by

Hikmah Diisyaratkannnya Zakat

Kabar Damai | Kamis, 14 April 2022

Jawa Barat I Kabardamai.id I Terdapat lima rukun dalam Islam yang harus dilakukan dan ditaati bagi setiap pemeluknya, satu diantaranya ialah berzakat. Perintah berzakat juga banyak ditemukan dalam Al-quran dan hadist sehingga penting untuk senantiasa dilakukan bagi setiap muslim.

Ustadz Ahmad Mundzir, Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Geyongan, Arjawinangun Jawa Barat dalam kanal NU Online menjelaskan bagaimana hikmah serta diinsyaratkannya berzakat bagi setiap orang muslim.

Ia mengungkapkan bahwa zakat secara bahasa adalah memiliki beberapa arti, diantaranya membersihkan, bisa pula mensucikan. Dalam berzakat ada keberkahan atau barokah dalam menjalankan perintah agama dan juga barokah doa dari mustahik zakkat yangmana harta itu akan bertambah, keberkahan juga akan bertambah.

Ia juga menambahkwa bahwa zakat disyariatkan pada tahun kedua hijriyah setelah nabi pindah dari Mekah ke Madinah. Zakat didefinisikan dengan sebuah harta yang diwajibkan pada orang tertentu dan dialokasikan untuk orang tertentu.

Orang yang berkewajiban berzakat disebut dengan muzakki zakat, sedangkan yang mendapatkannya disebut dengan orang-orang yang berhak menerima zakat terbagi dalam beberapa asnaf, yaitu delapan golongan orang yang berkah menerima zakat.

Baca Juga: Kita Bukan Penakluk Alam

“Hikmah dari syariat berzakat yaitu syariat mewajibkan berzakat, hikmah yang berbesar ialah adanya sebuah ibadah sosial yang dalam hal ini ialah mengentaskan kemiskinan, mensejahterakan sesama dan juga dengan berzakat solidaritas dan cinta kasih antar sesama umat Islam akan terjadi,” jelasnya.

Lebih jauh, menurutnya hikmah zakat dapat tampak dan dapat dinalar dengan akal karena zakat yang berupa uang, ton beras dari fitrah misalnya jik adialokasikan dan dijalankan dengan baik sesuai dengan kebutuhan syariat maka niscaya kebutuhan umat Islam akan terpenuhi.

Orang-orang fakir yang tidak memiliki pekerjaan dan tidak memiliki penghasilan yang cukup maka akan terpenuhi dengan zakat. Dalam penjelasan zakat, orang  berhak membagikan dan memberikan kepada para mustahikin berupa hal-hal yang menunjang produktifitas ekonomi, misal petani maka dibagikan alat-alat pertanian dan apabila pedagang maka diberikan alat-alat perdagangan.

Terakhir, ia menerangkan dalil kewajiban berzakat sangat banyak sekali yang paling popular adalah sabda nabi. Islam dibangun atas lima hal, bersyahadat bahwa Allah itu esa, Muhammad adalah utusan Allah, kedua adalah solat, ketiga adalah menunaikan zakat, puasa ramadan dan yang terakhir berhaji ke tanah suci bagi yang mampu.

 

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed