by

Desa Sadar Kerukunan di Bumi Daranante Kalimantan Barat

Kabar Damai I Selasa, 13 April 2021

 

Sanggau I Kabardamai.id I Sebagai kabupaten yang plural, Kementerian Agama Kalimantan Barat menunjuk

Adapun alasannya ialah karena ada rumah ibadah yang berdekatan, kemudian masyarakatnya dapat hidup berdampingan, rukun serta damai. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kalimantan Barat, Ridwansyah seperti dikutip dari kalbar.kemenag.go.id.

Selain karena sudah lama memantau harmonisasi masyarakat Sanggau, Ridwansyah juga mengungkapkan bahwa dengan ketetapan Desa Sadar Wisata di Sanggau ini diharapkan dapat meningkatkan kearifan lokal yang ada.

“Jada kita ingin merawat kerukunan ini supaya kita khususnya di Kabupaten Sanggau ini terbangun rasa kebersamaannya. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini bisa menjadi pesan moral untuk inspirasi bagi kita semua,” tambah Ridwansyah dalam acara launching Desa Sadae Kerukunan tersebut.

Sementara itu, Raja Sanggau, Pangeran Ratu Surya Negara H. Gusti Arman menyampaikan bahwa Sanggau adalah tempatnya masyarakat hidup rukun untuk semua suku dan agama.

 

Baca juga : Spirit Toleransi dan Kerukunan di Bulan Ramadhan

“Di tepi Sungai Kapuas ini tepatnya di Jalan Kartini, ada dua rumah ibadah yang berdampingan, yaitu Klenteng Tri Dharma atau biasa disebut Pekong dengan Masjid Al-Ikhlas. Ini salah satu bukti bagaimana masyarakat Sanggau menjaga kerukunan antar umat beragama yang didukung penuh oleh Pemerintah Daerah dengan berbagai kebijakannya,” tutur Gusti Arman seperti dikutip dari Antara Kalbar.

Ia juga menambahkan, bukti lain dari hidup rukunnya masyarakat Sanggau ialah karena tidak pernah terjadi saling ganggu antar umat beragama dalam beribadah.

“Tidak pernah sekalipun masyarakat disini mengganggu umat Kristen yang beribadah. Kemudian, ada masjid yang juga berdiri ditengah-tengah kampun non-muslim tapi juga tidak pernah juga diganggu. Ini artinya, masyarakat Sanggau ini sudah sadar betul pentingnya kerukunan,” pungkasnya.

 

Kampung Damai

Sebelumnya, dalam rangka merawat kebinekaan dan menjaga perdamaian di berbagai daerah, Wahid Foundation menginisisasi berdirinya Kampung Damai.

Selain di Jabodetabek, Kampung Damai juga ada di Jawa Timur, salah satunya di Malang yang dibentuk pada Desember 2017 lalu.

Melansir Jawa Pos, di Malang Raya, ada tujuh kelurahan/desa yang dibidik untuk dijadikan sebagai Kampung Damai. Adalah Desa Candirenggo, Desa Lawang, Desa Gunungrejo (Kabupaten Malang), Desa Sidomulyo, Desa Gunungsari, Desa Tlekung (Kota Batu), dan Kelurahan Polehan (Kota Malang).

Project Officer Riset Kebijakan dan Advokasi WF Siti Kholisoh mengatakan, ada sembilan parameter kenapa desa dan kelurahan diinisiasi menjadi Kampung Damai. Antara lain toleransi masyarakatnya melihat perbedaan. Termasuk perbedaan keyakinan.

“Kemudian gotong royong. Masyarakatnya bisa mendeteksi dini bentuk-bentuk intoleransi. Perempuan diberi kesempatan mandiri. Juga adanya ruang publik untuk menyampaikan pendapat. Serta saluran komunikasi yang mudah diakses oleh semua,” papar Kholisoh dalam acara pertemuan pemangku kepentingan penyusunan rekomendasi terhadap RAN P3A-KS di Malang, Jumat, 15 Desember 2017 silam.

Pembentukan Kampung Damai bertujuan mewujudkan toleransi di masyarakat. Serta menularkan virus toleransi ke semua lapisan masyarakat. Kholisoh menegaskan, gerakan intoleransi di Indonesia kini makin tinggi.

Dimana, intoleransi bisa memicu konflik sosial. Perempuan dan anak yang kerap menjadi korbannya.

“Survei terakhir tahun 2016 yang dilakukan Wahid Foundation, ada 49 persen masyarakat Indonesia masuk dalam kategori netral cenderung intoleran. Gerakan intoleransi didominasi isu agama atau keyakinan,” paparnya.

Untuk itu, WF menginisiasi terbentuknya Kampung Damai. Ada 33 desa/kelurahan yang diinisiasi menjadi Kampung Damai di tiga provinsi. Yakni, di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di Jawa Timur, selain di Malang, juga ada di Sumenep.

 

Penulis: Rio Pratama

Editor: Ahmad Nurcholish

Sumber: kalbar.kemenag.gp.id I Antara Kalbar I jawapos.com

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed