In Memoriam Pendeta Weinata Sairin, Tokoh Agama dan Pegiat Kebinekaan

Kabar Utama194 Views

Dengan penuh kesedihan, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) mengumumkan berpulangnya seorang pelayan Tuhan yang tulus, Pdt. Em. Weinata Sairin M.Th pada Selasa, 29 Agustus 2023. Beliau Lahir di Jakarta pada 23 Agustus 1948 dan meninggalkan kita pada usia 75 tahun.

Pendeta Weinata Sairin adalah sosok yang luar biasa dalam pelayanan gereja dan komunitas. Beliau telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk mengabdi kepada Tuhan dan sesama. Kehidupan dan karyanya adalah cerminan kasih, kebijaksanaan, dan pengabdian yang tak tergoyahkan.

Beliau memulai perjalanannya sebagai pendeta pada tahun 1974 dan sejak itu, setia mengabdi di Gereja Kristen Pasundan (GKP) di Cimahi, Jawa Barat. Dalam perannya sebagai pemimpin rohani, Pendeta Weinata Sairin memberikan bimbingan, dukungan, dan inspirasi kepada jemaatnya. Beliau menjadi sumber kekuatan bagi banyak orang dalam menghadapi cobaan hidup.

“Sosok Pdt Weinata Sairin MTh, adalah seorang cendikia sekaligus negarawan. Kiprahnya dalam pergerakan oikumene di Indonesia ibarat ‘kamus berjalan’ keputusan-keputusan sidang-sidang PGI. Emiritus Pdt Weinata sulit diungkapkan kiprahnya hanya dalam beberapa paragraf, hal tersebut karena beliau terlibat aktif dalam berbagai lintasan sejarah perjumpaan gereja-gereja di Indonesia bahkan perjumpaan agama dan keyakinan di Indonesia,” ucap Frangky Tampubolon, Direktur Eksekutif ICRP, Selasa (29/8).

Frangky Tampubolon yang merupakan seorang kader dari Pendeta Weinata Sairin mengatakan Pendeta Weinata juga seorang tokoh pendidikan kristen yang pernah menjabat sebagai ketua MPK dan anggota BNSP RI. Sikap PGI terhadap persoalan kebangsaan pada masa beliau menjabat Wasekum PGI dua periode berselang terdokumentasi dengan rapih dalam karya buku beliau.

Lebih lanjut, Frangky Tampubolon masih bertukar pesan melalui Whatsapp dengan Pendeta Weinata Sairin pada Senin 28 Agustus. Beliau suka menulis puisi dan telah banyak menghasilkan karya. “Beliau masih mengirimkan puisinya berjudul ‘Merawat Kemajemukan’ melalui Whatsapp kepada saya,” Berikut kutipan pada bagian akhir puisinya yang dibuat pukul 04.45 pagi.

“kita harus tetap setia
merawat kemajemukan
dan kebinekaan
kita harus tetap
sigap dan
gagah perkasa
mempertahan
kan kekajemukan dan kebinekaan
takada pilihan lain

kita harus terus menjaga
dan tanpa lelah
menjadi benteng utama kemajemukan dan kebinekaan
sampai akhir zaman
sampai akhir zaman”.

Pendeta Weinata Sairin adalah seorang tokoh agama sekaligus pegiat kebinekaan. Melalui puisinya, beliau mengajarkan kepada kita untuk senantiasa merawat kemajemukan. Dalam kiprahnya, beliau sangat dekat dengan ICRP dan bersahabat dengan Gus Dur, Djohan Effendi serta Musdah Mulia.

Kami akan selalu mengenang Pendeta Weinata Sairin sebagai teladan iman, kasih, dan pengabdian. Beliau meninggalkan warisan berharga dalam bentuk ajaran, contoh hidup, dan jejak-jejak kebaikan di dalam hati banyak orang.

Kebaktian Pemakaman akan diadakan pada Rabu, 30 Agustus dan dilayani oleh Majelis Sinode GKP. Pelaksanaan akan berlangsung di RS PGI Cikini pukul 13.00 WIB dan kemudian dimakamkan di pemakaman Jamblang GKP Kampung Sawah.

Semoga Pendeta Weinata Sairin menemukan kedamaian abadi di sisi Tuhan. Doa kami menyertai keluarga dan sahabat yang ditinggalkan, semoga mereka mendapatkan kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi kehilangan ini.

Tuhan memberkati Pendeta Weinata Sairin, dan semoga kasih dan kenangan akan beliau terus menyala di dalam hati kita semua.

 

Reporter: Nurul Sayyidah Hapidoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *