by

Cerita Keberagaman di Sekolah dari Ketua Osis SMAN 1 Pontianak

Kabar Damai I Sabtu, 20 November 2021

Pontianak I Kabardamai.id I Indonesia adalah negara yang luas dan terdiri dari berbagai suku, ras, agama serta golongan. Hal ini membuktikan bahwa kekayaan Indonesia turut disokong oleh keberagaman yang ada dan sekaligus menjadi jati diri bangsa yang harus senantiasa dirawat dan dijaga sampai kapanpun juga.

Walaupun demikian, praktik intoleransi bukan tidak mungkin tetap terjadi. Hal ini dibuktikan dengan masih banyaknya kejadian bernada sara yang kemudian menyebabkan kerugian yang disebabkan oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok yang lain.

Upaya-upaya merawat keberagaman telah terus diupayakan sejak lama. Sejarah mencatat, momentus Sumpah Pemuda pada 1928 lalu juga sarat akan kesadaran dari beragamnya Indonesia yang harus dipatri dalam sebuah kata yang sakral, yaitu persatuan.

Kini, kesadaran individu atau kelompok yang peduli terhadap isu keberagaman juga terus bertambah, hal ini menjadi bukti dan komitmen bersama dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif yang toleran harus dilakukan kapanpun dan dimanapun.

Uhud Dirgantara, Ketua Osis SMAN 1 Pontianak menjadi salah satu generasi muda yang erat berkaitan dengan hal yang beragam. Remaja kelas XI ini juga sebelumnya telah terlibat dalam kegiatan dengan tema moderasi beragama yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kalbar sehingga kesadaran akan nilai-nilai toleransi dan keberagaman turut menjadi praktik baik yang senantiasa dilakukannya.

Dalam webinar yang diselenggarakan oleh Sadap Indonesia, Uhud biasa ia disapa menyatakan bahwa keberagaman adalah hal yang penting dan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia.

Baca Juga: Rayakan Keberagaman Bangsa Lewat Festival HAM 2021

“Memang manusia diciptakan satu dan lainnya jelas berbeda. Begitu juga dengan yang lain misal budaya, agama, etnis atau ras dan lain sebagainya. Itu memang lumrah dan memang sudah ada sejak lama, yang terpenting adalah bagaimana merawat supaya tidak terjadi konflik,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya toleransi menjadi hal vital dalam menyikapi keberagaman yang ada.

“Karena memang satu dan lain kita saling berbeda, maka tidak bisa diselaraskan. Terpenting dilakukan tinggal bagaimana bertoleransi. Tidak merasa kita yang paling baik sedangkan yang lain buruk,” tambahnya.

Uhud yang merupakan seorang Ketua Osis juga turut menceritakan bagaimana ia mempraktikkan nilai keberagaman dan toleransi dalam lingkup sekolah.

“Di Sekolah kita beragam, ada banyak suku dan agama karena memang sekolahnya umum dan negeri. Karena banyak ragam latarbelakang siswa, sebagai ketua osis dan juga sebagai teman tentu merangkul dan bermain seperti biasa,” jelasnya.

Ia turut menuturkan, praktik-praktik tersebut dilakukan dalam lingkup pertemanan baik didalam dan diluar sekolah.

“Kebiasaan yang dilakukan misal saat belajar di kelas berbaur seperti biasa, membentuk kelompok belajar dan diskusi seperti biasa. Dalam penentuan anggota juga tidak melihat apa suku atau apa agamanya, semua berjalan biasa saja. Begitu juga kalau diluar sekolah” terangnya.

Menurutnya pula, keberagaman sebagai hal vital harus senantiasa dijaga dan dimulai dari kesadaran dalam diri generasi muda.

“Walaupun kita generasi muda tapi juga harusnya sadar akan keberagaman. Merawatnya bisa dilakukan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita masing-masing,” pungkasnya.

 

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed