by

Dampak Negatif Perkembangan TIK Serta Cara Mencegahnya

Oleh: Rizqia Awalia Zuleika

Teknologi informasi dan komunikasi memiliki dua aspek, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi mencakup segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sumber daya, penanganan dan pengelolaan informasi. Sementara itu, teknologi komunikasi mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat untuk memproses data dan mentransfer data dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Maka, teknologi informasi dan komunikasi merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan yang mencakup pengetahuan luas tentang segala kegiatan yang berkaitan dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan pemindahan informasi antar media.

Sejarah teknologi informasi dan komunikasi  dari waktu ke waktu memiliki beberapa periode, yang dimulai dari masa pra-sejarah (3000 SM). Pada saat itu, orang berkomunikasi dengan memperoleh informasi tentang berburu di dinding gua. Dilanjutkan ke masa sejarah (3000 SM – 2900 SM), pada masa ini bangsa Sumeria mulai berkomunikasi dengan tulisan, tulisan yang digunakan masih berupa simbol-simbol yang terbentuk dari piktogram sebagai huruf. Kemudian orang Mesir kuno menggunakan huruf hieroglif untuk berkomunikasi.

Selanjutnya periode 500 SM -105 SM, pada tahun 105 SM, orang Cina menemukan kertas dari serat bambu yang dihaluskan lalu dikeringkan. Dengan penemuan ini, sistem pencetakan dibuat dengan menggunakan balok kayu yang dipotong dan dilapisi tinta atau lebih dikenal sebagai sistem cap. Yang terakhir memasuki masa modern, pada masa ini alat komunikasi telah membuat kemajuan yang besar baik dalam bentuk maupun fungsi. Surat kabar, telegraf, telepon, mesin ketik, radio, televisi, dan internet telah mempermudah orang untuk berkomunikasi dan mengirimkan informasi dengan lebih cepat.

Dalam kehidupan sehari-hari, teknologi informasi dan komunikasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Keberadaannya di masyarakat sama pentingya dengan kebutuhan dasar lainnya. Pada hakekatnya, teknologi informasi dan komunikasi berperan penting dalam memudahkan manusia untuk saling berkomunikasi dengan cepat, mudah, dan nyaman. Dengan kata lain, teknologi informasi dan komunikasi dapat mempermudah dan meningkatkan kualitas hidup manusia. Selain itu, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga sangat pesat. Kemajuan ini telah mendorong hubungan interpersonal. Informasi dan peristiwa di berbagai belahan dunia akan segera diketahui orang-orang di benua lain. Namun, teknologi informasi dan komunikasi juga dapat menimbulkan dampak negatif, seperti cyberbullying.

Baca Juga: Menyatukan Masyarakat Melalui Pemanfaatan TIK

Cyberbullying adalah perundungan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi digital (media sosial, media pesan singkat, game, dan ponsel). Cyberbullying dilakukan dengan sengaja dalam bentuk pencemaran nama baik, ejekan, kata-kata kasar, pelecehan, ancaman dan hinaan. Jenis perundungan ini lebih berbahaya karena dapat dilakukan siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Selain itu juga dapat meninggalkan jejak digital seperti foto, video dan tulisan. Dampak dari cyberbullying juga sangat parah karena dapat mengganggu psikis seseorang.

Tak hanya itu, cyberbullying juga dapat menyebabkan seseorang menarik diri dari lingkungan sosial. Karena keadaan psikis seseorang yang sedang terganggu, membuat dirinya tidak segan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Misalnya, kasus anak sekolah yang di-bully di jejaring sosial. Pada akhirnya, anak menjadi depresi, mengasingkan diri, dan putus sekolah. Selain itu juga dapat menyebabkan seseorang merasa dikucilkan. Cyberbullying terjadi melalui internet atau media sosial. Namun, orang-orang di lingkungan korban sebenarnya bisa mengetahuinya.

Selain itu, ada juga beberapa komentar jahat yang ditujukan kepada korban. Hal ini menyebabkan orang-orang terdekat untuk menyerang korban dalam kehidupan nyata juga. Akhirnya, korban cyberbullying ditolak oleh masyarakat dan diperlakukan kurang baik. Korban cyberbullying akan merasa sakit hati, marah, takut, tidak berdaya, putus asa, terasing, malu bahkan bersalah pada diri sendiri. Bila hal ini terjadi berulang kali dan semakin parah, maka korban akan timbul perasaan ingin mengakhiri hidupnya.

Pencegahan cyberbullying harus dilakukan sejak dini. Jika sudah mengetahui bahwa dampak dari cyberbullying sangat berbahaya. Maka kita harus melakukan tindakan pencegahan agar cyberbullying tidak meningkat. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang secara tidak sengaja menjadi korban cyberbullying. Oleh karena itu, langkah pencegahan yang dapat kita lakukan sebaiknya dimulai dari diri sendiri. Langkah pertama adalah memahami apa sebenarnya cyberbullying itu. Jika memahami bentuk bullying ini dengan baik, maka kita akan bisa terhindar dari cyberbullying.

Langkah kedua adalah selalu meninjau foto sebelum mempostingnya. Ini juga berlaku ketika ingin mengirim foto ke orang lain. Dengan cara ini dapat mencegah kita menjadi korban bully oleh orang lain.

Langkah ketiga adalah hindari memposting infromasi pribadi secara online. Karena, akan memudahkan orang lain yang berniat jahat untuk menghubungi kita secara offline. Langkah terakhir yaitu  tidak mem-bully orang lain baik secara langsung ataupun online. Tak hanya dari diri sendiri, mencegah cyberbullying juga sangat membutuhkan peran orang tua. Sebab keluarga adalah tempat pertama untuk mendapatkan pendidikan. Yang dapat dilakukan oleh para orang tua yaitu dengan memberikan edukasi cara menggunakan jejaring sosial yang baik dan benar. Selain itu, orang tua juga harus selalu mengawasi kegiatan anak di jejaring sosial.

Teknologi informasi dan komunikasi yang semakin berkembang membuat kita mau tidak mau harus mengikuti perkembangannya. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dapat memberikan dampak negatif maupun positif bagi kehidupan manusia. Salah satu contoh dampak negatifnya yaitu kasus cyberbullying yang sedang marak terjadi. Hal tersebut dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, karena dapat memecah kesatuan dan persatuan Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia semestinya menggunakan teknologi informasi dengan sebaik-baiknya agar kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan NKRI dan selalu bersikap toleransi untuk menjaga solidaritas kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Rizqia Awalia Zuleika, Siswi SMAN 1 Pontianak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed