by

Gotong Royong Menciptakan Media Kebudayaan yang Berkualitas

Kabar Damai I Minggu, 05 September 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Budaya merupakan identitas suatu bangsa, oleh karenanya selalu diagungkan dan dijunjung tinggi oleh masyarakat yang ada. Menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya sendiri memang menjadi sebuah keharusan mengingat urgensi yang ada didalamnya juga begitu besar.

Budaya merupakan cara hidup dalam masyarakat yang terus berkembang dan juga diturunkan dari generasi ke generasi. Budaya juga kompleks serta berpengaruh pada banyak aspek dalam masyarakat.

Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi menyatakan bahwa kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa serta karsa masyarakat. Hal ini senada dengan yang dinyatakan E.B Taylor dalam Soekanto yang menyatakan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup penegtahuan kepercayaan, kesenian, hukum, moral, adat istiadat dan kemampuan lain yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

Melihat pentingnya kebudayaan ini, komitmen untuk memahami dan juga merawatnya juga harus sama besarnya. Hal ini juga sejatinya tidak boleh hanya dilakukan oleh satu atau dua orang saja melainkan melibatkan semua golongan.

Melalui upaya sadar tersebut, Kemendikbudristek yang akan segera meluncurkan Merdeka Belajar Episode Ketiga Belas: Merdeka Berbudaya dengan Kanal Indonesiana pada pukul 13.30 WIB melalui YouTube Kemendikbud RI juga sekaligus konsen tentang bagaimana menciptakan media kebudayaan bagi masyarakat.

Jelang peluncuran tersebut, sejumlah pemangku kepentingan urun pendapat terkait pentingnya masyarakat memiliki saluran media khusus kebudayaan Indonesia. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, misalnya, mengatakan, akan sangat baik apabila ada kanal khusus yang menayangkan kebudayaan lokal.

Baca Juga: Kontribusi Madrasah dalam Kerukunan Umat Beragama: Pendekatan Literasi Keagamaan Lintas Budaya

Sebab, nilai-nilai budayalah yang dibutuhkan anak-anak saat ini sebagai bekal masa depannya. “Masyarakat yang kaya pengetahuan dan pemahamannya tentang budaya, serta lebih menghargai toleransi, kemajemukan, dan kebinekaan akan sangat baik untuk masa depan bangsa kita,” tegas Ridwan.

Senada dengan pernyataan Gubernur Jawa Barat, Samuel Simanjuntak yang seorang mahasiwa berharap ada satu kanal yang dibuat untuk menampilkan budaya Indonesia. “Karena dari kanal itu kita bisa melihat begitu kerennya, begitu uniknya Indonesia dengan keberagaman budaya yang harus dilestarikan pemuda-pemudi Indonesia,” tuturnya.

Turut menyampaikan aspirasinya adalah Ketua Pusat Dokumentasi Arsitektur, Ria Febrianti. Ria mengungkap, di antara derasnya informasi budaya dari berbagai lini media daring, sayangnya tidak dibarengi dengan ketersediaan pilihan tayangan budaya yang berkualitas melalui siaran televisi.

“Tayangan televisi dengan narasi kewarisan budaya mustinya menjadi garda terdepan pembangunan karakter anak bangsa yang cinta tanah air dan bangga akan warisan budaya yang erat akan nilai adi luhung sejak masa lampau hingga saat ini,” tutur Ria.

Sebagai seorang guru sejarah, Sumardiansyah, juga berharap ada satu program dari televisi khusus yang membahas mengenai kebudayaan. Sebab, disadarinya kemajemukan budaya merupakan identitas bangsa Indonesia.

Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Mendikbudristek dalam keterangan tertulisnya mengatakan, “Selalu menghadirkan terobosan adalah semangat yang sekarang menjadi nilai kami di Kemendikbudristek. Kami terus berupaya untuk menghadirkan solusi-solusi baru untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mewujudkan cita-cita Merdeka Belajar dan Merdeka Berbudaya”.

Dipandu oleh Andovi Da Lopez dan Memes Prameswari, peluncuran Merdeka Belajar Episode Ketiga Belas: Merdeka Berbudaya dengan Kanal Indonesiana akan menghadirkan Mendikbudristek, Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian, penggiat budaya Didik Nini Thowok, penyanyi Vira Talisa, serta penampilan dari Alffy Rev.

Penulis: Rio P

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed