by

Hukum Veneer Gigi dalam Islam

-Religipedia-383 views

Kabar Damai I Sabtu, 07 Agustus 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Islam adalah agama yang menyukai keindahan, oleh karenanya Islam mempersilahkan umatnya untuk senantiasa merawat diri. Perihal merawat diri ini memang sejatinya menjadi keharusan bagi masing-masing individu tidak hanya agar tampak menarik dalam sisi atau pandangan manusia namun juga bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Kini, tren merawat diri dilakukan oleh semua golongan. Baik perempuan maupun laki-laki. Berbagai hal dilakukan agar terlihat lebih baik dan juga menarik serta nyaman menurut versi dirinya masing-masing.

Merawat diri dalam Islam pada dasarnya tidak perlu dilakukan secara berlebihan, cukup sederhana dan juga semampu dirinya saja. Terlalu memaksakan hingga harus mengeluarkan biaya yang berlebih padahal ia tidak menyanggupi tentu juga tidak diperkenankan.

Maksud dari kata berlebihan dalam merawat diri selain karena kemampuan dalam hal finansial juga dapat pula seperti bentuk perawatan yang tidak dibenarkan dalam Islam. Hal seperti ini kerap ditemui hingga saat ini, agar terlihat lebih menarik sehingga hal ekstrem dilakukan. Padahal, yang dilakukan tersebut dilarang dalam Islam. Misalnya saja melakukan pengikisan pada gigi atau veener.

Ning Imaz Fatimatul Zahra menjawab kekhawatiran dan juga pertanyaan seputar bagaimana hukum melakukan veener dalam Islam.

Ia membenarkan bahwa banyak orang utamanya wanita yang hendak terlihat cantic kemudian melakukan pengisian gigi atau veener. Menurutnya, merubah bentuk gigi seperti ini menjadi sebuah tren.

Baca Juga: Hukum Memakai Behel dalam Islam

“Banyak orang sekarang ini yang mengajarkan giginya supaya terlihat lebih cantik istilah medisnya itu diveener sehingga gigi ini dikikis lalu kemudian lapisan lain yang bentuknya ini lebih baik daripada sebelumnya diberi lapisan lain sehingga gigi tersebut sehingga memiliki bentuk yang baru yang mana lebih baik daripada sebelumnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, merubah bentuk gigi dengan cara dikikis atau diveener yang tidak diniati karena kebutuhan adalah hal yang bermasalah.

“Ini tidak diperbolehkan kecuali misalnya tindakan itu memiliki tujuan medis gigi berlubang ataupun giginya tidak sama seperti orang lain dalam hal ini terlalu bermasalah,” tambahnya.

Lebih jauh, ia juga menuturkan bahwa salah satu tujuan veener bagi wanita hanyalah untuk mempercantik diri semata, dalam hal ini maka veener hukumnya tidak diperbolehkan.

“Begitu kita diperbolehkan karena memang memiliki tujuan yang dibenarkan namun jika hanya mempercantik dengan cara mengikir gigi tanpa ada apapun itu maka tidak diperbolehkan,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed