by

HUT Ke-11, Kepala BNPT Butuh Dukungan Masyarakat dalam Memberantas Terorisme

Kabar Damai  | Sabtu, 17 Juli 2021

Jakarta | kabardamai.id | Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Boy Rafli Amar menyadari bahwa penanggulangan terorisme di Tanah Air belum sepenuhnya optimal. Oleh sebab itu, Boy Rafli menegaskan, peran serta dan dukungan masyarakat untuk bekerja sama memberantas segala bentuk terorisme di Indonesia sangat penting.

“Mohon kiranya dukungan dan doa agar tugas kami dalam penanggulangan potensi ancaman dan aksi terorisme, radikalisme, dan intoleransi yang berkembang dalam masyarakat dapat berjalan efektif demi mendukung terwujudnya NKRI yang aman, damai, sejahtera, harmoni, dan bahagia,” kata Boy dalam keterangan tertulis menyambut hari jadi ke-11 BNPT di Jakarta, Jumat, 16 Juli 2021.

Baca Juga: Cegah Terorisme, BNPT Bersinergi dengan Tokoh Masyarakat Merauke

Melansir Berisatu.com (16/7), Boy menambahkan, BNPT terbuka untuk segala kritik dan saran. Hal itu demi memajukan dan menjadikan BNPT sebagai institusi penegakan hukum lebih baik lagi ke depan dalam menjalankan tugas menanggulangi masalah terorisme.

“Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan tugas masih penuh dengan segala kekurangan. Oleh karena itu, kami mohon maaf dan dengan kelapangan dada menerima dan berterima kasih atas segala koreksi, masukan, serta nasihat demi peningkatan kualitas kinerja,” ujar Boy.

BNPT, katanya, berjanji akan bekerja lebih maksimal lagi dalam menuntaskan persoalan terorisme. “Indonesia Satria, sinergi antiteror, radikalisme, intoleransi, dan anarkisme,” ujar mantan Kapolda Papua itu.

Minta Anggotanya Tunda Dinas ke Luar Kota

Terkait dengan tingginya angka positif Covid-19, Boy Rafli Amar meminta anggotanya untuk menunda dinas ke luar kota di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Melansir tribunnews.com (16/7), Boy menyampaikan seluruh anggotanya harus memiliki tenggang rasa di tengah kesulitan masyarakat dalam menghadapi Covid-19.

“Kita kan harus punya tenggang rasa kepada daerah. Jadi ditunda sementara,” tandas Boy.

Lagi pula, ia menyebutkan perjalanan dinas di tengah penyebaran Covid-19 juga dinilai tidak aman. Dia mencontohkan kasus ketika dirinya akan melakukan perjalanan dinas ke Sulawesi Tengah.

Ketika itu, ada sejumlah pegawainya ternyata positif Covid-19 yang harus menjalani isolasi mandiri maupun perawatan di rumah sakit.

“Jangan masyarakat menjadi korban dari kegiatan yang kita bikin kemudian masyarakat menghadapi kendala dan terpapar. Itu kita tidak inginkan. Yang hari ini harus kita dukung adalah bagaimana kekuatan negara kita yang dipimpin oleh Bapak Presiden berhasil menghadapi ujian dari pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya berupaya untuk tetap melakukan kegiatan kontra radikalisme di daerah yang tidak menerapkan PPKM Darurat.

“Tapi insyaAllah di daerah-daerah yang tidak menerapkan PPKM darurat kita akan berkunjung untuk melakukan aktivitas-aktivitas kontra radikalisme yang sudah terprogram,” ujarnya.

Firli Bahuri: Indonesia Bebas Radikalisme, Intoleransi, dan Terorisme

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menyampaikan ucapan dirgahayu ke-11 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang jatuh pada hari ini, Jumat, 16 Juli 2021.

Firli Bahuri berharap, pada usia ke-11, BNPT akan terus berkarya dalam upaya mewujudkan Indonesia yang bebas dari terorisme, radikalisme, dan intoleransi serta jaringannya. Tak hanya itu, Firli juga mengharapkan, BNPT bisa mewujudkan cita-cita Indonesia yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

“Kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-11 Badan Nasional Penanggulangan Teroris. Pada hari ulang tahun yang ke–11 ini, kami menaruh harapan bahwa BNPT akan terus berkarya di dalam upaya mewujudkan Indonesia yang bebas dari terorisme, radikalisme dan intoleransi serta jaringannya,” ujar Firli Bahuri, dikutip dari beritasatu.com.

Dikatakan, segenap anak bangsa memiliki harapan Indonesia yang dicita-citakan bisa terwujud, yaitu Indonesia yang bebas dan bersih dari korupsi, yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah, yang sejahtera, dan cerdas.

“Juga Indonesia yang ikut aktif memelihara perdamaian dunia dan Indonesia yang membanggakan seluruh rakyat. Dirgahayu BNPT. Amin,” ujar Firli.

Tugas Pokok dan Fungsi BNPT

Di laman BNPT disebutkan, BNPT adalah sebuah lembaga pemerintah nonkementerian (LPNK) yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penanggulangan terorisme. Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, BNPT dikoordinasikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

BNPT dipimpin oleh seorang kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada presiden. Pada awalnya jabatan Kepala BNPT setingkat eselon I.a. Namun sejak diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010 Tentang Badan Penanggulangan Terorisme, jabatan Kepala BNPT naik menjadi setingkat menteri.

BNPT dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 46 Tahun 2010. Sebelumnya cikal bakal lembaga ini adalah Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme (DKPT).

BNPT memiliki tigas pokok, yakni:

 

  1. Merumuskan, mengoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan, strategi, dan program nasional penanggulangan Terorisme di bidang kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi;
  2. Mengoordinasikan antar penegak hukum dalam penanggulangan Terorisme;
  3. Merumuskan, mengoordinasikan, dan melaksanakan kebijakan, strategi, dan program nasional penanggulangan Terorisme di bidang kerja sama internasional;
  4. Menyusun dan menetapkan kebijakan, strategi, dan program nasional di bidang penanggulangan Terorisme;
  5. Menyelenggarakan koordinasi kebijakan, strategi, dan program nasional di bidang penanggulangan Terorisme;
  6. Melaksanakan kesiapsiagaan nasional, kontra radikalisasi, dan deradikalisasi;

 

Penyunting: Ahmad Nurcholish/dari berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed