by

Call Me by Your Name: Ketika Cinta Terhalang Norma

Kabar Damai I Rabu, 08 September 2021

Jakarta I kabardamai.id I Sematan “Film terbaik pada tahunnya” oleh Rolling Stone sungguh tak berlebihan. Dengan 13 penghargaan film internasional termasuk Oscar 2018 serta pencetakan laba kotor senilai $41,9 juta dengan anggaran modal $3,5 juta adalah suatu hal yang fantastis.

Tidak heran, Film adaptasi dari novel karya Andre Aciman yang di sutradarai oleh Luca Guadanino dan ditulis oleh James Ivory mampu mencuri hari banyak kritikus film.

Dibintangi oleh aktor pendatang seperti Timothée Chalamet, Armie Hammer dan bertema kontroversial membuat film ini sangat underrated. Pada awal pemutarannya, mangsa pasar hanya ditujukan kepada kalangan khusus.

Tidak semua orang bisa menikmat master piece ini. Oleh karena itu pada awalnya,karya ini hanya diputar  pada festival-festival film tertentu selama tahun 2017 dan lanjut ke Box Office pada tahun 2018  khusus di negara-negara tertentu.

Berkisah tentang remaja laki-laki pecinta musik bernama Ellio Perlman (Timothée Chalamet) anak dari seorang profesor Arkeologi. Setiap liburan musim panas, Ayahnya selalu mengundang seorang mahasiswa kesayangannya untuk liburan dan mengerjakan beberapa proyek di Italia bersama.

Kali ini yang diundang adalah Oliver (Armie Hammer),seorang mahasiswa asal Amerika. Menrik, tampan, dan intelektual.

Kedatangan Oliver telah merusak seluruh tatanan sosial Ellio. Kesal dan marah itulah yang dirasakan Ellio dalam first impression. Ia merasa Oliver adalah orang yang narsis, sombong, dan tak sopan yang telah merebut seluruh perhatian kawan-kawannya. Oleh karena itu Ellio selalu mengawasinya secara diam-diam. Lambat laun perasaan kesalnya berubah menjadi kagum pada sosok Oliver yang luar biasa.

Baca Juga: Bagaimana Itaewon Class Mengajarkan Keberagaman Gender

Pada awalnya dia ragu. Gejolak yang ia rasakan sekarang adalah bentuk manifestasi perasaan cinta atau hanya ketertarikan semu saja. Hal ini tak terlalu banyak dijelaskan oleh Luca dalam narasi dialog. Melainkan lewat totalitas lakon Chalamet semua pesan itu dapat disampaikan kepada penonton secara kentara. Karena Oliver tetap tak begitu menyadari,  akhirnya Ellio memilih keberanian untuk mengakhiri segalanya.

“Is better to speak or to die?” –Heptameron 1558 M

Kisah cinta yang dibenturkan dengan aspek kontroversial selalu menjadi perbincangan bagi masyarakat dan kritikus. Seperti halnya kisah cinta romeo dan juliet dengan ironinya. Call Me by Your Name membalut kisah cinta dalam  hubungan sesama jenis dengan agama dan lingkungan. Ellio dan Oliver tahu bahwa kisah mereka adalah kisah cinta terlarang. Karenanya mereka berkencan secara rahasia. Takut kepada hukum-hukum masyarkat yang berlaku.

Dalam Film ini Luca Guadagnino ingin menyampaikan, adilkah ketika benih cinta yang tak pernah kau semai tumbuh megah ditempat yang salah? Pantaskah cinta itu dipangkas oleh rasa takut akan dogma lingkungan yang tak mengharuskan mereka bahagia. Seperti halnya Oliver yang menikahi seorang gadis dan sengaja menyakiti hati Ellio agar tidak ketahuan oleh ayahnya adalah sebuah wujud kebaikan?

Terbitnya film ini bukan bertujuan untuk mengkampanyekan gerakan pro LGBT,namun menjembatani antara hal-hal yang dinilai kontroversi dengan realita yang ada. Menampilkan perspektif dari pelaku kehidupan guna menyampaikan pesan kepada masyarakat terkait dunia mereka. Serta mengingatkan kepada mereka yang telah memilih jalan itu untuk tetap tegar serta sadar akan resiko yang ada.

“Menikah itu nasib mencintai itu takdir. Kau bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa.” -Sujiwo Tejo

Selain dari alur yang dibingkai secara ciamik, sang sutradara membungkus film ini dengan cinematografi khusus sehingga penonton dapat merasakan atmosfer kehidupan Elio dan Italia 1983an secara nyata dan kuat. Namun, penonjolan-penonjolan kesan realistis dalam film ini mungkin membuat sebagian penonton bosan karena semua adegan akan disajikan benar-benar seperti aslinya sehingga alur filmnya akan terkesan lambat.

Jika ditelisik secara mendalam, Call Me by Your Name adalah suatu seni yang indah. Memadukan antara kesadisan romantisme sekaligus lara menjadi satu. Menjadikannya romansa papan atas yang hanya bisa dikagumi oleh orang yang mengerti. Meskipun berpondasi pada  hal kontroversial, tak ada kata sesal bagi pecandu romantisme untuk menonton maha karya ini.

 

Judul : Call Me By Your Name

Pemain : Timothée Chalamet, Armie Hammer, Michael Stuhlbarg, Esther Garrel, Amira Casar,Anda Capriolo.

Genre : Drama,Romance

Tanggal Rilis : 27 Januari 2017 (Festival Film Sundace USA)  18 Januari 2018 ( Bioskop USA)

Sutradara : Luca Guadagnino

Penulis : James Ivory

Penghargaan : Best Scenario Adaption Oscar Award 2018

Durasi : 130 Menit

Rating :  R (konten Dewasa)

IMDb 7,9/10 ; Rotten Tomatoes 95%

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed