by

Dampak Pandemi: Istri Menafkahi Suami, Tidak Masalah!

-Kabar Puan-12 views

Kabar Damai I Rabu, 14 Juli 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Lebih dari satu tahun lamanya, pandemic Covid-19 terdampak di Indonesia. Hal ini berpengaruh pada banyak sektor tidak hanya kesehatan namun juga perekonomian masyarakat. Banyak usaha yang gulung tikar, pekerja yang di PHK dan persoalan pelik lainnya yang membuat permasalahan keuangan dalam keluarga semakin kompleks saja.

Neneng Maghfiro. Lc.,S.S.I., dalam Bincang Muslimah membenarkan hal tersebut. Ia menyatakan bahwa pandemi Covid-19 saat ini menyebabkan banyak orang di PHK dari tempatnya bekerja, baik laki-laki maupun perempuan.

Bagi laki-laki yang menjadi kepala keluarga dan bertanggung jawab menafkahi keluarganya dan kemudian terkena PHK pasti akan sangat berdampak pada stabilitas keuangan keluarganya. Bisa jadi banting setir atau mungkin melibatkan istri untuk menafkahi keluarganya.

Baca Juga: Suami Talak Istri Setelah Akad Nikah, Komnas Perempuan: Itu Kekerasan

Lantas, bolehkah seorang istri bekerja dan menafkahi suami dan keluarga. Menurut Neneng, dalam situasi yang sulit seperti ini hal tersebut lumrah.

“Sebenarnya keadaan ini lumrah dalam rumah tangga, bahkan dalam masa Rasulullah SWT sebagaimana dalam hadis diceritakan seorang istri yang bekerja dan menafkahi keluarganya,” ungkapnya.

‘Dari Zainab istri Abdullah Ra, berkata: Aku sedang di Masjid dan melihat Rasulullah berkata Bersedekahlah kalian (perempuan) walaupun dengan perhiasan kalian. Zainab adalah perempuan yang menafkahi Abdullah (siaminya) dan anak-anak yatim. Dia berkata pada suaminya: “Tanyakan Rasul apakah sedekahku cukup dengan menafkahimu dan anak-anak yatim yang kuasuh?”.

Suaminya menjawab: “Tanyakan sendiri kepada Rasul,”. Dia datang ke rumah Rasul dan mendapati perempuan ashar yang punya keperluan sama. Bilal mendatangi kami lalu kita bertanya “Tanyakan Rasul apakah sedekahku cukup dengan menafkahi suami dan anak-anak yatim yang kuasuh? dan jangan beritahu Rasul tentang identitas kami.”.

Bilal lalu bertanya ke Rasul, dan Rasul bertanya balik “Siapa mereka? Zainab yang mana?,”. Bilal menjawab, “Zainab istri Abdullah,”. Rasul berkata “Ya, dia mendapatkan dua pahala, pahala kerabat (silaturahmi) dan pahala sedekah”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan kebolehan istri menafkahi suami  juga anak-anak yang diasuhnya jika suami tidak mampu untuk menafkahi. Dalam konteks sekarang misalnya saat suami terkena PHK akibat pandemic Covid-19 sehingga suami tidak mampu menopang ekonomi dan kebutuhan keluarga, maka saat itu perempuan boleh mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan keluarganya.

Perempuan yang bekerja pada situasi sulit dan menafkahi keluarga akan mendapatkan dua pahala sekaligus.

“Bahkan istri yang menafkahi keluarga mendapatkan dua pahala sekaligus yaitu pahala silaturahim kemudian pahala sedekah. Disebut pahala silaturahim karena dengan suami saling bahu membahu memenuhi kebutuhan ekonomi membuat ikatan keluarga akan semakin terjalin kuat,”.

“Sedangkan dikatakan pahala sedekah karena sejatinya bukan kewajiban istri menafkahi kebutuhan keluarga. Maka bekerjanyanya istri bukanlah untuk kewajiban seperti suami. Maka dari itulah, istri yang mencari nafkah mendapatkan dua pahala,” jelas Neneng.

Terakhir, ia berpesan agar suami memberi ridho dan atau izin agar membantu bekerja, hal ini merupakan pilihan yang harus diambil terlebih saat masa sulit terdampak pandemi semakin suram.

“Jika suami tidak dapat menafkahi secara maksimal, maka hendaknya ia tidak melarang istri untuk bekerja untuk mencukupi kebutuhannya dan kebutuhan keluarga,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed