by

Gandeng Sekda Yogyakarta, BPIP Bumikan Pancasila di Yogyakarta

Kabar Damai | Sabtu, 25 September 2021

Yogyakarta | kabardamai.id | Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama Sekretaris Daerah Khusus Yogyakarta menjalin kerja sama dalam upaya membumikan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal itu dilakukan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat khususnya Yogyakarta dalam memberikan pemahaman serta implementasi nilai-nilai Pancasila wilayah tersebut..

Melansir dari laman BPIP, Sekretaris Daerah Yogyakarta Drs R Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, Yogyakarta merupakan kota yang banyak didatangi dan tinggal dari daerah lain khususnya mahasiswa dari luar daerah untuk berkunjung dan melihat suasana Kota Yogyakarta.

Dalam kerja sama dengan BPIP tersebut, terdapat banyak manfaat dalam bergotong royong untuk mengimplementasikan Pancasila kepada masyarakat yang nantinya mampu diterapkan kepada masyarakat.

“Dengan Pancasila ini menjadi salah satu upaya kita dalam mengimplementasikan Pancasila dengan bergotong royong bersama BPIP. Agar  satu persepsi tentang budaya dan tentang nilai-nilai keutamaan Pancasila bisa sampai kepada masyarakat,” terangnya dikutip dari bpip.go.id (23/9).

Kadarmantara juga menjelaskan, bahwa Yogyakarta sudah memiliki kegiatan dalam mengimplementasikan Pancasila di tengah masyarakat, melalui program Sinaru Pancasila.

Program tersebut dilakukan melalui balai diklat yang dimiliki oleh Pemerintah DIY untuk melaksanakan diklat kepada masyarakat khususnya mahasiswa dan pelajar yang ada di Yogyakarta  dan sekitarnya.

“Balai Diklat yang dimiliki oleh Pemerintah DIY cukup representatif untuk melaksanakan Diklat ke depannya. Apabila BPIP mau melaksanakan Diklat PIP untuk aparatur sipil negara dan nantinya, pelaksanaan diklat PIP di DIY akan dikoordinasikan dengan OPD terkait. Misalnya akan mendiklat mahasiswa atau pelajar, maka akan kami koordinasikan dengan dinas Pendidikan terkait serta Ruang lingkup bisa dilaksanakan semua. Kami sangat mendukung semua tujuan kerja sama yang disusun oleh BPIP ini,” bebernya.

 

Kolaboratif, Integratif dan Sinergis

Sementara itu, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Dr. Baby Siti Salamah, M.Psi., menjelaskan, kegiatan silaturahmi ini merupakan upaya strategis untuk membangun serta gotong royong yang kolaboratif, integratif dan sinergis dalam penyelenggaraan Pembinaan Ideologi Pancasila terutama melalui penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila atau Diklat PIP.

“Pembinaan Ideologi Pancasila merupakan kegiatan yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan terpadu untuk melaksanakan, menanamkan, dan menjaga nilai Pancasila agar dapat ditegakkan dan diterapkan oleh seluruh elemen bangsa di segala bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” terangnya saat membuka kegiatan “Kunjungan kerja kepada Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Rangka Membangun Gotong Royong Nasional dalam Penyelenggaraan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila,  Kamis (23/09).

Baby mengaku bahwa keberhasilan dalam menegakkan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila di berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui pelaksanaan program Diklat PIP yang sudah dilakukan di berbagai Kota sejak tahun kemarin.

“Sehingga kita memerlukan gotong royong nasional lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan komponen bangsa lainnya. Agar tujuan utama dari Pembinaan Ideologi Pancasila adalah pembangunan karakter bangsa (nation and character building) untuk mewujudkan SDM Indonesia yang unggul yang berjati diri Pancasila sebagai aktor utama pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara sebagaimana dimandatkan oleh konstitusi dasar kita,” paparnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Gubernur DIY turut hadir, Drs R Kadarmanta Baskara Aji, Sekretaris Daerah DIY/ SEKDA, Drs Beny Suharsono Msi, Kepala Bappeda DIY, Amin Purwani SH, ME.c Dev, Kepala Badan Kepegawaian Daerah DIY, Dewo Isnu Broto Imam Santoso SH Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY, Hari Edi Tri Wahyu Nugroho SIP, MSi, Kepala Biro Tata Pemerintahan DIY, dan  Kepala Badiklat: Pak YB. Jarot Budi Harjo.

Hadir pula Kepala Bidang Pengembangan Kemitraan dan Kerjasama Srihardono, sementara BPIP dihadiri Direktur Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Drs. H. Sahlan, M. Si, Direktur Perencanaan dan Kerja Sama Pendidikan dan Pelatihan Sadono Sriharjo, S.T., M.M, dan Direktur Standarisasi dan Kurikulum Pendidikan dan Pelatihan Dr. Heri Hermawan, M.S.i.

Direktur Standarisasi Materi dan Metode Aparatur Negara Aris Heru Utomo, SH., MBA., M. Si. Kasubdit Hubungan Antar Kementerian/Lembaga Eko Boedijanto ST., MT, Kasubdit Perencanaan dan Kerja Sama Diklat I Dr. M. Alishahdani Ibrahim, S.E., M.Ak. juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

 

Jejaring Panca Mandala Memperkuat Pembumian Pancasila

Sebelumnya, pada April 2021 lalu, BPIP juga membuka diskusi terpumpun ‘Penguatan Jejaring Panca Mandala (JPM)’ di Wisma MM, Kampus UGM Yogyakarta, Ahad (11/4). Diskusi lanjutan selama tiga hari tersebut membahas optimalisasi JPM di Lampung, Sumatera Selatan, Banten, Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Plt. Deputi Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Adji Samekto mengingatkan fungsi JPM. Yakni mitra BPIP dalam berkumpul, berbagi pengalaman, dan berkoordinasi di daerah.

“Terutama dalam menjaga dan mengembangkan pemahaman ideologi Pancasila. JPM jadi wadah koordinasi dalam pembinaan,” tandas Adji, dikutip dari replubika.co.id (13/4).

Senada, Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerjasama BPIP Elfrida Herawati menegaskan peran kuat JPM dalam pembumian Pancasila.

“Ada lima daerah yang sudah deklarasi, dan segera terbentuk di daerah lain. Di Sumatera ada dua, lalu Banten, Yogya, dan Jawa Tengah,” ungkap Elfrida.

“Kita berharap, jejaring ini wadah berkumpul, berbagi tips, koordinasi, kerja sama menjaga harmoni sosial, terkait pembinaan ideologi Pancasila. Apa yang sebelumnya tidak tampak karena bekerja sendiri-sendiri, setelah berjejaring menjadi pengalaman nyata dalam pemecahan problem sosial,” tutur dia melanjutkan.

Elfrida menambahkan peran penting lain.

“JPM merangkul lima unsur. Yakni organisasi kemasyarakatan, media massa, swasta atau dunia usaha, akademisi, dan pemerintah daerah. Saya meyakini, Sumatera Selatan yang dikenal sebagai wilayah zero conflict mampu mengemban misi BPIP untuk membumikan Pancasila,” tuturnya.

 

Semudah Mendengarkan Musik

Sementara itu, dalam sesi diskusi ‘Bedah Musik Kebangsaan’ di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang-Banten, Kamis (23/9), mengemuka bahwa memahami Pancasila bukan perkara sulit. Semudah menjalani keseharian atau saat menikmati alunan musik. Alhasil, semangat cinta Tanah Air bisa dilakukan kapan dan dimana saja.

Acara Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Lewat Musik itu kali ketiga digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerjasama dengan Sinergy of Indonesia dan Indonesia Care (komunitas seniman/musisi).

Plt. Sestama BPIP Karjono menyebut, sejatinya mahasiswa sudah khatam Pancasila secara akademik. Bahkan bisa lebih mudah lagi diinterpretasikan.

“Tidak semua orang pintar pasti benar, atau lebih baik orang benar tapi tidak pintar. Tinggal bagaimana kita mengolah, membumikan Pancasila agar bangsa kita tidak digerogoti pengaruh negatif,” ujarnya.

Karjono menegaskan, musik adalah saluran sosialisasi Pancasila yang efektif asalkan dikelola secara kreatif.

“Saya suka reggae, tapi lebih suka lagi bergoyang nyanyi lagu-lagu daerah. Apapun itu, musik adalah instrumen perekat kebangsaan,” tuturnya.

Baca Juga: BPIP dan Kemenag Sinergi Tanamkan Nilai-nilai Pancasila

Ketua Komisi II DPR dan Founder Sinergy of Indonesia, Ahmad Doli Kurnia menyebut banyak lagu hit nasional sejatinya memiliki lirik visioner kebangsaan. Dia mencontohkan lagu Rayuan Pulau Kelapa yang ditulis Ismail Marzuki.

“Lagu ini kala itu salah satu penanda kedekatan Indonesia dan Rusia dalam memperingati hubungan diplomatik kedua negara yang telah berjalan selama 70 tahun. Lirik lain juga soal cinta Tanah Air,” terang Doli.

Rayuan Pulau Kelapa jadi salah satu lagu nasional yang diaransemen ulang dalam album Nyanyian Rumah Indonesia kerjasama Sinergy of Indonesia dan Indonesia Care. “Lagu ini dinyanyikan reggae oleh almarhum Steven Coconut Treez. Semoga legenda reggae kita ini khusnul khotimah, dan perjuangannya diteruskan,” harap Doli.

Cara Kreatif Tangkal Intoleransi dan Radikalisme

Sahabat Steven, Conrad GV menambahkan, Pancasila pada prinsipnya sederhana. Yakni ada dan cara kita berada.

“Saya lahir di Flores. Dan kami orang Ende sangat bangga menjadi orang Indonesia,” ujar Conrad.

Sebelumnya, lanjut dia, para musisi terkotak-kotak menyoal Pancasila. Namun faktanya, masih ada musisi yang rajin berdiskusi dan mencari solusi menyuarakan Pancasila yang digemari milenial.

Sementara itu, Pakar Kebijakan Publik dari Untirta Harits Wicaksana menilai Bedah Musik Kebangsaan adalah langkah cerdas BPIP. Sosialisasi Pancasila yang kreatif untuk menangkal radikalisme dan intoleransi.

‘Bedah Musik Kebangsaan’ di Untirta diikuti secara luring dan daring oleh para mahasiswa. Hadir pula Wakil Kepala BPIP Haryono, Rektor Untirta Fatah Sulaiman, Deputi I BPIP Prakoso serta sederet musisi. [bpip/republika]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed