Budi Munawar: Konsep Hijau adalah Isu Penting dalam Berbagai Agama

Kabar Utama103 Views

Kabar Damai I Sabtu, 15 Mei 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Budi Munawar Rachman, memaparkan tentang hubungan agama dan ekologi. Ia menyoroti tentang isu ekologi yang sudah dianggapnya cukup terlambat jika baru difokuskan pada era kini. Hal ini disebabkan karena sebagai isu besar, kerusakan ekologi sudah sampai pada tahap yang mengerikan.

Menurutnya pula, setelah membaca berbagai buku tentang perubahan iklim yang terjadi secara signifikan sehingga perlu adanya peranan global dalam menangani permasalahan tersebut.

“Dalam buku tentang perubahan iklim yang pernah saya baca, dikemukakan bahwa kondisinya sudah begitu parah sehingga dalam beberapa puluh tahun kedepan kita akan memasuki masa yang sungguh berat, perlu dilakukan tindakan secara global yang sekarang kerjasama antar negara mengarah kesana,” ungkapnya dalam live instagram bersama Nurcholis Madjid Society, Senin, (3/5/2021).

Salah satu bentuk keseriusan agamawan dalam merawat lingkungan misalnya ditunjukkan oleh Kristen. Pemimpin tertinggi, Paus Fransiskus misalnya pernah mengeluarkan eksiklik kepada para juru lingkungan Katolik dan para uskup serta pastor yang isinya mengemukakan tentang perlunya perhatian untuk merawat lingkungan dengan baik.

Baca Juga: Untuk Apa Membenci yang Lain?

Melihat hal ini, Budi menyatakan seharusnya tidak hanya Katolik yang melakukannya namun juga agama-agama yang lain pula secara bersama merawat lingkungan yang ada tersebut.

“Dalam isu lingkungan tidak hanya Katolik yang menjadi fokusnya, namun juga semua agama-agama yang disebut dalam ensiklik tersebut sebagai rumah bersama sehingga kita bersama perlu bahu membahu mengembalikannya atau merawatnya,” tambahnya.

Budi juga memaparkan bahwa dalam muslim, isu lingkungan juga menjadi sumber keprihatinan yang besar. Hal ini turut menyebabkan timbulnya gerakan yang muncul dalam rangka mengembalikan lingkungan seperti sedia kala. Misalnya saja dalam PBNU yang membentuk bagian tersendiri dalam menangani permasalahan tersebut.

Berdasarkan dari contoh-contoh diatas, menurut Budi menjadi salah satu bukti bahwa konsep hijau adalah isu penting yang ada dalam berbagai agama.Agama-agama yang ada sangat konsen dalam mengembalikan lingkungan yang sudah rusak.

Keberkembangan dalam konsen terhadap isu lingkungan juga turut merambah pada bidang filsafat. Pada filsafat, ada pemikiran tentang lingkungan yang biasa disebut dan juga dipelajari di kampus-kampus dan agama. Walaupun demikian, menurut Budi tetap perlu tindakan bersama, satu pemikiran transformatif teologi yang berkembang kedepannya.

Ia juga menyoroti, ditengah kerusakan lingkungan yang ada kini banyak pula agamawan yang terlalu banyak berbicara namun tidak melakukan apapun dalam hal memperbaiki, atau adapula para aktifis yang konsen dalam hal lingkungan namun tidak menghubungkan dengan ranah keagamaannya.

Sehubungan dengan mengapa masih banyaknya orang yang mengabaikan masalah kerusakan lingkungan bahkan menjadi bagian dari kerusakan tersebut. Budi menyoroti dua hal yaitu tentang jenis manusia yang disebut dengan homo religious dan juga homo teknoekonomius.

“Dalam peristilahan, dulu saat agama ikut dalam peranan penting dalam kehidupan manusia maka yang disebut dengan homo religious adalah ciri kemanusiaan. Tapi, kini homo religious itu telah diganti dengan homo teknoekonomius,”

“Jadi teknologi dan ekonomi telah membawa kehidupan kita sedemikian rupa sehingga kita kemudian menghadapi dunia yang disatu sisi membawa kita dalam banyak kemajuan tapi disisi lain kita menghadapi permasalahan yang luar biasa,” tuturnya.

Terakhir, menurut Budi mengembalikan lingkungan seperti semula bukan hal yang mudah dan tidak dapat dilakukan seorang diri. Oleh karenanya perlu kesadaran dan juga kolaborasi tidak hanya antar individu namun juga kelompok sosial dengan kuantitas global dan menjamah pada semua keimanan yang ada.

Penulis: Rio Pratama

Edtor: Ai Siti Rahayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *