by

Harkirtan Haur : Agama Sangat Mengimani Keberlangsungan Energi Harus Terjaga

Kabar Damai | Kamis, 13 Oktober 2022

Jakarta | kabardamai.id | Menuju transisi energi yang berkelanjutan dan berkeadilan yang sistem energi bersih Emisi Net-Zero diselenggarakannya Indonesia Sustainable Week(ISEW) pada Rabu (12/10) di Tamrin Nine Ballroom.

ISEW merupakan lanjutan atas penyelenggaraan Indonesia Energy Transition Dialogue (IETD) yang terselenggara sejak tahun 2018. Pada tahun ini, ISEW akan fokus pada pembahasan dan promosi aksi serta strategi untuk mencapai sistem energi bersih Emisi Net-Zero.

Harkirtan Haur sebagai panelis perwakilan Indonesian Conference on Religion and Peace(ICRP) melihat lingkungan hidup menjadi salah satu aspek penting bagi kehidupan manusia, terutama umat beragama. Hal ini dikutipnya dari Kitab Sri Guru Granth Sahib Ji, “Pavan guroo paanee pitaa maataa Dharat mahat” artinya “Udara merupakan guru, air adalah ayah, bumi dan tanah adalah ibu bagi semua”.

Sebagai penganut Agama Sikh, Harkirtan meyakini semua ajaran agama tanpa terkecuali, mengimani keberlangsungan energi yang harus dijaga oleh umat manusia. “Komunitas agama terkesan abai terhadap isu lingkungan, jarang masuk dalam konteks ajaran agama, namun pada kenyataannya agama sangat mengimani keberlangsungan energi harus terjaga,” ujarnya.

Baca juga : Nilai-Nilai Moderasi Beragama dan Implementasinya

Sebagai penguatan, harkirtan menyebutkan ICRP berkomitmen melahirkan pemimpin muda yang peduli terhadap keberlangsungan energi dan memiliki perspektif pluralisme. Saat ini ICRP fokus pada Sekolah Kepemimpinan Lintas Agama(SKPLA) sebagai tindak lanjut upaya menciptakan inklusivitas anak muda lintas agama,  juga melahirkan sensitifitas kepedulian dan agen perubahan terhadap perbaikan energi.

Harkirtan berharap ketersediaan energi bukan lagi menjadi masalah agama tertentu, ini menjadi isu umat manusia, harus adanya peran dari tiap komunitas agama dapat bersinergi, dalam upaya transisi energi demi keberlangsungan hidup  di tanah tercinta ini.

Selain Harkirtan, hadir juga perwakilan dari Bappenas, Nahdatul Ulama, green School Foundation, Refill My Bottle dan Kopermik, sebagai panelis yang menjelaskan terkait isu lingkungan hidup dalam keberagaman.

Kegiatan ini adalah kolaborasi yang diselenggarakan oleh Indonesia Clean Energy Forum (ICEF) dengan Clean, Affordable, and Secure Energy (CASE) for Southeast Asia, untuk negara Indonesia dan didukung oleh Kementerian PPN/Bappenas melalui Direktorat Ketenagalistrikan, Telekomunikasi, dan Informatika.

 

Penulis : Amatul Noor

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed