by

Dr. Bambang Nursena: Keberadaan Museum Holocaust Bentuk Menghormati Kebebasan Beragama

Kabar Damai | Senin, 28 Februari 2022

Jakarta | kabardamai.id | Minahasa menjadi kota yang tengah menjadi perhatian banyak khalayak. Selain karena memiliki bentang alam dan budaya serta beragam keunikannya kota ini juga semakin menarik seiring dengan dibangunnya sebuah museum Yahudi bernama Holocaust.

Namun, keberadaan museum ini kini banyak mengalami pro dan kontra yang sayangnya kontra atau penolakan justru banyak datang dari luar Minahasa dan Sulawesi pada l

Melalui kegiatan peace forum dengan tema Ada Apa Dengan Museum Holocaust?, Dr. Bambang Nursena  dari Institute for Syriac Culture Studies, Malang memberikan perspektifnya. Minggu, (27/2/2022).

Dalam pemaparannya terkait dengan banyaknya penolakan museum ini, ia menyatakan bahwa menolak  agama Yahudi di Indonesia secara yuridis juga tidak beralasan, karena agama yang seolah ada saat ini hanya berjumlah enam saja , namun banyak yang lupa bahwa ada agama lain seperti Yahudi, Shinto, dan lain sebagainya yang tidak dilarang di Indonesia.

Ia juga menambahkan, walaupun negara tidak memberikan tempat kepada agama-agama non dominan namun tidak menghalangi pengakuan hukum terhadap agama-agama lain yang kuantitasnya kecil.

Seiring dengan keberadaan Museum Holocaust saat ini, menurut Bambang adalah bentuk nilai kebinekaan di Indonesia.

Baca Juga: Kisah Elisheva Wiriaatmadja, Seorang Keturunan Yahudi di Indonesia

“Eksistensi dari keberadaan museum Holokos sebagai bentuk nilai-nilai kebinekaan yang ada di Indonesia, Kebradaaan museum Holocaust sebagai bentuk kita menghormati kebebasan beragama,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia juga menyatakan apresiasinya terhadap berbagai dukungan atas keberadaan museum Holocaust saat ini.

“Kita sungguh mengapresiasi pemerintah disana, yang kita kita ketahui pula bahwa Minahasa dan Sulawesi sebagai daerah yang sangat toleran, kota kerukunan yang harusnye menjadi barometer daerah yang lain,” bebernya.

Menurutnya pula, dukungan dari kedutaan Jerman terhadap keberadan museum Holocaust sebaiknya menjadi sebuah pembelajaran yang sebaiknya membuat kita malu, dimasa lalu pemeritah mereka (Jerman-red) pernah melakukan hal hitam dan kini mereka melakukan pertobatan yang tidak ada kata terlambat. Pemerintah Jerman sangat luar biasa, dulu sebagai pelaku dan kini melakukan pengakuan.  Ini adalah sesuatu luar biasa yang sebaiknya dicontoh.

Terakhir, ia menyatakan dukungannya terhadap keberadaan museum Holocaust yang ada saat ini.

“Tidak ada alasan kita tidak mendukung museum ini, semoga muncul museum serupa di daerah lain di Indonesia sehingga muncul kesadaran bersama akan penerimaan dan tidak adalagi penghakiman terhadap kelompok yang berbeda,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed