by

Ideologi Pancasila Menjadi Pemandu Arah Bangsa

Kabar Damai | Sabtu, 2 Oktober 2021

Jakarta | kabardamai.id | Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pesan penting kepada masyarakat di Hari Kesaktian Pancasila 2021. Presiden mengatakan Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap tahun untuk mengenang peristiwa kelam yang pernah terjadi di Indonesia di masa lampau.

“Hari Kesaktian Pancasila setiap tahun kita peringati untuk mengenang peristiwa kelam yang pernah terjadi di negeri ini, sekaligus mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan,” tulis Jokowi di akun Instagram @jokowi seperti dilihat, Jumat, 1  Oktober 2021.

Jokowi menegaskan Indonesia telah mampu melewati berbagai tantangan zaman. Ideologi Pancasila menjadi pemandu arah bangsa.

“Ideologi Pancasila dengan segenap nilai yang dikandungnya memandu bangsa ini untuk menghadapi berbagai bentuk tantangan meskipun datang di zaman yang berbeda,” tutur Jokowi.

Baca Juga: Survei SMRC: 82 Persen Publik Berpandangan Pancasila Ideal dan Tak Boleh Diubah

Jumat, 1 Oktober 2021 kemarin, Jokowi juga memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Hadir juga Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan sejumlah pejabat lain di upacara tersebut.

Upacara dimulai dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya. Setelah itu, Jokowi mengajak semua untuk mengheningkan cipta.

Selanjutnya Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, membacakan teks Pancasila. Sedangkan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Bambang Soesatyo, membacakan pembukaan UUD 1945.

Pembacaaan dan penandatanganan ikrar dilakukan oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Puan Maharani. Sedangkan Menag Yaqut Cholil Qoumas bertugas membacakan doa.

 

Menag: Dengan Kepalan Takdir-Mu, Pancasila Engkau

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memimpin doa Peringatan Hari Kesaktian di Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya Pondok Gede Jakarta, Jumat, 1 Oktober 2021.

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila berjalan khidmat dipimpin langsung Presiden Joko Widodo yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB.

Menag awali doanya dengan membaca hamdalah dan salawat.

“Wahai penguasa seluruh alam yang dimuliakan dalam keagungan. Engkau pemilik sejati kekuatan dan kesaktian. Dengan kepalan takdir-Mu, Pancasila Engkau selamatkan. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu pula, kami menatap masa depan gemilang,” demikian penggalan doa yang dibaca Menag.

Menag juga melangitkan harapan, berharap bangsa Indonesia dijauhkan dari sikap iri dengki dan caci maki, serta dihindarkan dari amarah yang membakar diri dan mencabik negeri mengoyak Ibu Pertiwi.

Berikut doa yang dipanjatkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas seperti dimuat di laman Kemenag (kemenag.go.id):

 

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin

Allahumma sholli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad

Wahai Tuhan yang menciptakan kematian dan berkuasa atas kehidupan

Wahai Tuhan yang menganugerahkan kemuliaan kepada para pahlawan

Anugerahi kami kejernihan hati

Ajarkan kepada kami arti menghargai

Karena mustahil manusia mampu berbakti

Jika hati tak pandai mengapresiasi

Wahai Tuhan yang melukis takdir di atas lembaran misteri

Engkaulah yang merajut hati para pendahulu kami

Menahbiskan Pancasila, falsafah hidup pemersatu negeri

Jangan biarkan kami menjadi manusia yang tak tahu diri

Menggerogoti tiang penyangga, rumah tinggal kami

Wahai penguasa seluruh alam yang dimuliakan dalam keagungan

Engkau pemilik sejati kekuatan dan kesaktian

Dengan kepalan takdir-Mu, Pancasila Engkau selamatkan

Dengan rahmat dan pertolongan-Mu pula, kami menatap masa depan gemilang

Wahai Tuhan yang menyabda warna dan keindahan

Kau cipta harmoni dalam keberagaman

Permata khatulistiwa negeri impian

Puji dan syukur selalu kami panjatkan

Wahai Tuhan yang melembutkan hati

Jauhkan kami dari iri dengki dan caci maki

Hindarkan kami dari amarah yang membakar diri

Mencabik negeri mengoyak Ibu Pertiwi

Wahai Maha Cinta yang mengetahui semua rahasia

Tuntunlah jiwa kami menuju jalan cahaya

Hukumlah kesalahan kami dengan ampunan

Hukumlah kebodohan kami dengan kesadaran

Hukumlah kelalaian kami dengan kebahagiaan

Sentuhlah kami dengan cinta dan kasih sayang

Karena sungguh, rahmat dan ampunan-Mu jauh lebih besar dari apa pun yang ada di bawah kolong langit-Mu

Robbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar.

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed