by

Cerita Delly, Anak Muda Dayak Kalbar Melestarikan Budaya Melalui Alat Musik Sape’

Kabar Damai I Senin, 23 Agustus 2021

Ketapang I Kabardamai.id I Melestarikan adat dan budaya menjadi tanggung jawab bersama, selain menjadi kewajiban juga sekaligus bentuk kecintaan terhadap adat dan budaya itu sendiri. Terlebih, adat dan budaya Indonesia sangatlah unik dan sangatlah diminati oleh bangsa lain sehingga perlu upaya untuk menjaga dan merawatnya.

Anak muda dari Kalimantan Barat, biasa dikenal dengan nama Delly Sape’ menceriatakan pengalamannya dalam melestarikan budaya Dayak Kalbar melalui alat musik sape’ dalam program sharing dari rumah yang diselenggarakan oleh Sadap Indonesia.

Ia mengungkapkan awal mula bermain sape’ karena ketertarikan serta keresahan karena sedikit anak muda terutama perempuan yang memainkan alat music tradisional Dayak ini.

“Dari dulu bermain karena tertarik dengan sape’ sebagai alat musik Dayak, apalagi selama ini yang kita ketahui biasanya banyak pemainnya cowok dari situ mulai mencoba. Kalau cewek yang main sepertinya akan beda dan unik, dari situ mulai belajar dan tujuan utamanya memang ingin memperkenalkan budaya melalui sape’ sehingga bisa ke luar negeri menampilkan alat musik. sape’ ini,” ungkapnya.

Ia mengenal sape’ dari kelas enam SD melalui televisi lokal yang ada di Kalimantan dan juga karena melihat senior-senior yang memainkan sape’.

“Dari situ melihat sepertinya unik, dari situ juga bapak kemudian membuat alat musik sape’ tapi secara darurat atau autodidak. Apalagi saat itu jika ingin membeli juga susah karena kami belum menggunakan handphone atau sejenisnya sehingga susah untuk memesan,” tambahnya.

Baca Juga: Cerita Anak Muda Kendari Merawat Keberagaman

Ia menuturkan, belajar sape’ secara autodidak dan terus berlatih lebih fokus hingga saat ini.

“Awalnya dulu belajar sendiri secara autodidak, tapi selama SMP pernah berhenti selama tiga tahun. Tapi saat SMA di Kota Pontianak lalu bertemu dengan komunitas sape’ Kalbar dan darisana  mencoba belajar lagi. Puji Tuhan bertemu dengan guru pelatih sape’ dan setelah les belajar melalui youtube lebih fokus,” tuturnya.

Berhuhungan dengan alat music sape’, Delly membagikan tips bagi pemula yang ingin belajar alat music tersebut. Menurutnya, bagi pemula harus memiliki niat, karena belajar sape’ harus sabar dan dengan menggunakan perasaan. Selanjutnya belajar jari agar tidak kaku. Selanjutnya pemula dapat belajar teknik dasarnya terlebih dahulu.

Sekolah Adat di Ketapang

Delly juga merupakan salah satu founder dari salah satu sekolah adat di Ketapang bersama dengan rekan dan keluarga. “Kami keluarga membuat sekolah adat yang bersifat non formal dengan tujuan sebagai suatu wadah untuk anak-anak di kampung yang ingin belajar adat dan budaya,” tuturnya.

Lebih jauh, ia menceritakan bahwa sekolah adat ini dibentuk dalam rangka sarana belajar bagi anak-anak tentang budaya Dayak, pengetahuan akademik dan juga karena keresahannya dan keluarga.

“Dulu sebelum ada sekolah adat, anak-anak di kampung kami hanya menjadi penonton jika ada kegiatan  di kecamatan misal Gawai Dayak dan sebagainya, yang tampil biasanya anak-anak kota yang tampil menari dan sebagainya,”.

“Dari situ kami tergerak untuk menampilkan budaya kita, dari situ berkolaborasi bersama dengan teman-teman kami membuat sekolah adat dengan fasilitas yang saat itu minim dan seadanya. Puji Tuhan saat ini anaknya sudah lebih dari seratus. Sekolah adat sudah kami dirikan dari tahun 2014 sampai sekarang.  Tempatnya di Kampung Taha, Simpang Hulu Kabupaten Ketapang,” jelasnya panjang lebar.

Dari sekolah adat ini, mereka juga membuka volunteer  apabila ada anak muda yang ingin belajar tentang adat dan juga budaya khususnya Dayak.

“Kebetulan teman-teman dari beberapa negara datang dan menjadi volunteer ditempat kami untuk belajar  tentang adat dan budaya dan mereka juga mengajarkan misal tentang bahasa Inggris atau adat dan budaya dari tempat mereka berada. Misal ada yang dari Spanyol sehingga anak-anak senang jika ada yang datang kesana, mereka bisa belajar budaya lain,” tambahnya lagi.

Kini, Delly yang saat ini merupakan mahasiswa starata satu pariwisata terus aktif menebarkan adat dan budaya Dayak pada lingkup lingkungannya tinggal dan menempuh pendidikan saat ini. Upaya Delly dalam melestarikan adat dan tradisi serta budaya Dayak merupakan praktik baik dan bukti keseriusan dalam menjaga budaya bangsa Indonesia.

 

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed