by

Bupati Landak Karolin: Lanjutkan Perjuangan Kartini

Kabar Damai | Senin, 26 April 2021

Landak I Kabardamai I Ketimpangan peran perempuan dalam kehidupan baik di lingkup keluarga hingga lingkup masyarakat seringkali dinomorduakan. Pola patriarki yang ada di Indonesia kerap menempatkan perempuan sulit mendapatkan kesempatan untuk berkarya dan mengungkapkan pendapat. Tugasnya hanya mengurus rumah dan keluarga karena anggapan tidak mampu untuk mengerjakan pekerjaan lain atau bahkan sering disebut juga melampaui kodrat.

Begitu pula dalam Islam yang menyebutkan bahwa jihad perempuan adalah di rumah sehingga semakin memperkungkung kesempatan para perempuan untuk menunjukkan karya diruang publik

Sadar akan potensi perempuan, pemerintah telah berupaya mendorong keterlibatan perempuan dalam parlemen. Namun, dikutip dari kemenkopmk.go.id sejak pemilu 2004 lalu jumlah keterwakilan terutama di DPR R1 masih belum mencapai 30%.

Undang-Undnag No. 10/2008 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) dan UU No. 2/2011 tentang Perubahan UU No. 2/2008 tentang Partai Politik telah mengamanatkan untuk memastikan setidaknya 30% perempuan dicalonkan dalam daftar anggota parlemen. Namun, belum berhasil hingga kini.

Data Sananugraha Union menyebut, keterwakilan perempuan Indonesia berada di posisi keenam dibanding negara-negara Asean. Sedangkan pada tingkat dunia, posisi Indonesia diperingkat ke-89 dari 168 dibawah Afganistan, Vietnam, Timor Leste dan Pakistan.

Pesan Bupati Milenial

Bupati Landak Karolin Margaret Natasa mengungkapkan, bahwa laki-laki dan perempuan punya kesempatan yang sama. Potensi menjadi pemimpin perempuan sangat besar asalkan para perempuan mau melaksanakannya.

Baca Juga : RA. Kartini, Tak Sekedar Pejuang Emansipasi Perempuan

“Perjuangan R.A Kartini dalam memperjuangkan emansipasi peremouan telah melahirkan kaum perempuan yang memiliki kesempatan setara dengan kaum pria dan bahkan mampu mengemban tugas sebagai pemimpin dari tingkat yang terendah hingga ke tingkat yang tertinggi di negara ini,” ujarnya, dikutip dari Pontianak Post.

Dalam kehidupan masyarakat, perempuan sering kali diidentikkan dengan pekerjaan domestic seperti kasur, sumur dan dapur. Namun nyatanya, bagi Karolin semua dapat dilaksanakan. Tidak hanya bertindak dalam perannya di keluarga, ia juga menjadi sorang bupati di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Menurut Karolin, sudah waktunya perempuan menunjukkan kemampuan, ia juga turut berpesan agar para perempuan dan Kartini milenial terus meningkatkan kemampuan agar dapat melanjutkan generasi menjadi pemimpin dimasa depan.

“Semuanya harus ada regenerasi, harus ada pengganti. Saya sebagai kaum perempuan berharap ada kaum perempuan terutama dari kaum milenial dan menjadi pemimpin dimasa depan,” tuturnya

Ia mengajak perempuan terus berkarya dan berkiprah.

“Saya mengajak perempuan terutama kaum milenial agar terus melanjutkan perjuangan R.A Kartini dengan terus berkarya dan berkiprah di manapun dan dalam profesi apapun serta mampu bersaing pada era saat ini,” pungkasnya

Penulis: Rio Pratama
Sumber: Kemenkopmk.go.id Pontianak Post

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed