by

Cerita Anak Muda Kendari Merawat Keberagaman

Kabar Damai I Selasa, 15 Juni 2021

Kendari I Kabardamai.id I Keberagaman menjadi berkah dan hal vital dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, didukung oleh luas wilayah yang membentang luas dari Sabang hingga Merauke membuat keberagaman yang ada semakin kentara dan jelas dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya-upaya merawat keberagaman juga dilakukan oleh anak-anak muda dari Kendari. Melalui keterlibatannya dalam Narasi Toleransi chapter Kendari, mereka melakukan kerja-kerja baik dalam merawat keberagaman. Hal ini dipaparkan Ade Candra dalam program live via instagram bersama Sadap Indonesia. Sabtu, (12/6/2021).

Diawal pemaparannya, Ade menyatakan bahwa Narasi Toleransi lahir karena diprakarsai dari hasil kegiatan bersama Yifos Indonesia. Darisana, satu diantara pesertanya Juli Mulkian juga turut menjadi perwakilan dan membawa pulang serta menjadikannya menjadi Narasi Toleransi Chapter Kendari. Diawal keberadaanya, Juli Mulkian memperkenalkan dan mengajak anggota Lembaga Pers Mahasiswa Khatarsis yang ada disana untuk bergabung pada organisasi tersebut.

Baca Juga: Demokrasi dan Media Siber Era Milenial

Menurut Ade pula, alasan mengapa pers mahasiswa menjadi yang pertama diajak bergabung adalah karena anggotanya sudah terbiasa dengan isu minoritas dan keberagaman. Awalnya, pers mahasiswa yang tergabung dalam Narasi Toleransi Kendari sebanyak 4 orang dan kemudian barulah bergabung anggota yang lain dari berbagai latar belakang dan usia.

Guna semakin banyak menebarkan pemahaman tentang keberagaman dan toleransi, komunitas atau perkumpulan ini secara aktif mengajak anak muda untuk bergabung.

“Narasi Toleransi Kendari sendiri sampai saat ini sudah empat kali melakukan penerimaan anggota,” ungkapnya.

Mengangkat isu toleransi dan keberagaman serta minoritas membuat Narasi Toleransi Kendari turut mengalami sedikit kendala, hal ini dibuktikan dengan beberapa anggota yang tidak dapat bertahan dari keanggotaan serta kurang ketertarikan pada isu yang ada. Walaupun demikian, semangat untuk menebarkan hal baik tetap selalu digelorakan.

“Sebagian ada yang keluar, tidak bisa bertahan. Hal ini juga saat kami pertama kali menampilkan isu ada beberapa yang tidak bisa membahas isu gender misalnya sehingga memilih untuk keluar. Tapi kami selalu semangat menebarkan keberagaman di Kendari,” tambahnya.

Berbagai kegiatan turut dilaksanakan oleh Narasi Toleransi Kendari dalam memperkenalkan dan merawat keberagaman dalam lingkup masyarakat.

“Saat ini yang dilakukan untuk memperkenalkan keberagaman seperti diskusi lintas iman dan kunjungan rumah ibadah, sisanya yang berbasis online untuk internal, dimana pemahaman keberagaman diberikan kepada anggota internal,” jelas Ade.

Pandemi menjadi permasalahan yang dirasakan oleh semua orang di dunia, termasuk di Indonesia. Narasi Toleransi Kendari melalui kegiatan yang dimiliki juga merasakan dampaknya. Kunjungan ke rumah ibadah yang biasa dilakukan tetap mereka lakukan, namun dalam pelaksanaannya tetap menerapkan protokol kesehatan.

Media menjadi hal penting yang senantiasa dapat digunakan dalam menyebarkan toleransi dan keberagaman. Berangkat dari anggota pers mahasiswa yang paham cara menulis, anggota Narasi Toleransi Kendari membagikan tulisan keberagaman dan menyebarkannya.

“Cara menebarkan toleransi juga melalui tulisan, jadi hasil dari diskusi itu tidak hanya dipaparkan kepada teman-teman tapi disebarkan juga dalam tulisan. Biasa kami terbitkan dalam majalah yang harapannya akan dibaca teman-teman. Itu menjadi salah satu langkah yang kami lakukan,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed