by

Hidup dalam Kasih

Oleh: FX. Toniadi

Saudara yang dikasihi Kristus. Kasih adalah salah satu keutamaan teologal Katolik, bahkan menjadi keutamaan paling pokok. Iman dan harap mengokohkan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi kasih merupakan wujud iman dan harapnya, karena itu akan berdampak langsung yang dirasakan oleh manusia dan iman mengajarkan untuk berbuat dan berlaku untuk itu. Iman dan harap kepada Allah paling nyata terwujud dalam perbuatan kasih dengan manusia dan ciptaan yang lainnya.

Sebagai umat beriman dalam Kristus, kita dapat membedakan perbuatan kasih dan kasihan. Misalnya kalau kasihan membayangkan orang lain tidak punya sedangkan dia orang yang punya, sedangkan perbuatan kasih mengandaikan penghormatan manusia terhadap orang lain. Hormat kepada sesama sebagai ciptaan yang memang layak dihormati, seperti Tuhan sendiri telah menghormati manusia sebagai ciptaan yang sempurna sebagai teman sekerja Allah. Perbuatan kasih menempatkan manusia setara bukan atas bawah, yang punya dengan yang tidak punya, yang sakit dengan yang sehat atau si pengobat, dengan perbuatan kasih manusia setara satu dengan yang lainnya.

Dari kitab Yeremia pun dikatakan bahwa dari awal manusia tidak sama satu dengan yang lain. Namun manusia saling menolong dengan sesamanya, teristimewa bagi mereka yang sakit, miskin, dan terlantar. Pelayanan itu menjadi kesukaan bagi manusia yang beriman kepada Allah.

Dari kitab Ibrani pun dikatakan bahwa menjadi pelayanan Tuhan merupakan pilihan Allah supaya ia makin layak di hadapan Allah dan orang yang dilayani merasakan kasih setia Allah bagi hidupnya. Dalam pelayanan orang Katolik, saat ini masih banyak orang yang sakit perlu penyembuhan, orang yang lapar perlu makanan, orang yang patah semangat perlu diberi semangat dan kekuatan dari sesamanya.

Baca Juga: Tidak Pernah Berhenti Percaya

Seperti Yesus sendiri datang untuk menyatakan kasih Bapa dalam pelayanannya. Dia datang bukan minta dilayani, tetapi datang untuk melayani manusia. Bukan menjadi pemimpin tapi datang untuk menjadi pendamping dan penunjuk jalan serta teladan bagi manusia untuk berbuat sesuai dengan kehendak Bapa.

Umat Allah yang dikasihi Yesus. Perbuatan kasih berbeda dengan perbuatan untuk memperoleh hormat dan kekuasaan. Karena perbuatan kasih dapat mengajarkan untuk berkorban bagi orang yang dikasihinya. Penyembuhan, penggandaan roti, perubahan air menjadi anggur merupakan tanda bahwa Allah mencintai dan mengasihi manusia. Amin.

Umat Allah yang dikasihi oleh Yesus Kristus. Di zaman ini, pelayanan kasih dan hidup sangat besar manfaatnya untuk semua manusia, terlebih jika pelayanan kasih itu mendatangkan kesembuhan bagi yang didera penyakit, membebaskan dari kemiskinan, seperti pelayanan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Yesus mempunyai kuasa untuk tugas penyembuhan tersebut melalui pelayanan yang kita berikan untuk hidup manusia zaman ini. Dari yang paling sederhana, kita tidak mengeluarkan kata-kata yang membuat imun orang lain menjadi lemah. Dengan kehadiran kita membuat orang lain menjadi kuat, bersemangat, dan dikuatkan sampai pada pemberian materi untuk membantu dan menyalurkan kelebihan bahkan dari kekurangannya melalui lembaga bakti, kelompok sosial, dan lembaga keagamaan.

Kasih itu tidak melihat suku, ras, golongan, dan pendidikan, semuanya cocok dalam bahasa kasih. Karena kasih itu murah hati, kasih tidak mencari keuntungannya sendiri, dan kasih rela berkorban untuk kebahagiaan orang lain. Kasih tidak menghilangkan nyawa orang lain. Karena kasih manusia dapat hidup baik berdampingan dengan orang lain.

 

FX. Toniadi (Pembimas Katolik Kanwil Kemenag Prov.Kalsel)

Sumber: https://kemenag.go.id/read/hidup-dalam-kasih-m7jze

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed