by

Filosofi Tema dan Logo Hari Santri 2021

Kabar Damai I Kamis, 23 September 2021

Jakarta I kabardamai.id I Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah merilis tema dan logo Hari Santri 2021, pada Selasa, 21 September 2021, di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama Jakarta.

Melansir laman Kemenag, acara tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Efendi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, perwakilan Kementerian/Lembaga, serta perwakilan ormas-ormas Islam.

“Terus terang saat membuat tema ini, saya tungguin langsung, Pak Menko. Diskusinya pun sampai tengah malam. Ternyata alhamdulillah, tema dan logo untuk Hari Santri ini filosofinya bagus sekali,” tutur Menag yang tampil mengenakan sarung batik layaknya busana kaum santri, Selasa, 21 September 2021.

 

Tema Hari Santri 2021

logo hari santri 2021
Logo Hari Santri 2021 – Sumber Foto: kemenag.go.id

Tema yang diusung dalam Hari Santri 2021 ini adalah  Santri Siaga Jiwa dan Raga.

“Ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia. Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren,” terang Menag Yaqut.

Gus Menteri menegaskan bahwa Siaga Jiwa bermakna pula bahwa santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Karenanya, santri tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia.

Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karenanya, santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia.

Baca Juga: Menag Yaqut Harap Santri Miliki Komitmen Seumur Hidup Bela Tanah Air

“Jadi, Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di era pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) sekarang ini, di mana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa) demi kepentingan bersama,” ujar Menag.

 

Logo Hari Santri 2021

Sementara, logo Hari Santri 2021 kali ini memiliki desain warna-warni yang memberikan kesan lebih fresh.

“Dan kalau kita perhatikan tiap bagian logo ini, menggambarkan berbagai aktivitas yang seringkali dilakukan kaum santri, dan filosofinya sangat dalam juga,” ungkap Menag.

Pertama, logo menggambarkan posisi sholat. Ini menggambarkan bahwa para kaum santri senantiasa berserah diri kepada Tuhan sebagai puncak dari kekuatan jiwa dan raga.

“Kedua, ada yang menggambarkan posisi sujud. Sujud sebagai aikhtiar dan ketulusan agar pandemi cepat berlalu,” tutur Menag.

Ketiga, lambang yang menunjukkan dua orang saling menangkupkan tangan. Ini menunjukkan kebersamaan yang memiliki makna bahwa santri selalu berkolaborasi, bersama dalam suka maupun duka.

Keempat, lambang yang menunjukkan simbol semangat. Ini merupakan keyakinan kaum santri bahwa dengan semangat dan kerja keras, segala sesuatu akan tercapai. Terakhir, menunjukkan simbol seseorang yang berbagi.

“Ini menunjukkan para santri berbagi untuk sesame, dan berbagi untuk Indonesia,” jelas Menag.

Ia menambahkan, bahwa warna-warni pada logo Hari Santri 2021 merupakan gambaran dari luapan semangat dan kolaborasi santri untuk mengabdi kepada negeri dan Ilahi Rabbi.

 

Serangkaian Kegiatan

Serangkaian kegiatan disiapkan untuk memperingati Hari Santri 2021 yang jatuh setiap 22 Oktober.

Pertama, Pesantren Virtual Exhibition. Kedua, Sayembara Santri Siaga Jiwa Raga. Ini merupakan ajang kompetisi bagi santri dan masyarakat umum tentang karya dan inovasi bertema kepesantrenan. Adapun jenis sayembara yang dilakukan, adalah sayembara VAKSIN  yang merupakan akronim dari Video Aksi Kiai-Santri Indonesia.

Ada juga sayembara “Surat Santri”.

“Di sini kita akan memberikan kesempatan bagi santri untuk mengekspresikan pemikiran dan harapan mereka melalui tulisan tangan yang ditujukan kepada Presiden dan atau Menteri Agama,” tutur Direktur Jenderal Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani

Ada juga “Challenge Selamat Hari Santri”. Sayembara ini memberikan kesempatan bukan hanya bagi santri, tapi juga masyarakat umum untuk turut memperingati Hari Santri 2021. “Sayembara challenge selamat hari santri ini terbuka untuk umum. Mereka bisa mengirimkan bentuk video kreasi ucapan Selamat Hari Santri 2021,” jelas Dhani.

“Untuk memperingati Hari Santri ini juga kita akan memberikan kesempatan Santri Sehari Menjadi Menteri. Sayembara ini bertujuan untuk melihat dan mengkader santri agar memiliki jiwa kepemimpinan,” imbuhnya.

Ketiga, dalam rangka Hari Santri 2021, Kemenag juga akan mengusung gerakan 22 Juta Masker untuk Santri. “Pemberian bantuan untuk pencegahan dan penanggulangan covid di pesatren. Ada pun jenis bantuan yang diberikan, berupa masker, hand sanitixer, thermogun dan vitamin,” ujar Dhani.

Kementerian Agama rencananya juga akan menggelar malam kebudaayan santri dengan pagelaran wayang kulit yang mengusung lakon “Semar Mbangun Pesantren”.

“Terakhir, ada Santriversary yang akan disiarkan langsung di media sosial Kemenag, pada 21 Oktober 2021. Sebagai puncak peringatan hari santri akan dilakukan Upacara Bendera pada 22 Oktober 2021. Seluruh kegiatan ini, akan dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan,” pungkas M. Ali Ramdhani. [kemenag.go.id]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed