by

Ford Foundation: Berharap Semangat Keberagaman SKPLA Meluas di Nusantara

Sambutan Bapak Alexander Irwan – Ford Fondation

Kabar Damai | Kamis, 30 Juni 2022

Jakarta | kabardamai.id | Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) didukung oleh Kementerian Dalam Negeri  dan Ford Foundation mengadakan Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama (SKPLA) untuk kaum muda seluruh Indonesia dari beragam suku, agama, dan juga budaya.

Dalam acara pembukaan Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama Angkatan 3,  Alexander Irwan selaku Direktur Regional Ford Foundation  mengucapkan selamat kepada 30 peserta yang berhasil lolos seleksi dari 46 pendaftar.

“Ford Foundation atas dukungan Dirjen Polpum Kemendagri merasa sangat senang, gembira, dan juga bangga dapat mendukung dan bekerjasama dengan ICRP dalam penyelenggaraan SKPLA yang sekarang sudah sampai pada angkatan yang ketiga. Bagi kami ini merupakan sesuatu yang luar biasa karena dalam waktu kurang dari setahun kerjasama ini telah menelurkan dua angkatan pemimpin-pemimpin muda lintas agama dari seluruh Indonesia,” tutur Alexander Irawan dalam membuka sambutannya pada acara Pembukaan SKPLA yang diadakan secara virtual melalui Zoom, Senin (21/06/22).

Angkatan yang ketiga ini berisikan 30 peserta, tergabung dalam kelas kepemimpinan ini yang akan mempelajari interaksi bersama, mendiskusikan nilai-nilai keberagaman yang sebetulnya harus menjadi prasyarat bagi pemimpin-pemimpin negara yang penuh keberagaman seperti Indonesia ini.

“Seperti yang kita ketahui bersama, kita bisa mendiskusikan panjang lebar dan mendalam. Tetapi, kalau kita lihat permukaan saja, bangsa ini masih banyak mengalami masalah-masalah yang berhubungan dengan toleransi keberagaman, terutama yang bersifat lintas agama. Misalnya, masalah pendirian rumah ibadah dan tata cara beribadah. Dari dulu sampai sekarang ini masih belum selesai. Selain itu juga, penghormatan terhadap simbol-simbol keagamaan selalu saja masih muncul hal-hal yang menimbulkan perbedaan pendapat bahkan konflik”, tutur beliau menjelaskan latar belakang sering terjadinya masalah lintas agama di negara ini, Senin (21/06/22).

Baca Juga: Kemendagri: Sekolah Kepemimpinan Pemuda Lintas Agama adalah Upaya Membangun Bangsa yang Toleran

Keberagaman dan toleransi merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian Ford Foundation di Indonesia. Ford Fondation percaya bahwa keberagaman budaya, etnisitas, agama dan latar belakang jika dikelola dengan baik akan menjadi aset bangsa yang mendorong pembangunan bagi Indonesia dan bukannya memecah belah.

Alexander dalam sambutannya berharap kepada anak-anak muda harus turun serta dan lebih aktif lagi untuk mulai berpartisipasi mengelola bumi ini karena masa depan milik generasi muda. Jangan sampai generasi-generasi tua ini terus menerus mempolitisir perbedaan untuk kepentingan politik mereka masing-masing, karena perbedaan-perbedaan ini harusnya dikelola dengan baik sehingga bisa menciptakan situasi di mana semua pihak bisa bertumbuh bersama dengan damai dan bisa saling mendukung.

Masalah-masalah toleransi dan masalah keagamaan ini bukan hanya ada dilingkup nasional tetapi juga regional bahkan bersifat global.

“Yang dihadapi oleh generasi muda ini juga lingkupnya sebenarnya tidak hanya dalam Indonesia tetapi secara regional dan global,” terangnya

Jika generasi muda mempersiapkan diri, dalam hal ini mempersiapkan diri bukan hanya nanti menjadi pemimpin-pemimpin atau influencer-influencer di dalam negeri tetapi juga di kawasan-kawasan regional dan juga global. Bagaimana toleransi terhadap keberagaman ini bisa dicapai itu tergantung dari pemimpin-pemimpin masa depan itu yang sekarang ini mampu memahami konteks perbedaan dan kaitannya dengan ruang demokrasi dan pembangunan bangsa.

“Oleh karena itu, kami sepenuh hati mendukung program ICRP ini untuk membangun para pemimpin muda masa depan. Saya yakin kalau hal-hal ini dilakukan dengan baik nanti anak-anak muda ini akan bisa memberikan solusi, bukan hanya untuk menyangkut Indonesia tapi juga lingkup regional atau global”, harapan Pak Alexander kepada generasi-generasi penerus bangsa yang akan memimpin negara ini di masa depan.

Sambutan Pak Alexander ditutup dengan memberikan harapan semoga kelas angkatan ketiga ini bisa dilaksanakan secara lancar dan para peserta bisa bermanfaat dan menyebarkan semangat keberagaman sehingga bisa menjadi snowball effect yang meluas ke seluruh nusantara.

 

Penulis: Nicholas Banjarnahor, Mahasiswa Filsafat dan Teologi STFT Jakarta.

Editor: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed