by

Imam Prasojo: Menjaga Diri dan Orang Sekitar dari Covid Adalah Tanggung Jawab

Kabar Damai I Minggu, 04 Juli 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Pandemi covid-19 menjadi wabah nasional yang sangat meresahkan. Kini, masyarakat harus bergulat dengan virus yang berbahaya serta menimbulkan kecemasan dan was-was dalam segala hal. Walaupun demikian, hidup harus tetap berjalan. Semangat dan gotong royong saling membantu menjadi kunci sukses agar dapat terus menjalankan kehidupan layaknya biasanya.

Pemerintah telah menghimbau masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, menggunakan masker, menghindari kerumunan dan juga selalu menjaga kebersihan diri. Disiplin melakukan protokol kesehatan diyakini dapat mencegah semakin meluasnya penyebaran virus.

Jumlah kasus terjangkit covid-19 juga sangat besar kuantitasnya. Setiap hari masih selalu ada saja masyarakat yang terkena virus ini. Ada yang dapat sembuh setelah melakukan perawatan dan tidak sedikit kemudian yang juga meninggal dunia.

Pemerintah Indonesia terus berupaya mencari solusi agar musibah ini dapat cepat berlalu, namun tentu pemerintah tidak dapat bekerja seorang diri karena perlu banyak elemen masyarakat yang harus ikut andil dan mendukung

Walaupun demikian, tidak sedikit pula masyarakat yang faham bahwa pandemic Covid-19 memanglah benar-benar berbahaya dan harus menjadi perhatian khusus. Seperti misalnya Imam Prasojo, seorang akademisi.

Melalui kanal youtube Gusdurian, ia menghimbau dan mengajak pemerintah dan juga masyarakat untuk lebih memprioritaskan permasalah Covid dan senantiasa menjaga diri serta orang terdekat.

Baca Juga: Mengoptimalkan Peran Tokoh Agama dalam Melawan Covid-19

Menurutnya, seiring dengan terus naiknya kuantitas masyarakat yang terjangkat menjadi sebuah permasalahan serius yang bila tidak diatasi dapat menyebabkan kelumpuhan pada banyak sektor.

“Hari-hari ini nampaknya kita telah masuk masa kritis, masa darurat yang jika kita tidak hati-hati akan masuk pada masa darurat kompleks yaitu masa dimana seluruh aspek kehidupan kita lumpuh,” ungkapnya.

Menurutnya pula, mempersiapkan hal terburuk sekaligus menghindari adalah solusi yang wajib dilakukan.

“Tak ada lagi yang dapat bekerja efektif. Kita harus cegah seperti ini, kita siapkan kondisi terburuk dan sambal sekuat tenaga menghindarinya,” tambahnya.

Masih perihal kenaikan jumlah terjangkit ini pula, menurutnya berdampak pada pelayanan rumah sakit yang terganggu dan kurang maksimal.

“Berita yang kita dengar baik melalui radio, surat kabar atau media sosial semakin mengindikasikan bahwa jumlah saudara-saudara kita sebangsa terus tertular, virus corona naik,”.

“Kini kita juga melihat dengan mata kepala sendiri rumah sakit banyak yang tak lagi dapat menampung pasien karena tempat tidur untuk perawatan penuh. Bahkan, ada yang dirawat di koridor dan ditempat-tempat pelataran rumah sakit,” jelasnya.

Menurut Imam pula, bila hal serupa terus berlanjut maka terjadinya masa darurat kompleks sudah pasti akan terjadi.

“Kita semua pasti khawatir bila kondisi seperti ini terus berlangsung dan tak terkendali. Kita betul-betul akan masuk masa darurat kompleks. Artinya rumah sakit, tenaga kesehatan, perawatan kesehatan dan seluruh kelengkapannya lumpuh,” tambahnya.

Selain dalam bidang kesehatan, masa darurat yang menyebabkan kelumpuhan tentu akan berdampak pada banyak bidang lain yang akan terdampak selanjutnya.

“Kegiatan ekonomi, aktifitas sosial, transportasi, pendidikan dan lain-lain semua semua terhenti. Ini adalah situasi yang harus kita hindari. Apalagi pasein-pasien terus berjatuhan dan tak mampu dilayani secara baik,” bebernya.

Membangun kesadaran dari sekarang harus segera dilakukan. “Karena itu, mari kita jaga diri kita, jaga seluruh keluarga kita, jaga orang-orang yang kita cintai dilingkungan kita. Patuhi protokol kesehatan, tak lagi berdebat berkepanjangan. Bangun kesadaran ditengah situasi berkepanjangan,” tambahnya lagi.

Rendah hati serta menjaga diri merupakan hal kecil namun berdampak besar. Hal ini karena nasib diri sendiri dan orang sekitar turut dipengaruhi oleh kita.

“Nampaknya kita harus rendah hati menghadapi masalah ini. Nasib kita sebagai pribadi, keluarga atau bahkan sebagai bangsa sangat tergantung bagaimana kita berupaya menjaga diri kita,” terangnya.

Ia menekankan bahwa mejaga diri dan menerapkan prokes adalah sebuah tanggung jawab. Maka wajib dilakukan.

“Mari kita secara bersama-sama menjaga diri dengan menggunakan masker dan cara-cara yang sudah dianjurkan. Kita harus cegah atau tidak tertular atau menularkan ke orang lain. Ini adalah tanggung jawab,”.

“Jangan sampai keluarga dan orang-orang yang kita cintai harus masuk dalam antrean panjang rumah sakit yang tak lagi menampung. Kita harus ikhtiar sekuat tenaga, kita bisa dan harus bisa,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed