Hikmah dalam Puasa

Kabar Utama4363 Views

Kabar Damai | Rabu, 13 April 2022

Jakarta I Kabardamai.id I M. Noor Khozin dalam program Oase Ramadan dari kanal Itjen Kemenag menjelaskan tentang hikmah yang dapat diperoleh bagi setiap pribadi ketika sedang melaksanakan ibadah puasa.

Diawal pemaparannya, ia merasa bersyukur atas kesempatan untuk menikmati bukan ramadan tahun 1943 H. Ia berharap agar pada ramadan ini menjadi ajang peningkatan dalam ibadah, meningkat kualitas amalan baik amalan fardu dan juga amalan yang sunah.

Berbicara tentang hikmah, menurutnya hikmah dapat diartikan sebagai ucapan dan perbuatan yang benar, hikmah juga bisa diartikan sebagai pemahaman yang benar. Hikmah berarti ia memiliki kemampuan untuk mengetahui hal dan sesuatu.Orang yang memiliki hikmah maka akan mengetahui rahasia-rahasia dibalik ibadah, dibalik syariat-syariat yang ditetapkan oleh Allah.

Jelas dalam Al-quran bahwa tujuan puasa adalah supaya engkau bertakwa. Dengan melakukan puasa, kita dididik untuk menahan diri dari hal-hal yang sebelumnya ketika tidak puasa kita diperbolehkan untuk melakukannya akan tetapi ketika kita puasa maka hal itu tidak diperkenankan.

Makan dan minum diperbolehkan pada siang hari saat bukan bulan ramadan, akan tetapi bulan ramadan tiba maka dilarang atau diharamkan untuk makan minum pada siang hari karena dalam keadaan puasa.

Makan yang awalnya halal menjadi haram, ini menunjukkan bahwa kita berusaha untuk memenuhi perintah Allah, mendahulukan perintah Allah daripada keinginan yang pada hari-hari biasa selalu menginginkan untuk makan atau minum sesuai dengan kondisi keinginan apapun itu.

Namun dengan puasa, menjadi ajang melatih agar keinginan dan kebutuhan itu dapat dikendalikan. Bagi yang dapat mengendalikan keinginan atau nafsunya maka ia akan menjadi pribadi yang baik.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tidak Membatalkan Puasa

“Dapat dibayangkan, ketika ada seseorang yang hendak menginginkan apapun dan ia turuti. Maka bisa jadi kondisinya dapat lebih buruk daripada binatang atau hewan karena selalu menuruti hawa nafsu,” jelasnya.

Dengan puasa berarti juga menjadi ajang syukur bahwa sebagai seorang yang beriman ada kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan. Diantaranya yang menjadi rukun Islam yaitu berpuasa ramadan.

“Sungguh sangat perlu ditanyakan apabila seseorang mengaku beriman kepada Allah, akan tetapi ia tidak melakukan puasa,” tuturnya.

Diantara hikmah yang lainnya, puasa adalah melembutkan jiwa, karena dengan puasa berarti seseorang merasakan lapar dan dahaga. Ia juga kemudian bisa membayangkan bagaimana kondisi seseorang yang merasa lapar, merasakan haus padahal baginya puasa ialah menahan diri sejak waktu imsyak hingga terbenam matahari.

“Pada bulan ramadan ini kita diajak berempati kepada orang-orang yang makan saja tidak dapat terpenuhi kebutuhannya setiap hari,” ungkapnya.

Berikutnya, puasa ialah mengendalikan syahwat. Syahwat ini sangat perlu diatur bagi manusia. Menahan hawa nafsu. Selanjutnya, puasa ialah mengajarkan kita agar agar bangun lebih awal daripada waktu subuh yang dapat digunakan waktu tersebut untuk hal yang bermanfaat.

Terakhir, didalam puasa dapat pula digunakan dengan mengisi waktu dengan membaca Al-quran, membaca buku-buku agama ataupun buku-buku yang bermanfaat lainnya. Itu tentu menjadi hal yang dapat digunakan ketika melaksanakan puasa.

Penulis: Rio Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *