by

Generasi Muda Harus Berani Suarakan Anti Radikalisme dan Anti Terorisme

Kabar Damai  | Jumat, 29 Oktober 2021

Garut (PMD-BNPT) | kabardamai.id | Kelompok radikal masih terus berupaya untuk menyebarkan paham radikal di tengah-tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat beberapa waktu lalu dimana sebanyak 59 orang yang sebagian besar anak-anak usia muda di Garut dibaiat oleh kelompok radikal Negara Islam Indonesia (NII). Dimana kelompok radikal NII berupaaya merongrong bangsa Indonesia dengan mengganti ideologi bangsa ini dengan sistem ideologi Khilafah.

Tindakan dan perbuatan maupun ideologinya yang dilakukan NII tersebut tentunya bertentangan dengan janji konstitusi yang sudah menjadi kesepakatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yaitu empat konsesnsus nasional Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 45. Untuk itu generasi muda atau generasi milenial diharapkan untuk selalu waspada terhadap adanya penyebaran ideologi tersebut dan bisa menjadi ujung tombak dalam menyuarakan anti radikalisme dan anti terorisme.

Hal tersebut dikatakan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM, saat melakukan silaturahmi sekaligus memberikan pembekalan pada acara Rapat Pimpinan Daerah Pemuda KNPI Kabupaten Garut tahun 2021. Acara yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Garut ini berlangsung di Cilompang Adventure Camp, Garut, Rabu (27/8/2021) malam.

“Kepada generasi muda terutama KNPI yang ada di Kabupaten Garut. dimana sebagai generasi muda kita harapkan bisa menjadi garda terdepan dalam membangun harmoni bangsa bahwa para pemuda harus berani menyuarakan anti radikalisme maupun anti terorisme termasuk anti narkoba dan juga anti korupsi atau anti apapun yang menjadi musuh negara,” ujar Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid.

Oleh karena itu menurutnya, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober dirinya terus menjalin silaturahmi untuk memupuk dan membangkitkan semangat para generasi muda yang ada di Garut ini untuk menunjukkan bahwa bangsa ini adalah bangsa yang hebat.

“Bangsa kita ini adalah bangsa yang sangat kaya raya, dimana sangat beragam dan juga sangat majemuk yang harus kita jaga dengan persatuan, toleransi, keharmonisan untuk menuju Indonesia emas di tahun 2045 mendatang. Dan generasi milenial atau generasi muda adalah Garda terdepan untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang aman, damai, maju dan sejahtera,” ujar alumni Akpol tahun 1989 ini.

 

Waspadai Proxi di Era Globalilasi

Untuk itu mantan Kabagbanops Detasemen Khusus (Densus)88/Anti Teror Polri ini meminta kepada para

generasi muda yan gada di Kabupaten Garut untuk mewaspadai segala bentuk proxy yang ada di era globalisasi ini, baik itu proxy ideologi yang menjadi utama yakni ideologi radikalisme dan terorisme. Yang mana hal tersebut masih disebarkan kelompok Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), maupun kelompok Negara Islam Indonesia (NII).

“Yang mana kelompok-kelompok tersebut anti terhadap ideologi Pancasila, anti terhadap persatuan dan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia ini. Di mana kelompok-kelompok tersebut ingin mendirikan Negara agama menurut versi mereka,” ujarnya.

Mantan Kapolres Gianyar ini menjelaskan bahwa ideologi radikal ini adalah ideologi takfii yang mana hal itu adalah virus yang bisa memapar terhadap siapa saja, terutama para generasi muda. Maka dari itu para generasi muda ini harus di bentengi dan harus di berikan vaksinasi ideologi dengan pemahaman keagamaan, wawasan kebangsaan yang baik dan benar.

Baca Juga: Mentradisikan Literasi sebagai Upaya Mencegah Radikalisme

“Sehingga hal itu bisa menjamin para generasi muda untuk bersikap toleransi, bersikap kebhinekaan ataupun persatuan serta konsisten terhadap konsensus nasional yaitu Pancasila UUD 1945 Bhineka Tunggal Ika dan NKRI harga mati,” ujarnya.

Untuk itu dirinya meminta para generasi muda untuk berani bersuara, dengan wajib menjadi buzzer dan influencer terutama di dunia maya. Yang mana hal itu bertujuan untuk menyuarakan persatuan, menyuarakan toleransi, menyuarakan cinta terhadap tanah air dan bangsanya

“Selain itu generasi muda juga harus bisa menyuarakan bangganya dan paham terhadap jati diri bangsanya. Generasi muda juga harus mau menyuarakan untuk akhlakul karimah, untuk mendukung negara, pemimpin dan pemerintahannya serta bersikap kritis terhadap segala sesuatu yang memang harus dikritisi,” ujarnya.

Saat memberikan pembekalan pundirinya mengimbau kepada para generasi muda untuk berhenti mengikuti ustad atau tokoh yang menyebarkan paham radikal dan intoleran baik di lingkungan sosial maupun media sosial.

“Jangan lagi mem-follow ustad ataupun tokoh-tokoh yang berpaham radikal yang suka mengadu domba, memprovokasi yang akhirnya kalian nanti malah terpecah belah. Karena sejatinnya tidak ada tokoh atapun ustad yang mengajarkan kekerasan, mengadu domba atau memprovokasi bahkan melakukan ujaran kebencian,” ujar mantan Kadensus)88/Anti Teror Polda DIY ini.

 

Peran Serta Generasi Muda

Dirinya juga berpesan kepada para generasi muda untuk selalu ikut berperan serta dalam menangkal radikalisme dan terorisme dengan cara militan yaitu dengan menangkal sebaran hoax dan propaganda dengan aktif menyebarkan konten persatuan dan toleransi.

“Follow ustad dan tokoh yang moderat, toleran dan damai serta cinta NKRI dan Pancasila baik di ligkungan sosial maupun media sosial. Sehingga kita semua wajib menjadi buzzer dan influencer bagi perdamaian persatuan, toleransi dan kebhinekaan dalam keberagamanan,” ujarnyua.

Sementara itu Wakil Ketua bidang Panpel KNPI bidang politik DPD KNPI Kabupaten Garut, Kalamullah Pandi menjelaskan bahwa tujuan digelarnya acara pada malam ini adalah untuk mengupgrade pikiran para pemuda di Kabupaten Garut. Hal ini agar mereka memiliki wawasan, baik itu wawasan kebangsaan, wawasan keagamaan dan lain sebagainya. Dimana hal itu tentunya menjadi PR materi bagi mereka..

“Karena mereka mereka yang hadir pada malam ini itu terdiri dari para pimpinan-pimpinan ataupun pengurus Ketua KNPI tingkat kecamatan yang ada di Kabupaten Garut Jadi mereka ini harus punya bekal ketika mereka berada di lingkungan Kecamatan untuk bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat di masing-masing daerahnya,” ujar Kalamullah.

Pria yang juga menjadi Ketua Panitia Pelaksana pada acara tersebut mengatakan bahwa selama ini pihaknya selalu ada kegiatan rutin mengenai wawasan kebangsaan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara sudah merupakan satu satunya ideologi yang tidak bisa diganggu gugat.

“Sehingga kita tidak menginginkan ada anggota yang berada di naungan KNPI yang terpapar terhadap paham-paham yang bisa menyesatkan negara kita,” ucapnya mengakhiri..

Dalam kesmpatan yang sama, Ais Adidah yang turut menjadi peserta pada acara tersebut mengatakan bahwa dirinya bersyukur bisa mendapat pemantapan tentang bahaya radikalisme dan terorisme.

Meski radikal terorisme menurutnya bukanlah isu yang baru, tetapi apa yang telah disampaikan oleh Direktur Pencegahan BNPT itu telah memguatkan apa yang telah ia yakini bahwa radikalisme dan terorisme itu memang menjadi PR untuk dilawan secara Bersama-sama.

“Tadi dijelaskan sudah cukup lengkap mengenai ciri-cirinya penyebaran paham radikal terorisme dan upaya kita lakukan untuk mencegahnya mulai dari penyadaran diri lalu ke keluarga. Dan sebisa mungkin juga kepada teman-teman kita, dimana kita wajib untuk mengingatkan kepada teman-teman terindikasi mulai terpapar paham radikalisme tersebut,” ujarnya.

Turut mendampingi Direktur Pencegahan dalam kesempatan tersebut yakni Kasubdit Kontra Propaganda BNPT, Kolonel Pas. Drs. Sujatmiko dan para staf. [damailahindonesiaku.com]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed