by

BPIP ke Mahasiswa: Pilih Literasi Sesuai Pancasila

Kabar Damai I Sabtu, 19 Juni 2021

Palu I kabardamai.id I Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menjadi narasumber pada acara Dialog Kebangsaan bertajuk Literasi Pancasila di IAIN Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 18 Juni 2021.

Pada kesempatan itu, dilansir dari republika.co.id (18/6), Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaingan BPIP Prakoso, memberi pesan kepada para mahasiswa yang memenuhi Aula Dakwah di Gedung IAIN Palu.

“Ambillah literasi yang sesuai Pancasila, jangan yang bertentangan. Karena Pancasila sudah menjadi kesepakatan kita,” kata Prakoso.

Prakoso mengatakan, saat ini masyarakat Indonesia setiap hari mengakses 3,5 jam internet. Mereka menelusuri berbagai informasi dari internet. Sementara, di internet itu, nilai-nilai yang ditawarkan banyak, dan banyak juga yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

“Ini yang perlu kita waspadai. Tangkal kalau ada hoaks dan ujaran kebencian. Sehingga merah putih tetap berkibar terus,” ujar Prakoso.

Sementara, Wakil Rektor IAIN Palu, Prof Abidin mengatakan, mata kuliah pendidikan  Pancasila dan kewarganegaraan diajarkan di setiap program studi di IAIN Palu sejak 1989. Sehingga, sebagai perguruan tinggi negeri, PTN wajib hukumnya diajarkan di IAIN Palu.

Namun saat ini, banyak mahasiswa yang aktif diskusi tentang Pancasila. Banyak pertanyaan mahasiswa yang terkadang tak mampu dijelaskan oleh dosen-dosen mata kuliah Pancasila.

Maka dari itu, Prof Abidin mengatakan agar diskusi dan pertanyaan para mahasiswa itu tak menjadi liar, BPIP dan IAIN Palu perlu bekerja sama untuk mendirikan pusat studi atau pusat pengkajian Pancasila.

“Ini mesti cepat ini. Kami sadar benar, sejak reformasi Pancasila memiliki tantangan yang besar. Apalagi tidak adalagi penataran P4 di kampus,” kata Abidin.

Adapun tantangan itu, lanjut Abidin, tantangan keterbukaan, kesetaraan. Selain itu, desentralisasi, kebebasan, dan hak asasi.

Integrasi Ilmu Syariah dan Hukum

Dekan Fakultas Syariah IAIN Palu, DR Abdul Gani mengatakan, Fakultas Syariah sedang

berproses satu gerakan untuk  mensinergikan ilmu syariah dan ilmu hukum. Menurutnya, ini satu bagian penting dari Pancasila yang menjadikan agama sebagai teman, bukan musuh.

“Ilmu syariah yang kita kenal begitu luas khazanahnya, jika dikaitkan dengan ilmu hukum positif, maka akan tercipta tujuan yang sangat besar. Maka ilmu syariah akan jauh dari pikiran-pikiran radikal,” terang Abdul Gani.

Baca Juga: BPIP Susun Juknis Pembekalan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk Paskibra

Selain itu, Abdul Gani mengatakan, ada kearifan lokal dalam pengintegrasian ilmu syariah dan hukum itu.

“Adat dan tradisi bisa menjadi sumber argumentasi hukum.  Ini semua bisa menjadi penting, menjadikan Pancasila bagian penting dari kehidupan kita,” tandas Abdul Gani.

Pemkot Palu Apresiasi Pembinaan Pancasila

Sementara itu, Pemkot Palu, Sulawesi Tengah, mengapresiasi pembinaan ideologi Pancasila yang dilakukan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Karena, Palu menjadi salah satu daerah yang kerap mendapatkan pembinaan oleh BPIP tentang aktualisasi nilai-nilai Pancasila.

“Apresiasi sebesar-besarnya kepada BPIP yang menjadi keynote speaker dan narasumber acara Dialog Kebangsaan. Dan,  Kota Palu paling sering dikunjungi BPIP untuk memberikan pembinaan dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila,” kata Kepala Bidang Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Muhammad Iqbal saat acara Dialog Kebangsaan bertajuk Rajut Erat Nilai-Nilai Pancasila di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 18 Juni 2021, seperti dikutip dari republika.co.id.

Iqbal mengatakan, pada tahun ini rencananya akan dilaksanakan kegiatan nasional dalam bentuk launching atau pencanangan akseptasi aktualisasi Pancasila skala nasional. Di mana,  beberapa waktu lalu telah dilaksanakan naskah kerja sama antara BPIP dan Wali Kota Palu tentang pembinaan ideologi Pancasila di Kota Palu.

Kerja sama ini akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama yang akan ditandatangani oleh Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP dan Badan Kesbangpol Kota Palu.

“Semoga kerja sama yang dibangun berjalan dengan baik dan lancar dan diridhoi Tuhan Yang Maha Esa,” kata Iqbal.

Iqbal mengatakan, Pancasila harus selalu dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Anak bangsa kita tidak boleh melakukan hal yang bersimpangan dengan Pancasila karena mempertahankan Pancasila sama dengan menjaga NKRI.

Karena itu kerja sama dengan BPIP diperlukan agar nilai-nilai Pancasila tetap terjaga. Sehingga, edukasi Pancasila untuk masyarakat tetap terjaga.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Palu Abidin mengatakan,  masyarakat Palu berbangga karena yang melakukan MOU dengan Pemkot Palu adalah BPIP. Selama ini pihaknya kewalahan memenuhi permintaan masyarakat terkait upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan.

Yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. “Kami kesulitan fasilitas untuk informasi terkait konsensus bernegara tersebut,” kata Abidin.

“Oleh karena itu, saya harap BPIP mengakomodir aspirasi masyarakat itu untuk mendapatkan pembinaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” pungkas Abidin. [republika.co.id]

 

Penyunting: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed