by

Hamas: Pembantaian Israel di Jalur Gaza adalah Impotensi Kegagalan Musuh

Kabar Damai I Minggu, 16 Mei 2021

Gaza I kabardamai.id I Israel masih terus melancarkan serangan ke Palestina, terutama ke Kota Gaza, sejak 5 hari yang lalu. Israel mengklaim, serangan mereka hanya menargetkan personel Hamas. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan, banyak warga sipil yang menjadi korban jiwa.

Terkini, sebagaimana dilaporkan oleh Aljazeera, jumlah korban jiwa akibat serangan Israel telah mencapai 140 orang. Puluhan di antaranya adalah anak-anak. Israel juga menghancurkan 3 tempat penting milik Hamas di Jalur Gaza sebagai respons atas ribuan roket yang dikirimkan Hamas ke wilayahnya. Israel dilaporkan juga telah meledakkan kantor media-media internasional di Kota Gaza pada hari ini.

Serangan bertubi-tubi Israel terhadap Palestina dimulai sejak pekan lalu ketika aparat keamanan Israel membubarkan paksa jemaah salat tarawih di kawasan Yerusalem Timur. Israel mengklaim, seluruh wilayah Yerusalem adalah ibu kotanya sehingga mereka berhak melakukan apa pun di wilayahnya.

Amerika Serikat Terus Bungkam

Sejumlah negara tetangga baik Turki dan Rusia kompak akan melawan Israel, menyusul serangan yang secara terus-menerus yang mengakibatkan ratusan warga Palestina terluka hingga meninggal dunia. Namun, Amerika Serikat malah tak bergeming dan tidak mengupayakan untuk mendorong Israel menyudahi aksinya tersebut.

Nabil Abu Rideineh, juru bicara Presiden Mahmoud Abbas, ia mengatakan bahwa diamnya pemerintah Amerika Serikat mendorong kejahatan perang Israel di Jalur Gaza, Yerusalem, dan Tepi Barat.

“Keheningan pemerintah AS mengenai apa yang dilakukan Israel dan menggambarkannya sebagai pertahanan diri telah menyebabkan pembantaian di Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem,” kata Abu Rideineh.

Sebelumnya, Abu Rideineh juga mendesak pemerintah AS untuk secara aktif ikut campur tangan, jika AS tertarik pada perdamaian dan keamanan regional dan internasional untuk menghentikan Israel yang tak kenal lelah dan dengan gencarnya menyerang Jalur Gaza.

“Israel, yang melancarkan perang melawan rakyat Palestina, tanah mereka dan situs suci mereka, menyeret kawasan itu ke dalam situasi di mana tidak ada yang dapat menanggung akibatnya dengan merugikan kepentingan kawasan dan dunia,” kata Abu Rideineh.

Di sisi lain, sebagaimana dikabarkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat membuat pernyataan sikap terkait konflik Israel dengan Palestina yang semakin memanas beberapa hari terakhir ini.

Baca Juga: Hanan Ashrawi: Israel Sengaja Memprovokasi Warga Palestina

Mulai dari adu serangan udara mematikan terjadi antara militer Israel dan para pejuang Hamas di Tel Aviv dan Gaza. Bahkan, serangan ini telah menewaskan 35 orang Palestina dan 3 orang dari Israel.

Namun, dalam menanggapi hal tersebut, Pemerintah Amerika Serikat ternyata memberikan izin terhadap Israel untuk melakukan serangan sporadis ke Palestina.

Bahkan, menurut mereka serangan udara yang dilancarkan oleh Israel merupakan bentuk pertahanan keamanan negara dari serangan yang juga dilakukan kelompok pejuang Palestina yakni Hamas.

Pemimpin Hamas mengatakan pembantaian Israel di Jalur Gaza “mengungkapkan impotensi dan kegagalan musuh dan dilema yang dihadapinya karena perlawanan besar.”

Iran Bantu Kembangkan Senjata Hamas

Menurut pejabat intelijen Barat, Iran telah memainkan peran kunci dalam konflik Palestina dan Israel dengan membantu mengembangkan senjata Hamas, kelompok militan Palestina. Para pejabat percaya bahwa bantuan teknologi Iran telah menghasilkan peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan senjata Hamas untuk menyerang sasaran yang berjarak jauh ke wilayah Israel.

Senjata Hamas tersebut diperkirakan dibuat di Gaza dengan rancangan Iran, seperti yang dilansir dari The Sun pada Sabtu (15/5/2021). Hamas secara historis mengandalkan roket Qassam jarak pendek, yang memiliki jangkauan sekitar 6 mil (9,6 km) untuk menyerang Israel. Namun dalam serangan ke Israel terbaru, Hamas telah menggunakan roket jarak menengah dengan jangkauan 25 mil, serta roket M-75 dan J-80 dengan jangkauan yang lebih jauh, yaitu antara 50-60 mil (80,5 km – 96,5 km).

Komandan senior dari kelompok Hamas diyakini telah melakukan kunjungan rutin ke Iran, di mana mereka telah menjalani pelatihan dalam produksi dan pengoperasian sistem senjata canggih. Baca juga: Yasser Arafat: Tokoh Perjanjian Damai untuk Tanah Palestina atas Konflik dengan Israel Kunjungan tersebut diyakini juga meliputi pemeriksaan fasilitas produksi roket yang dikendalikan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Berita tentang bantuan Iran untuk senjata Hamas muncul hanya sehari, setelah pasukan Israel mengubur hidup-hidup pasukan militan Palestina tersebut, dengan menipu mereka menuju lokasi bawah tanah. Kemudian, membombardir jaringan terowongan itu. Israel men-tweet melalui akun Israel Defense Forces (IDF) bahwa serangan di Jalur Gaza sedang berlangsung. Pasukan Hamas buru-buru untuk mengambil senjata tersembunyi untuk mempersiapkan serangan pasukan Israel berdasarkan petunjuk tweet tersebut.

Namun, tweet tersebut ternyata palsu. Seketika serangan udara diluncurkan menghancurkan bungker dengan 150 target. Baca juga: Kenapa Palestina Tidak Punya Tentara? Laporan The Hamas Metro, puluhan orang diyakini tewas ketika terowongan itu diserang dengan 450 rudal dalam 40 menit dan lebih dari 160 pesawat memimpin penyerangan. Petinggi pasukan Israel lalu, mengumumkan operasi “kompleks” telah berhasil.

Selama konflik antara Palestina dan Israel beberapa hari terakhir, roket Hamas telah menghantam beberapa kota besar Israel, seperti Tel Aviv dan Lod. Mereka telah fokus pada target tertentu, seperti bandara utama Ben Gurion, sebuah langkah yang mendorong sejumlah maskapai penerbangan besar untuk membatalkan penerbangan sebagai tindakan pengamanan. Kolaborasi antara Hamas dan Iran telah berkembang selama 5 tahun terakhir, salah satunya adalah memberikan dukungan pendanaan dan intelijen kepada kelompok tersebut.

Kelompok Palestina berusaha untuk meningkatkan kemampuan militernya setelah kekalahan dahsyat dari Israel pada 2014. Saat itu, militer Israel melancarkan serangan darat yang bertujuan untuk menghancurkan infrastruktur teroris Hamas.

Seorang pejabat senior intelijen Barat berkata kepada The Daily Telegraph, “Kolaborasi antara Iran dan Hamas telah menghasilkan organisasi memiliki senjata yang jauh lebih efektif”. “Bantuan Iran (senjata Hamas) telah menghasilkan peningkatan yang signifikan terkait tingkat jangkauan, presisi, dan kerusakan dari serangan yang dapat ditimbulkan oleh senjata tersebut,” ungkap senior tersebut. Hamas telah meluncurkan lebih dari 1.800 roket dari jalur pantai Palestina yang diblokade pekan ini.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, tindakan ini tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.

Penulis: Ai Siti Rahayu

Diolah dari berbagai sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed