by

Empat Rumah Ibadah Berdampingan, Potret Toleransi di Kotawaringin Timur

Kabar Damai I Sabtu, 28 Mei 2021

Kotawaringin Timur I Kabardamai.id I Kalimantan merupakan pulau yang luas, terbagi dalam lima provinsi dan menyimpan kekayaan alam dan juga sumber daya didalamnya. Banyak hal menarik dapat digali di Pulau Kaliamantan seperti satu diantaranya di Kabupaten Kotawaringin Timur yang ada di Kalimantan Tengah.

Kabupaten Kotawaringin Timur memiliki luas yang relatif besar, yaitu 16.796 km2 atau 10,94 persen dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Wilayah kabupaten ini memiliki topografi yang bervariasi antara 3-85 meter di atas permukaan laut. Sebagai kabupaten yang besar, Kotawaringin Timur menyimpan banyak hal manarik untuk digali, salah satunya karena toleransi dan keberagaman yang dijaga sangat baik disana.

Rumah Ibadah Berdampingan

Kotawaringin Timur ditinggali penduduk dari berbagai latar belakang suku dan agama, namun perbedaan ini bukan dijadikan sebagai sumber perpecahan melainkan sumber perekat antara satu dan lainnya. Bukti kerukunan di Kotawaringin Timur dibuktikan dengan berdirinya empat rumah ibadah secara berdampingan dalam satu komplek saja.

Lokasi rumah ibadah yang berdampingan tersebut berada di Tumbang Kalang, Kecamatan. Antang Kalang, Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah. Dibangunnya empat rumah ibadah tersebut merupakan inisiasi Bupati Supian Hadi, yang saat itu tengah menjabat.

Baca Juga: Bukti Konkret Merawat Toleransi, Lima Rumah Ibadah di Bali Berdampingan Mesra

Keempat rumah ibadah yang ada disana antara lain Masjid Al Hadi, Gereja Eka Sinta, Gereja Katolik Keluarga Kudus, dan Balai Besarah Tumpeng Penyang milik Hindu Kaharingan. Tidak hanya sebatas rumah ibadah dari empat penganut agama ini berdampingan, potret toleransi dan menerima perbedaan dibuktikan melalui kerukunan masyarakat dan tradisi saling berkunjung saat hari besar keagamaan.

Kesadaran Semua Pihak

Toleransi di Kotawaringin Timur merupakan potret nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Mengutip satuharapan.com, diungkapkan oleh Mirona Tarigan, Pendeta dan Ketua Persatuan Gereja Pantekosta Indonesia Kabupaten Kotawaringin Timur. Menurutnya, di Kalimantan Tengah, Kotawaringin Timur yang menjadi daerah dengan toleransi dan kerukunan umat beragama terbaik sehingga ia mengaku bangga dengan capaian tersebut.

Sikap toleransi yang ada disana diperoleh dari kesadaran masyarakat dan semua pihak yang ada. Komunikasi juga turut menjadi kunci utama dalam rangka mewujudkannya. Para tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama secara rutin melaksanakan pertemuan guna membahas strategi dan cara yang dapat dilakukan guna menciptakan situasi yang damai serta rukun.

Sejak keempat rumah ibadah dibangun, proses peribadahan satu sama lain berjalan dengan baik dan juga lancar. Tidak pernah ada gesekan satu sama lain. Kesadaran sudah tertanam dalam benak masyarakat tentang pentingnya bertoleransi dan bentuk keberhasilan dari semua pihak dalam membina kerukunan yang ada disana.

Sumber: Indeksberita.com I Satuharapan.com

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed