by

Hari Toleransi Internasional, Menag Sebut Keragamaan adalah Kekayaan

Kabar Damai I Rabu, 17 November 2021

Jakarta I kabardamai.id I 16 November selalu diperingati sebagai Hari Toleransi Internasional atau International Day of Tolerance. Peringatan ini didasarkan pada hasil kesepakatan dari Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1995 silam.

Hari Toleransi Internasional ditetapkan pada 1996 oleh Majelis Umum PBB berdasarkan resolusi 51/95. Penetapan 16 November sebagai Hari Toleransi Internasional disetujui negara-negara anggota PBB di konvensi tersebut.

Penetapan Hari Toleransi Internasional ini merupakan tindak lanjut dari peringatan Tahun Toleransi PBB yang dirayakan pada 1995. Hal ini juga melihat sejumlah kasus intoleransi di berbagai negara, mulai dari diskriminasi ras, intoleransi agama, kekerasan, konflik ras, ketidakadilan terhadap minoritas, dan yang lain.

Melansir laman Kemenag, Menag Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat memeringati Hari Toleransi Internasional. Menurutnya, inti peringatan ini adalah merayakan keberagaman dan toleransi dalam wujud nyata, serta untuk memastikan bahwa semua orang memahami pentingnya memberi ruang satu sama lain.

“Setiap kita perlu terus menumbuhkan kesadaran bahwa keragaman agama, bahasa, budaya, dan etnis bukanlah dalih untuk konflik, tetapi kekayaan umat manusia. Keragaman adalah kekayaan,” ujar Menag di Jakarta, Selasa, 16 November 2021, dikutip dari kemenag.go.id (16/11).

Ditambakan Menag, Keragamaan adalah potensi bagi kita untuk saling mengenal dan berkolaborasi dalam kebaikan dan mewujudkan kemaslahatan bersama. Sebab, mereka yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan.

Baca Juga: Hari Toleransi Internasional: Sejarah dan Tema Tahun 2021

Menurut Menag, Kementerian Agama tengah berupaya melakukan penguatan moderasi beragama. Ada empat indikator dalam penguatan moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan ramah terhadap tradisi.

Moderasi Beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama dengan cara mengimplementasikan esensi ajaran agama yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan berlandaskan prinsip adil, berimbang dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.

“Moderasi beragama bukanlah upaya memoderasikan agama, melainkan memoderasi pemahaman dan pengamalan kita dalam beragama,” tandasnya.

Menag berharap ASN, utamanya di Kementerian Agama, bisa menjadi pelopor dalam penguatan moderasi beragama. Menag juga mengajak para tokoh agama, akademisi, tokoh pemuda, dosen, guru, dan penyuluh agama, serta kalangan milenial untuk bersinergi dalam diseminasi dan gerakan meningkatkan toleransi antarumat melalui semua saluran.

“Perbedaan adalah fitrah,” tandasnya.

Melawan Intoleransi

Hari Toleransi Internasional ini dapat memperkuat toleransi dengan menumbuhkan rasa saling pengertian antar budaya dan masyarakat. PBB dalam situs resminya menjelaskan mengenai beberapa cara untuk melawan intoleransi.

Mengutip ulasan detik.com, adapun beberapa cara melawan intoleransi adalah sebagai berikut:

 

Hukum

Pemerintah bertanggung jawab untuk menegakkan hukum hak asasi manusia, untuk melarang dan menghukum kejahatan kebencian dan diskriminasi serta untuk memastikan akses yang sama untuk penyelesaian sengketa.

Pendidikan

Penekanan yang lebih besar perlu diberikan pada pendidikan yang lebih banyak dan lebih baik.

Akses informasi

Cara paling efisien untuk membatasi pengaruh para penyebar kebencian adalah dengan mempromosikan kebebasan pers dan pluralisme pers, agar publik dapat membedakan antara fakta dan opini.

Kesadaran individu

Untuk memerangi intoleransi, individu harus menyadari hubungan antara perilaku mereka dan masyarakat di lingkungan mereka.

Solusi lokal

Ketika dihadapkan pada eskalasi intoleransi di sekitar kita, kita tidak boleh menunggu pemerintah dan lembaga bertindak sendiri. Kita semua adalah bagian dari solusi. [kemenag/detik]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed