by

Diferensiasi, Upaya Memerdekakan Peserta Didik dalam Belajar

-Opini-26 views

Oleh: Rio Pratama

Belajar menjadi keharusan bagi siapapun dan kapanpun, melalui proses belajar tidak hanya dapat menambah edukasi tentang suatu hal dan atau persoalan yang bersifat akademik namun juga secara moral maupun spiritual.

Bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara atau Suryadi Suryadiningrat mendefinisikan pendidikan sebagai sesuatu yang tumbuh dan berkembang yang mengupayakan anak dalam menuntun kodrat pada diri agar selalu timbuh dan berkembang sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan dalam hidupnya.

Sementara itu, Carter V. Good, pendidikan ialaj sebuah upaya untuk mengembangkan kecakapan individu baik secara sikap dan maupun perilaku dalam bermasyarakat. Dengan demikian,  pendidikan adalah proses sosial dimana lingkungan yang terorganisir seperti sekolah dan rumah mampu mempengaruhi seseorang untuk mengembangkan kecakapan sikap dan perilaku dalam diri dan bermasyarakat.

Dituliskan dala UU No. 20 Tahun 2003, sistem pendidikan nasional pasal 3 menyatakan bahwa tujuan pendidiak adalah guna mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat dan berilmu, cakap dan kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan juga bertanggung jawab.

Mengetahui begitu banyak hal yang baik yang dapat diperoleh melalui proses pendidikan, maka meningkatkan diri agar senantiasa belajar dan terdidik adalah perlu adanya. Apalagi mengingat guna memperolehnya tidak hanya dapat dilakukan pada sektor formal namun juga sektor informal, sehingga alasan agar tidak melakukannya semestinya adalah nihil.

Baca Juga: Nadiem Anwar Makarim: SDM Unggul adalah Profil Pelajar Pancasila

Pada sektor formal seperti sekolah, biasanya pendidikan akan lebih terorganisir dan terkontrol tahap dan pelaksanaannya. Begitu pula karena dukungan dan dorongan dari banyak pihak dalam proses penyusunan dan atau perbaikan yang senantiasa dilakukan.

Walaupun demikian, permasalahan bukan tidak mungkin akan tetap terjadi. Istilahnya, tidak ada sesuatu yang sempurna, namun untuk sampai pada yang baik dan atau terbaik bukan tidak mungkin akan tetap ada jalannya.

Dewasa ini, banyak yang menyatakan bahwa belajar di sekolah membuat peserta didik menjadi terkukung dan tidak dapat mengekspresikan dirinya. Proses pembelajaran menjadi membosankan sehingga berdampak pada kurang maksimalnya peserta didik dalam mendapatkan dampak baik dari proses pendidikan itu sendiri.

Kecakapan dan kemampuan guru kerap dipertanyakan, terlebih mereka yang sudah sejak lama mengabdikan diri dalam mendidik. Keharusan untuk mengikuti perkembangan zaman dan penggunaan media serta teknologi dan memberikan keleluasaan bagi peserta didik terus menjadi sorotan.

Hingga kini, masih banyak proses pembelajaran yang melakukan penyamarataan pada peserta didik. Baik asesmen maupun perlakuan disamaratakan padahal peserta didik berasal dari latar belakang dan juga kemampuan belajar yang berbeda. Hal ini menjadi masalah karena kurang relevan dalam hal memerdekakan peserta didik itu sendiri. Oleh karenanya, perlu adanya diferensiasi belajar sebagai solusinya.

Penerapan diferensiasi menjadi penting karena beragamnya peserta didik kemudian tidak dapat disamakan satu sama lain. Untuk mendapatkan hasil yang baik, tentu perlu cara dan perlakuan yang berbeda.

Dalam proses pembelajaran dengan diferensiasi, guru dapat melakukan proses pembelajaran dan atau asesmen dengan cara menyesuaikan pada bagaimana minat, kesiapan serta gaya yang diinginkan peserta didik. Dalam hal produk dan konten pembelajaran, guru juga tentunya dituntut kreatif dalam hal memodifikasi dan penyampaiannya pula.

Memang perlu tahapan yang panjang dalam hal mempersiapkan pembelajaran dengan diferensiasi. Seperti halnya harus dilalui dengan asesmen individu, menentukan alur dan media pembelajaran yang disesuaikan dengan peserta didik hingga asesmen akhir yang tidak hanya satu jumlahnya.

Namun, jika proses ini dilakukan sudah barang pasti tujuan pendidikan dalam rangka memerdekakan manusia berangsur akan terlaksana sesuai dengan keinginan kita semua.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed