalam pembukaan Woman Lead Forum 2021, Rabu (7/4/2021).

Ida menekankan bahwa sikap pemerintah terkait kesetaraan gender adalah jelas. Pemerintah, kata dia, tidak menoleransi diskriminasi gender di tempat kerja.

“Laki-laki dan perempuan setara, namun tidak bisa diselesaikan hanya dengan regulasi. Ada aspek budaya yang menghambat kesetaraan tersebut, sehingga dibutuhkan sinergi untuk mewujudkan kesetaraan,” lanjut Menaker.

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

Sumber: suara.com | Luputan6.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed