by

Festival Peace Innovation Academy: Seni Untuk Keberagaman

Kabar Damai | Jumat, 20 Mei 2022

Jakarta I Kabardamai.id I The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia dan Konde.co, serta didukung oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (UN Women) menyelenggarakan Festival Peace Innovation Academy (PIA) yang akan dilaksanakan pada 14-24 Mei 2022.

Festival Peace Innovation Academy adalah sebuah festival seni yang digagas untuk menggaungkan suara perempuan serta menyorot isu perempuan, perdamaian, dan keamanan (women, peace and security). Festival ini bertujuan untuk menyebarkan pesan perdamaian dan merayakan keberagaman melalui seni.

Rangkaian festival ini terdiri dari tiga kegiatan, yaitu: Festival Film, Kenduri Perdamaian dan Pameran Karya. Festival ini diawali dengan Festval Film Peace Innovation Academy  pada: 14-15 Mei 2022, dilanjutkan dengan Kenduri Perdamaian: pada Rabu, 18 Mei 2022 dan Pameran Peace Innovation Academy: 18-24 Mei  2022

Festival ini diselenggarakan untuk mengajak publik, khususnya anak muda dari berbagai latar belakang, untuk lebih lantang menyuarakan isu toleransi dan keberagaman. Festival PIA diharapkan menjadi ruang aman bagi berbagai kalangan untuk berekspresi dan bersuara akan tolerasi, keberagaman, dan perdamaian.

Isu perempuan, perdamaian, dan keamanan dipilih sebagai tema festival karena perempuan dan anak perempuan sering kali menerima  dampak berbeda akibat konflik dan intoleransi, Country Representatif AMAN Indonesia, Ruby Kholifah mengatakan, dalam konflik, perempuan termasuk dalam kelompok yang paling merasakan dampaknya. Namun demikian, perempuan juga bisa menjadi agen perdamaian dan perubahan. Dalam banyak kasus perempuan kemudian tampil menjadi motor penggerak sekaligus memimpin jalan untuk membangun kembali kondisi menjadi lebih baik.

“Kami memastikan bahwa ruang sipil harus ada dalam konteks negara demokrasi Indonesia. Karena hanya dengan ruang demokrasi maka implementasi 1325 bisa dijalankan dengan transparansi dan akuntabel,” ujar Ruby.

Festival ini dilaksanakan sebagai salah satu komitmen untuk terus menguatkan kapasitas dan peran perempuan dalam pembangunan perdamaian dan transformasi konflik, termasuk pencegahan ekstremisme kekerasan (PVE).

Potensi Generasi Muda

 

Sebanyak 30 anak muda yang menjadi peserta Peace Innovation Academy sekaligus menjadi penggerak Festival PIA ini datang dari beragam latar belakang dan terpilih dari 538 pendaftar yang datang dari seluruh penjuru tanah air.

Dalam Peace Innovation Academy mereka dibekali pengetahuan tentang perempuan, perdamaian dan keamanan dan kemudian menghasilkan karya berupa film pendek, komik, infografis, foto dan reportase mendalam.

Seni dan media gambar dan video dipilih, karena dapat menyebarkan pesan-pesan perdamaian secara kreatif dan efektif. Lewat karyanya, para anak muda menuangkan pemikiran dan keprihatinan mereka atas diskriminasi yang dialami kelompok minoritas, membagikan cerita perubahan, serta membangun narasi positif untuk mendorong perdamaian.

Baca Juga: Rayakan Keberagaman Bangsa Lewat Festival HAM 2021

Salah seorang peserta, Mershinta Ayu Rahmadani mengatakan PIA telah mempetemukan dirinya dengan anak muda dari seluruh Indonesia dalam beragam cerita dan cita.

“Di Peace Innovation Academy, kita menggali suara, rasa, cerita dan realitas yang sementara tersingkir. Menyuarakan bersama agar lebih kencang untuk didengar. Mengambil peran untuk setiap perubahan, sebagai wujud ikhtiar menuju dunia yang penuh kedamaian,” ujarnya.

Peserta lainnya, Angelique Tjoa mengatakan di PIA dia tak hanya belajar dari para pemateri/mentor tetapi juga dari para peserta yang kaya pengalaman. Aktivis keberagaman dari Padang, Sumatera Barat ini berjanji akan membagi ilmu yang didapatkan kepada anak muda di Padang.

“Program seperti ini sangat penting dan perlu dilakukan secara terus menerus. Karena di PIA memberi ruang bagi kami untuk berkembang dan membangun jejaring,” ujarnya.

Pendapat yang sama diungkapkan Bayu Satria, peserta asal Aceh. Bayu yang dalam 10 tahun terakhir aktif di berbagai advokasi perlindungan anak, perempuan dan kesetaraan gender ini mengatakan, PIA membukakan pintu kolaborasi baginya dengan sesama generasi muda di seluruh Indonesia.

Dari berbagai program keberagaman yang pernah diikutinya, PIA merupakan program yang benar-benar menghadirkan keberagaman bukan hanya dari sisi agama, tetapi keberagaman dari berbagai sisi yaitu daerah, abilitas maupun gender.

“Saya berharap kegiatan ini ada lanjutannya, karena ini jadi hal menarik untuk teman-teman belajar banyak dan berbuat lebih banyak di gerakan keberagaman ini,” ujarnya.

Selengkapnya Festival Peace Innovation Academy (PIA) berikut ini:

1.Trailer film dalam Festival selengkapnya di Youtube Konde Institute https://www.youtube.com/watch?v=hpMvebvdNsA serta karya artikel peserta selengkapnya di: Konde.co

2.Puncak dari Festival PIA adalan Kenduri Perdamaian yang akan digelar secara daring pada Rabu (18/5/2022). Kenduri Perdamaian menyuguhkan performance anak muda peserta PIA 2022. Selain itu juga hadir anak muda dari BTS ARMY, filmaker, Komunitas Cadar Lucu, Peace Comedy, Peace Innovation Academy.

3.Pameran Peace Innovation Academy dilakukan secara online melalui: artsteps

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed