by

Hukum Kurban Seekor Kambing Untuk Satu Keluarga

Kabar Damai I Kamis, 22 Juli 2021

Jakarta I Kabardamai.id Semarak Idul Adha disambut dengan suka cita oleh seluruh umat muslim diseluruh dunia. Momentum sakral dan penuh keberkahan serta sarana bertawakal dan bersabar atas perintah Allah melalui perintah mengorbankan harta dan membelanjakannya menjadi hewan ternak serta kemudian menyembelih dan membagikan dagingnya dilakukan oleh banyak masyarakat.

Ada yang menyembelih sapi, unta, domba dan juga kambing. Berhubungan dengan berkurban kambing, masih ada asumsi dan juga pertanyaan dari masyarakat tentang hukum berkurban kambing dan diperuntukan bagi banyak orang. Lantas, bagaimana huhumnya?

Ust. Mubasysyarum Bih, Dewan Pembina Ponpes Raudlatul Quran Geyongan menjawab pertanyaan dari hukum kurban tersebut.

Menurutnya, berkenaan dengan hal ini terdapat dua ketentuan berbeda yang harus dipahami oleh masyarakat.

“Dalam masalah ini ada dua hal yang harus kita fahami, pertama berkaitan dengan ketentuan jatah melaksanakan kurban mempertimbangkan pada jenis hewan yang disembelih. Kedua berkaitan dengan menghadiahkan atau mengikutsertakan pahala kurban untuk orang lain. Ini adalah dua hal yang berbeda,” ungkapnya.

Baca Juga: Kriteria Hewan Kurban yang Sah dalam Islam

Pembahasan yang pertama mengenai jatah kapasitas binatang kurban sudah jelas dan gamblang dijelaskan para ulama bahwa untuk satu ekor kambing kapasitasnya hanya satu orang, tidak boleh lebih.

Sedangkan sapi ataupun unta boleh maksimal dilaksanakan oleh tujuh orang, baik itu berserikat dan patungan lalu menyembelih seekor sapi diperbolehkan.

Ia kembali menegaskan, untuk kambing hanya diperuntukkan kepada satu orang saja.

“Tetapi kalau kambing hanya boleh satu. Tidak boleh dua sampai tiga orang patungan membeli kambing dan kemudian dikurbankan. Itu tidak sah. Kurban kambing yang bisa sah jatah kapasitasnya hanya untuk satu orang,” tegasnya.

Kedua, pembahasan mengenai menghadiahkan pahala kurban. Perkara ini tidak ada batasannya. Dalam kasus satu orang menyembelih satu ekor kambing ia boleh menghadiahkan pahala kurbannya untuk keluarga bahkan untuk yang bukan keluarga atau teman, istri, guru, client dan semua diperbolehkan. Tidak ada batas.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SWT, beliau pernah berkurban kambing dan menghadiahkan pahalanya. Mengikutsertakan pahala kurban disamping beliau sendiri dan juga untuk umatnya.

Dari dua perincian ini, tidak ada yang bertentangan bahwa yang dimaksud keyakinan atau pemahaman sejak dulu masyarakat Indonesia, ulama Indonesia menyimpulkan bahwa satu kambing hanya untuk satu orang maksudnya berkaitan dengan jatah orang yang berkurban dalam melaksanakan ibadah kurbannya.

Berhubungan dengan hadiah pahala hadiah dalam berkurban, seseorang yang dihadiahkan pahala akan dapat menerimanya. Namun, untuk jatah milik pengkurban benar-benar hanya untuk satu orang saja.

“Tetapi jika berkaitan dengan menghadiahkan pahala maka tidak ada batasnya. Orang berkurban satu ekor kambing, maka hanya untuk dia bukan untuk orang lain. Ia yang berhak mewakilkan, niat, memasrahkan niat, boleh mengatur sistem pembagian dan lainnya,”.

“Tetapi untuk pahala yang disertakan dalam pahala hanya mendapat pahala saja, tapi untuk menjadi milik jatah kurbannya hanya untuk satu individu saja,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed