by

Dunia Pendidikan Kita Perlu Berbenah, Nilai-Nilai Kebinekaan Wajib Ditanamkan Sejak Dini

Hari Kamis (21/1/2021) yang lalu ramai beredar foto dan video di salah satu akun facebook yang bernama Elianu Hia, dalam unggahannya ia menyampaikan bahwa anaknya yang seorang non muslim, diwajibkan menggunakan jilbab oleh pihak sekolah.

Atik Muayati, aktivis ICRP dan mahasiswa pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, jurusan Penelitian dan evalusi Pendidikan, bercerita ia kaget ketika pihak sekolah anaknya menyuruh membeli seragam busana muslim di sekolah, padahal Atik sendiri adalah seorang Muslim. Menurut Atik penggunaan busana muslim di sekolah adalah sebuah ancaman untuk kebinekaan Indonesia dan merupakan pelanggaran hak siswa.

“Sekolah negeri yang membuat aturan setiap jum’at memakai busana muslim, bagi saya adalah ancaman bagi kebinekaan kita. Keberagaman adalah keniscayaan yang harus terus dijaga tanpa sekat-sekat simbol agama. Fenomena wajib memakai busana muslim  di sekolah negeri, secara tidak langsung sekolah telah melakukan pengelompokan identitas salah satu agama tertentu dan sangat disayangkan kalau ada pemaksaan bagi pemeluk agama lain memakainya, ini adalah pelanggaran hak siswa. Sebaiknya ditiadakan aturan wajib memakai busana muslim di sekolah negeri. Isu ini bisa diangkat nasional dan rekomendasinya tidak perlu ada seragam muslim di sekolah negeri.” Ucap Atik.

Sesuai dengan pasal 4 ayat 1 UU No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa “Pendidikan diselenggarakan secara demokratis, berkeadilan, dan non-diskriminatif menjunjung tinggi HAM, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa”

Berangkat dari pasal tersebut, Manajer Program Yayasan Cahaya Guru, Muhammad Mukhlisin mengatakan “Pemaksaan pemakaian simbol agama tertentu adalah salah satu bentuk diskriminasi dan pelanggaran hak asasi manusia. Pemerintah dalam hal ini dinas pendidikan, dan kementerian pendidikan perlu menyikapi secara tegas. Kasus-kasus seperti ini terkesan dibiarkan sehingga sering terulang dikemudian hari. Hal ini membuktikan bahwa pemerintah tidak tegas. Saya juga menyarankan, pemerintah untuk memperkuat implementasi prinsip penyelenggaraan pendidikan di atas. Selayaknya prinsip-prinsip itu menjiwai seluruh proses penyelenggaraan pendidikan.”

Sebagai seorang Dosen Hukum Keluarga Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo, Nova Effenty Muhammad memberikan pandangannya tentang penafsiran jilbab yang beragam dan jika penggunaan busana muslim menjadi sebuah kewajiban di sekolah, menurut Nova pemerintah dan pihak terkait perlu mengevaluasi hal tersebut.

“Dalam Islam, ulama masih berbeda penafsiran tentang ayat memakai jilbab atau menutup aurat ini. Jilbab dalam Alquran penafsiran para ulama beragam dan harus memahami asbabun nuzul dari ayat tersebut. Makanya defenisi memakai jilbab itu banyak, tidak tunggal. Kalau kita berkunjung ke negara-negara Islam, cara perempuan menutup aurat itu berbeda-beda. Oleh karena itu, jika aturan ini sampai menjadi kewajiban maka aturannya perlu dievaluasi. Pemerintah harus mendalami persoalan ini, pihak terkait Dinas Pendidikan, pihak sekolah dan MUI harus  memberi pemahaman terkait dengan pemakaian jilbab untuk siswi. Sehingga tidak jadi polemik dan menimbulkan perpecahan antar umat.” Ungkap Nova.

Saat ini memang dunia pendidikan kita perlu banyak berbenah, termasuk aturan-aturan tentang seragam sekolah. Menggunakan seragam bukan berarti menyeragamkan semuanya, termasuk hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti agama misalnya.

Jangan sampai hal-hal seperti ini kemudian menghalangi anak-anak kita kesulitan dalam mendapatkan pendidikan. Atau bahkan anak-anak kita yang kemudian malah melakukan diskriminasi tersebut dikarenakan lingkungan yang membentuk pandangannya seperti itu.

Bukankah seharusnya nilai-nilai kebinekaan itu ditanamkan sejak dini, termasuk sejak mereka masih di sekolah dan pemerintah perlu dengan serius menangani hal ini agar tidak terjadi kembali di waktu mendatang.

Sumber ilustrasi: https://kumparan.com/langkanid/ini-kata-disdik-soal-video-viral-siswi-nonmuslim-di-padang-dipaksa-pakai-jilbab-1v1p60Y1VtU

-Admin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed