by

Etos Kerja Orang Kristen

Ada banyak definisi tentang etos kerja Kristen. Umumnya etos kerja didefinisikan sebagai perwujudan dari iman, ilmu pengetahuan, motivasi, dan ketrampilan. Orang Kristen yang bekerja dengan iman yang bersumber dari firman Tuhan, dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta didorong oleh motivasi yang tulus, dan keterampilan kerja yang memadai akan menghasilkan kinerja yang baik.

Melalui etos kerja seperti ini, kehadiran orang Kristen di Indonesia diharapkan dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Mereka akan menjadi garam dan terang bagi Indonesia. Paulus menyebutnya sebagai kehidupan yang memberi  buah (Fil. 1:22).

Namun, kenyataan menunjukkan bahwa seringkali penerapan etos kerja ini mengalami tantangan yang berat. Lingkungan kerja orang percaya sekalipun memperlihatkan rendahnya etos kerja. Kata seorang penulis, pemalas merajalela di mana-mana, bahkan hingga mimbar. Artinya bahwa dosa kemalasan tak pandang bulu. Ia bukan hanya menjangkiti kehidupan yang dipandang sekuler, namun juga dapat menerobos ke dalam dimensi kekristenan yang paling hakiki.

Kemalasan mampu menjangkau pusat-pusat kekudusan kita, bila tak serius menanganinya. Henry Blackaby dan Richard Blackaby membantu kita mengidentifikasi sejumlah hal yang menjadi penyebabnya (2008 – ePub edition).

Pertama, terjadi pengkotak-kotakan antara kehidupan pribadi, kerja, dan iman seseorang. Pemisahan ini menyebabkan Tuhan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis di tempat kerja.

Kedua, pekerjaan dalam gereja dianggap lebih suci dari pekerjaan sekuler. Hanya pekerja gereja yang disebut hamba Tuhan. Ketiga, para pekerja sering mengorbankan hubungan mereka dengan Tuhan karena kesuksesan hanya diukur dari angka statistik dan uang.

Keempat, pengejaran karier seringkali mengorbankan keluarga. Kelima, pekerjaan dapat melemahkan komitmen kita kepada gereja dan kehidupan komunitasnya. Keenam, pekerjaan tidak bermanfaat bagi kebutuhan fisik dan spiritual orang lain.

Perwujudan etos kerja akan semakin berat bila semua tantangan tersebut ditempatkan dalam sudut pandang kitab Pengkhotbah tentang kesia-siaan. Lohfink menyebutkan adanya tiga “situasi pembatas” yang menyebabkan pekerjaan manusia menjadi sia-sia, yakni kematian, orang lain, dan sejarah.

Kematian memastikan bahwa hasil kerja tak dapat dinikmati selamanya (ay. 10). Manusia akan menuju ke dunia orang mati tanpa mengetahui waktunya, sebab hal itu akan menimpanya secara tiba-tiba (ay. 12).

Orang lain mengacu pada orang-orang yang akan mewarisi pekerjaan yang telah dirintis orang lain. Orang yang menggantikan kita mungkin akan menghargai pekerjaan yang telah kita lakukan dan terus melanjutkannya, atau malah menghancurkannya. Bahkan seperti diingatkan ayat 18, satu orang yang keliru dapat merusak banyak hal yang baik.

Yang terakhir adalah sejarah kehidupan yang terkadang tidak masuk akal. Orang yang tidak bekerja justru menikmati hasil, sementara orang yang bekerja tidak memperoleh apa-apa atau tidak sesuai yang diharapkan (ay. 11). Ini adalah ketidakadilan sebab setiap pekerja harus mendapatkan upahnya. Namun itulah fakta yang dapat dialami dalam setiap pekerjaan (Norbert Lohfink, 2003:55-56).

Baca juga : Menjaga Kelestarian Alam dan Ajaran Tri Hita Karana

Meski etos kerja Kristen diperhadapkan dengan tantangan kesia-siaan, namun Pengkhotbah mengajak orang percaya untuk tidak putus asa. Kita harus terus bekerja sebaik-baiknya dan dengan sekuat tenaga. Anggapan sebagian orang bahwa pekerjaan merupakan kutukan Allah kepada manusia, sama sekali tidak benar (Kej. 3:17-19). Mandat kerja diberikan sebelum manusia jatuh dalam dosa (Kej. 1:28-30).

Perintah kerja itu tetap Allah pertahankan saat kejatuhan manusia. Kata “bersusah payah” yang Allah gunakan di sini memiliki akar kata yang sama dengan kata avodah yang berarti ibadah (Eka Darmaputra, 1990:101). Allah hendak menegaskan bahwa bahkan dalam kejatuhan pun, Ia tetap memandang pekerjaan manusia sebagai ibadah.

Guna mengatasi tantangan etos kerja sebagaimana uraian di atas, maka orang Kristen mesti meniru cara Allah bekerja. Alkitab menyebutkan sejumlah pekerjaan utama Allah yang patut dicontoh (Robert Banks, 1999:18-29). Dengan meniru Allah, orang Kristen dapat mempersembahkan karya terbaik bagi Indonesia.

Redemptive work (karya penebusan). Karya ini menduduki tempat sentral dalam diskusi tentang karya Allah. Segala sesuatu yang Tuhan lakukan berputar di sini. Ini menunjukkan bahwa semua jenis pekerjaan manusia, mesti mengandung komponen penebusan yang otentik.

Creative work (karya kreatif). Sejak awal Alkitab memperkenalkan Allah sebagai pekerja yang kreatif. Ia mengubah keadaan dari dunia yang belum berbentuk, kosong, dan gelap gulita menjadi dunia yang sungguh amat baik (Kej. 1:2,31). Kreativitas merupakan bagian integral dari karakter kerja Tuhan. Karya kreatif kita dimungkinkan karena Tuhan telah menanamkan dalam diri kita kapasitas untuk menjadi kreatif.

Providential work (karya pemeliharaan). Karya pemeliharaan Tuhan mencakup semua yang dilakukan Tuhan untuk memelihara alam semesta dan kehidupan manusia secara teratur dan bermanfaat. Ini termasuk melestarikan, mempertahankan, dan mengisi kembali, selain dua karya sebelumnya yakni menyelamatkan dan menciptakan.

Justice work (karya keadilan). Tindakan keadilan Allah lebih dari sekedar memberikan hak yang adil dan setara. Ia juga selalu menerapkan aturan secara adil, menolak diskriminasi, dan mengadopsi pendekatan afirmatif.

Compassionate work (karya belas kasih). Sebagaimana Allah begitu mengasihi manusia, bahkan rela memberi Anak Tunggal-nya bagi keselamatan kita, demikian pula seharusnya kita berbelas kasih terhadap sesama kita demi kebaikan bersama.

Revelatory work (karya pewahyuan). Tuhan digambarkan selalu mencerahkan orang lain tentang kebenaran. Aktivitas Tuhan selalu mengungkapkan, mencerahkan, mendidik untuk membawa kebenaran dan kebijaksanaan kepada orang lain

Penulis : Pdt. Jahja A. Millu (Ketua Badan Pendidikan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor atau GMIT)

Sumber : https://kemenag.go.id/read/etos-kerja-orang-kristen-01×84

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed