IAIN Sultan Amai Gorontalo Hadirkan Rumah Moderasi Beragama

Kabar Utama432 Views

Kabar Damai | Selasa, 23 Maret 2021

 

Gorontalo | kabardamai.id | Dalam rangka mrndukung keberhasilan moderasi beragama di masyarakat  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo kini memiliki Rumah Moderasi Beragama (Rumah MB). Kehadiran Rumah MB ini diresmikan oleh Sekjen Kemenag Nizar di Ruang Rektorat IAIN Gorontalo.

Bersamaan itu, diresmikan juga sejumlah Sarana dan Prasarana Pendidikan IAIN Sultan Amai Gorontalo yang sudah selesai pembangunannya.

Melansir laman Kemenang RI, kepada civitas akademika IAIN Gorontalo, Nizar mengingatkan tentang  indikator moderasi beragama.

Pertama, komitmen kebangsaan yang sejalan dengan prinsip-prinsip konstitusi dan UUD 1945.

Kedua, toleransi, yakni menghormati perbedaan, menghargai kesetaraan, dan sedia bekerjasama.

Ketiga, anti kekerasan, yakni menolak tindakan seseorang atau kelompok yang menggunakan kekerasan atas nama apapun.

Keempat, penerimaan terhadap tradisi, ramah terhadap tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaan sejauh tidak bertentangan dengan pokok ajaran agama.

“Moderasi Beragama merupakan salah satu program penting karena bersentuhan langsung dengan konteks negara Indonesia yang plural. Bagaimana negara melindungi semua warga negaranya dari tindakan yang mengarah pada bentuk kekerasan fisik maupun psikis,” pesan Nizar di Gorontalo, Jumat (19/3), kutip kemenag.go.id.

Di acara yang sama, Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Lahaji,  menyampaikan bahwa moderasi beragama bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, moderasi beragama sudah menjadi modal sosial masyarakat Indonesia sejak lama sehingga mereka bisa hidup rukun dalam perbedaan.

“Moderasi beragama merupakan komitmen bersama yang menjadi kewajiban masyarakat agar menjadi cara pandang beragama yang wasathiyah (jalan tengah) dan tawazun (seimbang), agar sejalan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang majemuk,” ujarnya.

Ketua Panitia Launching Rumah Moderasi Beragama dan Peresmian Sarana dan Prasarana IAIN Sultan Amai Gorontalo,  Ahmad Faisal,  menambahkan bahwa pengarusutamaan moderasi beragama melalui Rumah MB di IAIN Sultan Amai Gorontalo bukan lagi pilihan tapi sudah merupakan  kewajiban. Sebab,  salah satu kontribusi penting Rumah MB IAIN Sultan Amai Gorontalo adalah menghidupkan nilai-nilai keislaman yang inklusif, toleran, dan rahmatan lil alamin (menjadi rahmat bagi semua umat).

Ahmad Faisal menambahkan bahwa IAIN Sultan Amai Gorontalo saat ini sedang dalam tahap pengembangan berbagai sarana dan prasarana sebagai dukungan terhadap kemajuan lembaga.

Baca juga: Kader Muda Ormas Islam diharap Jadi Duta Moderasi Beragama

Program Kemenang

Keberadaan Rumah Moderasi Beragama merupakan program Kementerian Agama RI yang sudah dicanangkan sejak 2019 lalu.

Setiap kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) diminta untuk mendirikan rumah moderasi beragama. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor B-3663.1/Dj.I/BA.02/10/2019 tertanggal 29 Oktober 2019 tentang Edaran Rumah Moderasi Beragama.

Menurut Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin, lansir Media Indonesia,  edaran tersebut adalah wujud komitmen menjadikan moderasi beragama sebagai landasan berfikir, bersikap, serta perumusan kebijakan dan program di Kementerian Agama, termasuk PTKIN. “Moderasi Beragama bagi Kementerian Agama bagaikan oksigen yang dibutuhkan untuk bernafas. Di manapun, kapanpun, kita semua butuh oksigen itu. Oksigen itulah moderasi beragama,” ujarnya, awal (04/11) 2019 lalu di Jakarta.

Lebih-lebih, ungkap guru besar UIN Alauddin Makassar itu, moderasi beragama kini telah menjadi bagian dari modal sosial dalam pembangunan nasional yang telah dikukuhkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024. Dengan demikian, moderasi beragama menjadi sebuah keniscayaan yang harus diimplementasikan oleh seluruh Kementerian/Lembaga, termasuk Kementerian Agama.

Surat edaran yang ditujukan kepada seluruh Rektor/Ketua PTKIN itu meminta agar setiap kampus mendirikan dan menyelenggarakan “Rumah Moderasi Beragama”. Rumah ini akan menjadi tempat penyemaian, edukasi, pendampingan, pengaduan, dan penguatan atas wacana dan gerakan moderasi beragama di lingkungan kampus PTKIN.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, menyatakan bahwa kampus PTKIN merupakan garda terdepan dalam mengawal pemikiran dan gerakan moderatisme beragama. “PTKIN telah teruji dengan gagasan-gagasan moderatisme beragama, sehingga harus menjadi bagian dalam merevitalisasi moderatisme beragama secara lebih maksimal, di antaranya melalui pendirian rumah moderasi beragama ini,” ungkapnya, kutip Media Indonesia (04/11/2019)..

“Saya mendorong kepada para pimpinan PTKIN agar speak up dan memiliki komitmen dengan moderatisme beragama ini. Kajian-kajian, diskusi, riset, publikasi, dan dampingan-dampingan kepada masyarakat untuk menyuarakan moderatisme beragama agar terus dilakukan,” tandasnya. [ ]

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

Editor: –

Sumber: kemenag.go.id | mediaindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *