by

Dirjen Bimas Katolik Ajak Tokoh Agama Katolik Perkuat Moderasi Beragama

Kabar Damai I Minggu, 19 September 2021

Tanjung Balai I Kabardamai.id I Indonesia adalah nerara yang beragam, berbagai suku, agama, ras dan golongan hidup di negara ini. Oleh karenanya, saling menerima dan saling menghormati satu sama lain adalah hal pokok yang harus dilakukan bagi seorang individu dalam rangka hidup berbangsa.

Katolik menjadi agama dengan kuantitas penganut yang besar di Indonesia, para penganut agama ini kemudian juga harus sadar akan pentingnya menjaga keberagaman dan perdamaian dan memperkuat moderasi beragama.

Yohanes Bayu Samudro,M.Pd, Dirjen Bimas Katolik mengajak masyarakat khususnya para tokoh agama Katolik untuk memperkuat moderasi beragama.

Pernyataan tentang nilai luhur dalam Pancasila yang telah tercipta dan terpraktikkan sejak lama di Indonesia diutarakan Dirjen diawal pemaparannya.

“Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini dilandasi nilai-nilai hidup bersama yang begitu luhur dan terangkum secara sempurna dalam Pancasila. Pada hakekatnya negara dan bangsa Indonesia secara alami memiliki landasan yang kuat untuk membangun dan mengembangkan dirinya,”.

“Karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila digali dari perilaku dan praksis hidup ratusan tahun bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam kaitan dengan kehidupan beragama, kerukunan dimungkinkan terbentuk karena adanya nilai-nilai inklusivitas dan sebaliknya hasil yang dituju dari moderasi ditandai dengan adanya kerukunan dan harmoni

Berdasar atas landasan negara ini dan memperhatikan situasi kehidupan beragama belakangan ini. Dengan ini kami menyatakan sikap bahwa.

Baca Juga: Kementerian Agama Ajak Tokoh Agama Katolik Aktif dalam Penguatan Moderasi Beragama

Ia mengimbuhi, bersama para Uskup dalam Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) , memperhatikan dengan sungguh-sungguh para penyuluh, pewarta dan pemberi homili di lingkungan umat Katolik agar senantiasa memberi perhatian yang sungguh-sungguh pada moderasi hidup beragama, dengan cara moderasi sikap toleran dan upaya hidup bersama dalam kedamaian sungguh-sungguh bisa diperagakan dengan cara terhormat dan bermartabat

“Moderasi harus dipahami ditumbuhkembangkan sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna di mana setiap warga masyarakat apapun suku, etnik, budaya agama dan pilihan politiknya mau saling meneguhkan satu sama lain serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan Demi kemajuan bersama,” tambahnya.

Menurutnya, masyarakat Katolik senantiasa memiliki komitmen yang pokok dan sungguh-sungguh untuk mewujudkan moderasi umat beragama dengan menghindari sikap eksklusif dan dengan sungguh-sungguh melaksanakan pesan dokumen Abu Dhabi yang dideklarasikan secara bersama antara Paus Fransiskus dan imam besar Al Azhar pada tanggal 4 Februari 2019.

“Seluruh masyarakat menciptakan suasana kebersamaan dan saling bahu-membahu dalam membangun hidup bersama yang lebih baik yang diprakarsai oleh perasaan bersama sebagai suatu bangsa,” jelasnya.

Sebelum mengakhiri pernyataannya, ia mengungkapkan harapannya agar kerukunan terus bertumbuh subur di Indonesia.

“Demikian kami sampaikan dengan harapan bahwa kerukunan hidup beragama tetap bertumbuh subur dan menjadi kekuatan bangsa kita dalam pembangunan bangsa dan negara,” harapnya.

 

Penulis: Rio P

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed