Implementasi ajaran Tat Twam Asi dalam Menjaga Keharmonisan Umat Beragama Menurut Hindu

Kabar Utama226 Views

Sifania Pratiwi, Peserta SKPLA Angkatan 1 2022

“Dari Maha Wakya Tat Twam Asi ini pula, kita diharapkan mampu bercermin diri bahwa sebenarnya kedudukan sebagai sesama manusia adalah setara, aku adalah engkau, dan engkau adalah aku juga”

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki banyak keberagaman. Keberagaman merupakan suatu kodisi dimana dalam masyarakat terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang. Dengan adanya perbedaan-perbedaan tersebut, tentunya dapat dijadikan sebagai suatu motivasi untuk membentuk persatuan bangsa.

Keberagaman di indonesia bukan lagi suatu hal yang asing, sebab kini keberagaman sudah menjadi hal yang sangat lumrah dan sudah menjadi ciri khas tersendiri bagi masyarakatnya. Banyak pemaknaan keberagaman yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu, Indonesia disebut sebagai masyarakat multikultur karena keberagamannya yang sudah menjadikannya berbeda dan beragam. Indonesia tak pernah merasa rendah karena keberagamannya atau bahkan diasingkan karena keberagamannya.

Justru karena keberagamannya Indonesia menjadi negara paling mudah dikenal karena perbedaannya dengan yang lain dan berbedanya masyarakat di lingkungan masyarakanya sendiri. Bangsa Indonesia khususnya para generasi muda harus menjaga persatuan bangsa tersebut melalui sebuah perbedaan. Beragamnya negara menjadi sangat akrab dengan istilah toleransi. Tumbuh di tengah perbedaan membiasakan diri kita untuk saling toleransi. Toleransi merupakan suatu hal yang harus diterapkan dalam lingkungan masyarakat. Dengan adanya toleransi akan menciptakan suatu keharmonisan dan perdamaian.

Perbedaan itu bisa berjalan harmonis bila adanya rasa toleransi sosial yang tinggi. Ketika kita hidup di tengan-tengah perbedaan seperti ini, kita harus bisa saling menghargai, saling menghormati, dan saling menjaga perasaan masing-masing individu walaupun dengan latar belakang yang berbeda.

Baca Juga: Hindu Cinta Kasih Menebarkan Kedamaian Cinta Kasih Menebarkan Kedamaian

Toleransi menjadi kunci utama ketika sebuah perbedaan datang di lingkungan masyarakat. Toleransi menjadi modal paling penting ketika yang berbeda berada di tempat yang sama dan memiliki tujuan yang sama. Toleransi sudah menjadi suatu hal yang akrab oleh sebab itu toleransi bisa dikatakan sudah baik sebab seberapapun konflik yang ada yang datang akan tetap bertahan karena toleransi. Toleransi menjadi penyelamat dalam perbedaan dan menjadi teman dalam keberagaman.

Di dalam kehidupan saat ini apalagi di masa pandemik saat ini, kita perlu melakukan beberapa cara agar perdamaian dan kehidupan yang harmonis tetap terwujud. Seperti yang tertulis diparagraf atas bahwa sikap toleransi dapat menjaga sebuah perdamaian dan menciptakan suatu keharmonisan. Kehidupan yang harmonis dan damai menjadi suatu harapan bagi semua orang. Kehidupan yang damai dapat diwujudkan jika semua masyarakatnya mau menerapkan sikap toleransi.

Ajaran Tat Twam Asi dan Ajaran Damai

Dalam agama Hindu ada ajaran Tat Twam Asi. Tat Twam Asi mengandung arti bahwa itu adalah engkau, engkau adalah dia. Kata itu bermakna sebagai Brahma atau Sumber segala kehidupan. Sedangkan kata engkau meupakan Atman atau jiwa yang menghidupi semua makhluk. Ajaran Tat Twam Asi merupakan dasar dari Tata Susila Hindu di dalam usaha mencapai perbaikan moral. Susila merupakan tingkah laku yang baik dan mulia untuk membina hubungan selaras dan seimbang serta rukun diantara sesama.

Dalam Chandhogya Upanishad VI.8.7 tersurat sebuah Maha Vakya atau semboyan utama yaitu Tat Twam Asi yang merupakan nilai yang sangat luhur, yang dapat di gunakan sebagai pedoman dalam membangun sebuah kehidupan yang rukun dan damai. Menurut salah satu pemuda Hindu yang bernama Yufi Mentari, mengemukakan bahwa Pentingnya penerapan tat twam asi sangatlah menjadi hal yang penting. Tat twam asi menjadi bentuk toleransi Hindu secara universal.

Berdasarkan definisnya dari kata ‘tat’ yang artinya kamu, ‘twam’ yang artinya adalah dan ‘asi’ artinya aku. Jadi tat twam asi adalah aku adalah aku. Yang diuraikan bahwa laku ‘aku’ adalah Tuhan/atman yang dapat dimaknai bahwa setiap manusia ada Tuhan dan menjadi bagian dari Tuhan, harus saling mengerti, menghargai sebab kita semua adalah Tuhan yang artinya kita sama dan kita adalah mereka karena memiliki komponen yang sama dari Tuhan.

Penerapan tat twam asi akan sama halnya dengan penerapan toleransi karena adanya kesadaran akan kesamaan dan kesederajatan.

Implementasi tat twam asi secara sederhana bisa kita lakukan dengan menyiram tanaman. Secara tidak langsung toleransi sesama ciptaan Tuhan akan muncul karena adanya kesadaran atas kesederajatan. Memahami bagaimana menjadi makhluk Tuhan yang butuh minum dan makan serta kehidupan yang layak. Itu merupakan suatu pandangan menurut Pemuda Hindu Jakarta ini.

Selain itu implementasi ajaran Tat Twam Asi yaitu,

1) Melakukan perbuatan yang sesuai dengan ajaran agama maupun norma yang berlaku dalam masyarakat yang timbul dari hati kita sendiri (bukan suatu paksaan),

2) Bertanggung jawab atas segala tindakan yang kita lakukan,

3) lebih mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan individu.

Nilai luhur Tat Twam Asi ini di dalam falsafah hidup orang Jawa diwujudkan melalui sikap Tepa Selira, yang artinya bahwa kita harus mampu merasakan apa yang orang lain rasakan. Tentu kita tidak boleh menyakiti orang lain, apabila kita juga tidak ingin merasakan sakit yang sama. Tepa slira memiliki tujuan yang sama dengan nilai Tat Twam Asi yaitu terciptanya keselarasan dan keharmonisan dalam kehidupan.

Dari Maha Wakya Tat Twam Asi ini pula, kita diharapkan mampu bercermin diri bahwa sebenarnya kedudukan sebagai sesama manusia adalah setara, aku adalah engkau, dan engkau adalah aku juga. Wasudaiwa Kutumbakam, bahwa kita semua adalah bersaudara. Rukun Agawe Santosa, Crah Agawe Bubrah. Rukun akan menjadikan kita kuat dan kokoh, sedangkan pertengkaran akan menimbulkan kekacauan dan kehancuran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *