by

Influencer Diminta Turut Kampanyekan Kesetaraan Gender

-Kabar Puan-92 views

Kabar Damai | Sabtu, 10 April 2021

 

Jakarta | kabardamai.id | Diskusi panel Women Lead Forum 2021 yang digelar oleh media daring Magdalene bersama IBCWE (Indonesia Business Coalition for Women Empowermoment) kembali dihelat pada Kamis (8/4/2021).

Tema yang diangkat adalah “Mendukung Kepemimpinan Perempuan: Kebijakan dan Perubahan Norma”. Maya Juwita selaku Executive Director IBCWE kembali hadir sebagai narasumber.

Diwartakan riaubarometer.com, salah satu topik yang disinggung dalam diskusi ini adalah penghapusan pemahaman usang tentang perempuan yang dianggap menjadi salah satu penyebab munculnya ketidak setaraan gender di masyarakat.

Baca Juga : Inspirasi Kesadaran Penerapan Kesetaraan Gender di Tempat Kerja

Perihal ini, Maya Juwita menyebutkan langkah yang harus dilakukan adalah dengan lead by example, di mana semuanya dimulai dari keluarga untuk memberikan contoh penerapan kesetaraan gender.

Maya juga menyinggung pentingnya peran influencer. Pasalnya, influencer diketahui memiliki pengaruh yang besar sehingga akan cenderung banyak diikuti ketika memberikan contoh akan sesuatu hal.

“Kalau kita mau mendorong itu kayak apa, sih? Ya, lead by example. Saya pikir, kan, kita punya banyak influencer, ya, sekarang yang masih muda-muda. C’mon, yang pada influencer ini kasih dong contoh-contoh yang baik,” kata Maya Juwita,  Kamis (8/4), seperti dikutip suara.com.

Ia berharap ke depannya para influencer lebih aktif dalam menyuarakan beragam kampanye positif, termasuk kesetaraan gender, di platform mereka. Ia meminta mereka untuk memanfaatkan pengaruh mereka dalam hal yang lebih bermanfaat.

“Membawa perspektif bagaimana membongkar norma yang sudah usang ini akan berpengaruh terhadap cluster terkecil mereka, dalam hal ini keluarga. Itu satu hal yang menurut saya cukup efektif untuk dilakukan,” tandasnya.

“Kalau mau mendorong, kita berisik sama-sama gitu, lho, biar didengar. Itu, kan, para influencer-influencer itu awalnya berisik-berisik nggak jelas gitu akhirnya diikuti oleh banyak orang. Tapi kita berisiknya untuk sesuatu yang jelas,” pungkasnya.

 

Women Lead Forum 2021: Dukung Perempuan Jadi Pemimpin

Women Lead Forum 2021 mengangkat berbagai masalah yang menghambat perempuan berkarier dan menjadi pemimpin di tempat kerjanya.

Diulas magdalene.co (5/4), peluang bagi perempuan untuk terjun ke dunia profesional semakin terbuka saat ini, namun berbagai kendala yang menjegal mereka menaiki tangga karier dan menjadi pemimpin di beragam industri masih kerap ditemukan.

Survei Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada Juli 2020 menemukan, perempuan pekerja di Indonesia menerima upah 23 persen lebih rendah dari laki-laki. Selain itu, tidak sampai 50 persen perempuan bekerja sebagai profesional dan hanya 30 persen dari mereka yang mencapai posisi manajer, menurut survei yang sama.

Perempuan juga masih sering menghadapi masalah lain terkait gendernya, mulai dari diskriminasi dan seksisme, hingga pelecehan seksual. Hambatan lain adalah norma sosial dan budaya yang tidak mendukung perempuan berkarier dan menjadi pemimpin, serta tidak adanya kebijakan dan fasilitas memadai bagi perempuan pekerja, terlebih yang sudah berkeluarga. Di sebagian perusahaan, bahkan hak-hak dasar perempuan seperti hak cuti haid atau melahirkan masih diabaikan.

Berangkat dari masalah perempuan dalam berkarier dan ketimpangan gender dalam kepemimpinan, Magdalene bekerja sama dengan Indonesian Business Coalition for Women Empowement (IBCWE) menggelar Women Lead Forum 2021, yang berlangsung pada 7 dan 8 April 2021 secara online. Acara ini didukung sepenuhnya oleh Investing in Women, sebuah inisiatif dari Pemerintah Australia.

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

Sumber: riaubarometer.com | suara.com | magdalene.co

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed