by

Ini 5 Filem Epik Tentang Toleransi Beragama

Kabar Damai | Senin, 26 Juli 2021

Jakarta | kabardamai.id | Filem tak hanya menyunguhkan hiburan bagi penontonnya. Filem juga mampu membawa pesan-pesan positif bagi kehidupan manusia. Salah satunya mengandung pesan toleransi beragama yang sangat kita butuhkan dalam konteks Indonesia yang majemuk.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Buku Masterpiece, Mahakarya dari Balik Jeruji

Film dengan tema ini tentunya sangat inspiratif karena mengajarkan kita untuk selalu menghormati dan menghargai orang lain yang memiliki perbedaan keyakinan. Sikap tenggang rasa memang perlu dilakukan, terutama dengan orang-orang terdekat dalam kehidupan kita.

Berikut adalah 5 filem terbaik yang syarat dengan nilai-nilai toleransi antarumat beragama yang dihimpoun daru berbagai sumber.

  1. Indonesia Bukan Negara Islam

Berangkat dari keprihatinan soal sikap toleransi beragama di Indonesia, sang sutradara Jason Iskandar membuat film dokumenter ini. Dalam film ini, Jason mengangkat cerita tentang dua orang temannya beragama Islam yanh bersekolah di Canisius College, Jakarta.

Meskipun beragama Islam, mereka berdua masih bisa melaksanakan ibadah di tempat mayoritas umat kristiani berada. Kemudian keadaan ini dikontraskan dengan keadaan di luar sana di mana banyak pergerakan kelompok yang mengatasnamakan Islam, akan tetapi semena-mena terhadap agama lain.

Kehadiran kelompok radikal tersebut dapat mengguncang stabilitas keamanan dan kenyamanan di Indonesia yang notabene dihuni oleh penduduk dengan agama yang berbeda-beda.

  1. Tanda Tanya (?)

Meski mengundang kontroversi dari berbagai pihak, film ini mengisahkan toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari yang penuh dengan suasana damai serta menyentuh hati.

Hanung Bramantyo sang sutradara, menampilkan sosok Menuk, seorang muslim yang bekerja di restoran Cina, yang pemiliknya sangat menghormati muslim. Kemudian tokoh Surya, seorang muslim yang mau menjadi Yesus dalam acara Paskah, serta anggota GP Anshor yang bersedia menjaga keamanan gereja. Bahkan ia harus mengorbankan nyawanya karena ledakan bom yang ia keluargan dari dalam gereja.

Filem ini juga bercerita tentang 3 keluarga dengan latar belakang agama yang berbeda. Yakni Buddha, Islam dan Katolik. Ketiganya kerap menghadapi rintangan terkait agama mereka, termasuk kematian karena kekerasan.

(?) Tanda Tanya mengajarkan kita soal pentingnya pluralisme, terutama yang menyangkut dengan kehidupan beragama. Meski sempat menuai kontroversi, film yang menghabiskan dana sebesar Rp5 miliyar ini berhasil menyabet 1 piala dari 9 nominasi penghargaan Festival Film Indonesia 2011 lalu.

  1. Cinta tapi Beda

Tak hanya memperlihatkan benturan antara Jawa dan Padang, film ini juga menyajikan perbedaan pandangan Islam dan Katolik, serta rumitnya birokrasi di negara kita. Cinta tapi Beda juga menyuguhkan pernikahan beda agama yang dijalani oleh dua insan, tapi juga dua keluarha besar.

Film yang tayang pada 2012 ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Agni Pratistha, Reza Nangin serta Choky Sitohang. Cinta Tapi Beda bercerita tentang sepasang kekasih bernama Cahyo dan Diana. Meski keduanya berbeda keyakinan, tetap serius dalam menjalani hubungan asmaranya.

Sayangnya, rencana pernikahan keduanya terhalang restu orangtua. Film ini mengajarkan kita untuk menerapkan sikap toleransi pada orang terdekat, terutama keluarga.

  1. Rumah Seribu Ombak

Mengadaptasi kisah dalam novel berjudul sama, film ini bercerita tentang dua sahabat berbeda agama yang dipertemukan di Pantai Lovina, Singaraja Bali. Samihi beragama islam, sementara Yanik beragama Hindu. Yang satu sangat menyukai laut, satu lagi sangat ketakutan terhadap laut.

Mereka hidup saling melengkapi. Bahkan Yanik sudah seperti kakak bagi Samihi. Selain didukung dengan visual yang indah, film ini juga mampu hadir dengan kisah toleransi terhadap peebedaan yang begitu manis.

  1. Lima

Film yang ditayangkan bersamaan dengan hari lahirnya Pancasila 1 Juni tahun 2018 ini merupakan garapan lima sutradara yang menceritakan kisah satu keluarga yang anggota keluarganya tidak memiliki satu keyakinan.

Diproduseri oleh Lola Amaria, Lima menangkap konflik keluarga yang berbeda adama yang realitis saat orangtuanya meninggal mulai dari masalah pemakaman hingga harta warisan yang membuat mereka mulai rapuh.

Film yang dibintangi Prisia Nasution, Yoga Pratama, dan Tri Yudiman, ini menyampaikan pesan soal pentingnya kelima sila Pancasila, yakni ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah serta keadilan. Lewat film ini, kita juga diajarkan untuk bersikap tenggang rasa terhadap siapa saja, tidak terhenti dalam keluarga dekat. [ ]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed