by

Forum Peduli Lombok Kecam Kasus Kerusuhan Terhadap Umat Budha di Mareje

Kabar Damai | Selasa, 10 Mei 2022

Yogyakarta I Kabardamai.id I Peristiwa pembakaran 6 rumah warga di kantor sekretariat Lembaga Pembinaan Keagamaan Buddha (LPKB) di Desa Mareje, Kecamatan Lembar, Lombok Barat pada hari Selasa, 3 Mei 2022 malam yang berawal dari ketegangan di saat pawai malam takbiran, Minggu 1 Mei 2022 dan ketegangan susulan yang terjadi Selasa, 3 Mei 2022.

Hal ini menunjukkan kepada kita semua betapa rapuhnya bangunan hidup bersama di tingkat akar rumput di negeri ini. Peristiwa ini menyebabkan 915 mengungsi hingga saat ini. Selain itu, 2 lumbung padi, 1 kios,10 unit sepeda motor, 1 unit kendaraan roda tiga, turut hancur dalam kejadian tersebut.

Tragedi kerusuhan ini menambah kepada kita daftar panjang kekerasan berlatar perbedaan keyakinan di negeri ini, secara lebih khusus di daerah Lombok Barat, provinsi NTB. Fenomena kekerasan yang tak pernah tuntas ini menandakan adanya rekaman kebencian yang bekerja membentuk keretakan dan ketegangan antar masyarakat.

Baca Juga: Kondisi KBB di Indonesia Periode 2017-2021 dalam Universal Periodic Review (UPR) Indonesia 2022”

Rekaman kebencian yang sama seringkali terus diperkuat melalui peristiwa, kisah, dan narasi yang bekerja di akar rumput. Peristiwa kekerasan juga menunjukkan lemahnya pemahaman rakyat atas nilai-nilai kolektif yang merekatkan rakyat Indonesia sebagai satu bangsa, Pancasila. Ironisnya, narasi kebencian juga menyediakan tanah yang subur bagi manipulasi kepentingan politik oleh sekelompok pihak tertentu.

Kekerasan di Mareje ini telah mendorong jaringan masyarakat pejuang keberagaman dan toleransi untuk menyatakan sikap berikut :

  1. Menyatakankeprihatinan atas terjadinya kerusuhan tersebut dan turut bersolidaritas kepada para korban kekerasan dan mereka yang kehilangan harta benda maupun sebagian haknya dalam peristiwa
  2. Berterimakasihdan mengapresiasi setinggi-tingginya upaya aparat, pemerintah setempat, dan pihak-pihak lain yang sudah dengan cepat tanggap menangani peristiwa ini.
  3. Mendesakkepada aparat untuk bertindak tegas kepada para pelaku kekerasan dan memberikan jaminan perlindungan rasa aman dan jaminan ketidakberulangan kasus kekerasan dalam bentuk apapun bagi para korban dan kelompok-kelompok rentan lain di kawasan
  4. Mendesaksemua pihak untuk berusaha membangun situasi masyarakat menjadi lebih kondusif dan damai.
  5. Mendorong kepada aparat untuk melakukan pengusutan dan penyelesaiantuntas kasus ini sampai kepada akar masalahnya termasuk tindakan hukum atas pelaku lapangan dan aktor intelektual di balik kekerasan
  6. Mendukung dan terus mendorong upaya Kementerian Sosial melalui dinasterkait untuk terus memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan bagi para pengungsi dan korban kekerasan
  7. mendorong kepada para pemuka agama dan masyarakat agar secara seriusberupaya memulihkan kembali ikatan sosial masyarakat dan membina

semangat damai baik di dalam komunitas internal para penganut agamanya maupun antar sesama anak bangsa

  1. Mendesak kepada seluruh masyarakat agar di era media sosial ini, bersama-sama mencegah lahirnya spiral kekerasan dengan tidak menyebarluaskan pesan kebencian, ujaran kekerasan, dan informasi provokatif lainnya, dan agar hanya mengakses sumber-sumber berita yang valid dan dapat
  2. Mendesak kepada negara untuk membersihkan aparatur sipil negara, militer,dan pejabat negara lainnya dari paham dan ajaran-ajaran yang bertentangan dengan

 

Sumber: Pernyataan Sikap Forum Peduli Lombok

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed