by

Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Keluarga

Kabar Damai I Rabu, 23 Juni 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Indonesia negara yang luas, terbentang dari Sabang hingga Merauke dengan berbagai keanekaragaman yang ada didalamnya. Kaya akan sumber daya alam dan melimpah sumber daya manusia yang terdiri dari berbagai suku dan agama, ras, etnis bahkan golongan.

Keanekaragaman Indonesia tidaklah cukup diikat dengan kesadaran masyarakat. Perlu hal vital yang membuatnya semakin terjaga dan jauh dari perpecahan. Apalagi mengingat bahwa keberagaman tidak hanya sebagai penguat namun juga memiliki potensi yang teramat besar menjadi faktor terjadinya perpecahan. Oleh karenanya, penting adanya pancasila sebagai dasar negara yang kita gunakan hingga saat ini.

Berbicara tentang pancasila, sangat erat kaitannya dengan Soekarno. Melalui pidatonya yang berjudul Pancasila pada saat pelaksanaan sidang BPUPKI yang dilaksanakan pada tanggal 1 Juni 1945 yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya pancasila itu sendiri. Kini, setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia selalu memperingati Hari Lahir Pancasila.

Sebagai dasar negara Indonesia, kedudukan pancasila sangat vital sehingga pengamalannya harus sesuai dengan pedoman berbangsa dan bernegara. Upaya-upaya guna mencapainya juga terus dilakukan tidak hanya oleh pemerintah namun juga komunitas-komunitas pancasila dan juga masyarakat sipil dari berbagai latar belakang diseluruh Indonesia.

Tantangannya, pancasila kini banyak tidak dikenal dan tidak diimplementasikan dengan sebagaimana mestinya. Banyak anak-anak muda yang lupa akan pentingnya pancasila dan terlena dengan perkembangan zaman.

Baca Juga: Implementasi Kampus Merdeka Vokasi dari IPB Melalui “Kandang Ayam Modern”

Dr. Rima Agristina, S.H., S.E.,M.M. (Deputi Pengendalian dan Evaluasi BPIP) dan Bonar Tigor Naipospos (Wakil Ketua SETARA Institute) mencoba menggali dan memaparkan implementasi pancasila tersebut dalam kanal youtube Suara SETARA. Kamis, (17/6/2021).

Menurut Rima, tidak perlu memulai implementasi nilai pancasila pada ranah luas karena semua dapat dimulai dari unit terkecil dalam kehidupan yaitu keluarga. Hal ini sekaligus sarana yang sangat tepat dalam rangka mengenalkan pancasila kepada anak.

”Kalau dari keluarga, dari unit terkecil dalam mengajarkan pancasila yaitu dengan bermain lalu cerita. Ini yang kami coba dengan anak-anak muda yang mengembangkan permainan tradisional. Jadi permainan tradisional dari seluruh Indonesia diangkat dan dimainkan anak-anak,”.

“Dari permainan tradisional Indonesia itu sudah ada nilai-nilai pancasila seperti bekerjasama, berbagi, toleransi ada disana. Dalam lingkup keluarga, bermain saja bersama anak-anak dengan cara seperti itu kita sudah mengajarkan nilai pancasila,” ungkapnya.

Hal serupa diungkapkan Bonar, menurutnya dalam menstansmisikan nilai-nilai pancasila terutama kepada anak, peran keluarga sangatlah penting.

“Keluarga menjadi penting dalam menstransmisikan nilai-nilai pancasila. Apalagi sekarang memang sasaran kelompok-kelompok radikal terutama kepada kaum perempuan, karena mereka menganggap ibu menjadi aktor yang sangat penting dalam kelurga,”.

“Itu sebabnya mereka masuk dalam kelompok pengajian, arisan. Tidak heran dari kasus yang pernah ada itu masuknya dari anak perempuan atau ibu-ibu yang tertarik kepada ideologi transnasional,” jelasnya.

Bonar kemudian juga berharap agar pengenalan pancasila yang dilakukan oleh BPIB tidak hanya dilakukan dalam lingkup formal saja. Hal ini karena mereka yang tidak tertaut dalam ranah formal namun dekat dan atau erat kaitannya dalam keluarga juga punya potensi besar terjangkit akan ekstrimisme dan mengajarkannya pada lini keluarga.

Menanggapi hal tersebut, Rima membenarkan jika kini BPIP memang kini telah memiliki produk-produk tersebut.

“Memang BPIP kini punya produk-produk itu. Kini kami bekerjasama dengan generasi muda ini membuat cerita-cerita, permainan tradisional. Kita memulai dari apa yang kita punya itu sudah banyak tapi kita suka lupa kalau ada banyak sekali dari kekayaan budaya, alam dan tradisi jika itu disatukan maka akan menjadi kekuatan yang luar biasa,” terang Rima.

Dintanya tentang bagaimana cara tentang pengamalam pancasila yang baik menurutnya. Bonar menyatakan bahwa janganlah mentransmisinya dengan cara yang dogmatis dan juga harus lebih kreatif.

“Yang penting transmisi nilai-nilai pancasila itu jangan dogmatis,institusional dan perbanyak contoh-contoh. Kemudian dengan cara-cara yang menghidupkan partisipasi dan juga kreatif dan sederhana yang ada disekitar yang bisa dijangkau agar pendekatannya lebih membumi,” bebernya.

Menjadikan pancasila sebagai budaya dan memberikan contoh pengamalannya dalam pendekatan lokal juga sangat penting untuk dilakukan saat ini.

“Jika kita berbicara tentang pancasila adalah bagaimana menjadikan pancasila sebagai budaya. Jika kita berbicara tentang budaya itu tentang cinta, cipta dan karsa serta hal-hal yang berkaitan dengan kearifan lokal, produk lokal dan hasil kerja dalam lingkup lokal itu menjadi penting dalam pengenalan pancasila,” tambahnya lagi.

Menurut Bonar pula, pendekatan dalam pancasila harusnya bukan sekedar nasionalisme melainkan harusnya patriotism, cinta tanah air. Hal ini karena patriotism sifatnya kedalam, tentang kecintaan terhadap tanah air dan ke-Indonesiaan. Menurutnya pula, paradigma itu harus dikembangkan jika ingin melihat pancasila sebagai nilai yang menjadi panduan generasi selanjutnya.

Diakhir pemaparan dalam bincang tersebut, Rima memberikan pesan kepada generasi muda agar lebih mengenal Indonesia.

“Pesan saya untuk generasi muda bahwa anda semua akan menjadi pewaris Indonesia. Indonesia memiliki begitu banyak potensi yang luar biasa. Jadi saya mengajak adik-adik untuk mengenal Indonesia dengan begitu banyak keberagaman yang ada ini memiliki potensi untuk anda menjadi pemimpin tidak hanya pemimpin Indonesia namun juga yang berpengaruh pada dunia,” ajaknya.

Mungkin banyak yang kini belum anda tau tentang Indonesia, tapi saat anda mengenal Indonesia anda pasti akan terkejut karena begitu banyak hal yang bisa membuat anda merasa bangga menjadi Indonesia .Marilah mengenal Indonesia!,” pungkas Rima.

Mengamalkan nilai-nilai pancasila haruslah menjadi kebiasaan setiap masyarakat. Dimulai melalui pengenalan yang dilakukan oleh keluarga dan terus ditransmisikan dalam kehidupan yang lebih luas dalam kehidupan berbangsa dan berenegara. Melalui pengamalan pancasila oleh masyarakat terutama para generasi muda, harapan menjadikan Indonesia semakin damai dan plural akan semakin benderang hari ini dan esok.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed