by

Forum Nusantara, Ajang Perkuat Perdamaian dan Kesetaraan Gender

Kabar Damai | Kamis, 12 Agustus 2021

Jakarta | kabardamai.id | Wahid Foundation bekerja sama dengan UN Women menyelenggarakan Webinar melalui Forum NUSANTARA (Gerakan Nasional Untuk Indonesia Damai, Adil, dan Setara) yang dihelat secara daring Selasa, 10 Agustus 2021.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas diseminasi praktik baik Aksi Desa/Kelurahan Damai dalam mengembangkan mekanisme pencegahan kekerasan berbasis gender dan ekstremisme kekerasan berbasis komunitas. Selain itu, juga untuk memperkuat sinergi antar lembaga organisasi masyarakat sipil dan Pemerintah.

Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan Talkshow Merawat Damai, Membangun Kesejahteraan, dan Mencegah Kekerasan: Belajar Bersama Desa/Kelurahan Damai.

“Desa Damai tidak hanya membangun interaksi secara positif dengan mereka yang memiliki nilai-nilai berbeda. Perempuan sebagai agen perdamaian juga dipastikan terlindungi dari ancaman kekerasan melalui mekanisme yang dibentuk oleh komunitas,” ujar Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid dalam sambutannya.

Ditambahkannya, Yenny menyampaikan bahwa forum NUSANTARA ini memang diinisiasi agar menjadi sarana untuk berbagi cerita di Desa Damai tentang praktik baik yang terjadi di Desa.

“Kami membekali Desa/Kelurahan dengan serial panduan Aksi Desa/Kelurahan Damai. Di samping itu, kami juga menyediakan layanan digital berbasis teknologi atau e-learning bagi yang mau belajar dan berlatih cara membangun Desa/Kelurahan Damai. Silahkan diakses di peacevillage.id,” terang Yenny.

Baca Juga: Forum Kesetaraan Gender di Paris Bahas Penguatan Hak-hak Perempuan

Sampai saat ini, sebanyak 14 Desa/Kelurahan Damai telah melakukan deklarasi dari total 30 Desa/Kelurahan Damai yang didampingi oleh Wahid Foundation sejak 2017. Pada kurun waktu 2020-2021, Desa/Kelurahan Damai merancang Rencana Aksi Desa/Kelurahan Damai untuk membangun mekanisme pencegahan kekerasan dan konflik dengan pendekatan keamanan insani dan responsif gender.

“Dengan memajukan kepemimpinan perempuan, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan melindungi perempuan dan anak perempuan dari kekerasan berbasis gender, inisiatif Desa Damai telah membentuk mekanisme inovatif untuk mencegah ekstremisme berbasis kekerasan di tingkat akar rumput. Bekerja sama dengan Wahid Foundation, UN Women akan terus mendukung komunitas untuk memberdayakan perempuan sebagai agen perdamaian,” ujar Jamshed Kazi, UN Women Representative and Liaison to ASEAN.

Luncurkan E-Learning dan serial Buku Panduan Aksi Desa Damai

Dalam acara tersebut, Yenny Wahid meluncurkan E-Learning dan serial Buku Panduan Aksi Desa/Kelurahan Damai dengan ditandai pukulan kentongan virtual. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan dengan Talkshow “Merawat Damai, Membangun Kesejahteraan, dan Mencegah Kekerasan: Belajar Bersama Desa/Kelurahan Damai“ serta pameran virtual Desa Damai yang bisa diakses virtualtour.peacevillage.id.

Dalam kesempatan ini juga hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati yang memberikan apresiasi dan dukungan atas program Desa/Kelurahan Damai yang diinisiasi oleh Wahid Foundation.

I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyoroti masih tingginya kekerasan yang dialami oleh perempuan. Selain itu hingga kini masih banyak ketimpangan gender sehingga menimbulkan diskriminasi sampai kekerasan gender. Bahkan dalam data yang diterima pada 2016, 1 dari 3 perempuan usia 16 hingga 54 tahun pernah mengalami kekerasan.

“Semoga dengan forum seperti ini kita bisa mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan keadilan dalam masyarakat,” kata I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam webinar tersebut.

“Dengan memajukan kepemimpinan perempuan, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan melindungi perempuan dan anak perempuan dari kekerasan berbasis gender, inisiatif Desa Damai telah membentuk mekanisme inovatif untuk mencegah ekstremisme berbasis kekerasan di tingkat akar rumput. Bekerja sama dengan Wahid Foundation, UN Women akan terus mendukung komunitas untuk memberdayakan perempuan sebagai agen perdamaian,” ujar Jamshed Kazi, UN Women Representative and Liaison to ASEAN.

Role Model Terbaik

Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Andhika Chrisnayudhanto mengatakan Program Desa Damai merupakan role model terbaik implementasi Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) di tingkat akar rumput.

Bahkan, menurutnya, bagusnya program ini bisa merangkul banyak pihak dan bisa bersinergi dengan berbagai aktor mulai dari pemerintah desa, kelompok perempuan, tokoh masyarakat, dan aparat desa.

“Apa yang diinisiasi oleh Wahid Foundation ini sudah sesuai dengan 3 pilar RAN PE, yaitu pilar pencegahan, penegakan hukum, dan pilar kemitraan dan kerja sama internasional. Kemudian program ini patut menjadi contoh bagi kita bagaimana RAN PE bisa diterima oleh semua masyarakat bahkan bisa bersinergi dengan melibatkan banyak pihak di tingkat lokal. Harapannya apa yang dilakukan oleh WF ini bisa juga diterapkan di daerah lain,” terangnya.

Kegiatan Wahid Foundation ini dihadiri 250 peserta yang terdiri dari Kementerian dan atau Lembaga Pemerintahan, Pemerintah Daerah di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Organisasi dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Kota Batu, Kabupaten Malang, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kota Solo, Kota Depok dan Kabupaten Bogor). Jaringan Organisasi Masyarakat Sipil di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, perwakilan dari 16 Desa/Kelurahan Damai dan Mitra Internasional.

Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah Tardi, dan Direktur Eksekutif Wahid Foundation Mujtaba Hamdi turut hadir pada kegiatan tersebut.

Acara ini terselenggara atas dukungan terhadap inisiatif Desa Damai dari Pemerintah Australia, Jepang, dan United Nations Human Security Trust Fund (UNHSTF) and Access to Justice Fund. [ ]

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed