BPIP Gandeng Seniman Indonesia Care Bumikan Pancasila

Kabar Damai | Kamis, 22 April 2021

 

Jakarta | kabardamai.id | Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kembali membuat terobosan baru dalam membumikan Pancasila dengan menggandeng Komunitas Seniman Musik dan Praktisi Seni Peduli Kebangsaan (Indonesia Care). Hal ini bertujuan untuk memberikan pendidikan baru kepada masyarakat agar dengan tangkas memberikan pemahaman Pancasila melalui musik.

Melansir laman resmi BPIP, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ahmad Doli mengatakan melalui musik harusnya bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat dengan membumikan  Pancasila. Menurutnya hal ini yang harus dibahas dalam membumikan Pancasila dengan musik.

“Iya hari ini kami mau memfasilitasi dalam bentuk diskusi forum, dan BPIP bekerja sama dengan teman-teman  artis musisi yang tergabung dalam Indonesia care yang saya kenal mereka ini adalah musisi musisi yang punya idealisme tinggi”, jelasnya seperti dikutip bpip.go.id (21/4).

Doli mengaku membumikan Pancasila melalui musik menjadi tugasnya BPIP yang harus merangkul para musisi di Indonesia. Dengan musik semua bisa lebih cepat ditanamkan pembumian Pancasila.

“Nah ini kan misinya BPIP juga punya pesan bagaimana harus utamakan Pancasila dan menjadi bagian dari Indonesia, sementara teman-teman ini juga punya misi melalui musik untuk menyampaikan pesan-pesan Indonesia Itu, nah ini yang mau kita padukan Alhamdulillah tadi diskusinya cukup lancar Banyak hal yang kita dapatkan ya dari teman-teman musisi, bagaimana  musik menjadi satu gerakan budaya membangun peradaban Indonesia dengan berbagai program-program yang kita bisa kerjasama”, ungkapnya.

Sementara, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan BPIP Tonny Agung Arifianto, S.E., M.A.B berharap, kolaborasi tersebut bisa memberikan dampak baik serta bisa merangkul semua kementerian terkait sehingga bisa memunculkan musik sebagai jembatan untuk membangun pesan pesan pembumian Pancasila.

Baca Juga : Pembumian Pancasila, BPIP Ajak Millenial Bijak Gunakan Medsos

“Yang diharapkan sehingga kita memang ingin berkolaborasi dengan semuanya jadi tidak hanya dengan BPIP saja pastinya nanti kalau ini berhasil maka akan ada juga ajakan dengan Kementerian lembaga lain, yang tentunya diharapkan menjadi satu kata, satu kolaborasi kinerja dari seluruh Kementerian sehingga memunculkan bahwa memang musik menjadi satu jembatan untuk membangun pesannya adalah nilai-nilai peradaban,” terangnya.

 

Menjangkau Milenial Mahasiswa

Salah seorang Founder Indonesia Care, Tatang Wahyudi menyebut pihaknya punya pikiran mensosialisasikan soal kebudayaan, kebangsaan, nasionalisme.

“Jadi ada persamaan dengan BPIP. Akhirnya kita berdiskusi, dan ada banyak kerja sama kan,” ungkapnya, seperti dikutip Republika,co.id (21/4).

Tatang menjelaskan program ini sudah berjalan. Yakni Bedah Musik Kebangsaan yang digelar secara hybrid (daring dan luring) pada Tahun 2020 lalu.

Diwartakan Republika, Sosialisasi nilai-nilai Pancasila melalui musik ini direncanakan akan menjangkau milenial mahasiswa dari 34 Universitas Negeri di 34 Provinsi. Materi diskusi mengambil spirit dari lirik lagu-lagu kebangsaan dalam album Nyanyian Rumah Indonesia.

“Program ini telah dimulai pada akhir tahun 2020 di Universitas Indonesia dan Universitas Padjajaran dengan respon sangat positif. Setelah lebaran, akan kembali dijalankan di 4 kampus di 4 provinsi,” terang Tatang.

Ke depan, Indonesia Care mengusulkan beberapa program baru. Yakni Jejak Indonesia, Festival Anak Negeri, Artis Masuk Desa, dan Video YouTube Program.

Hal senada disampaikan Steven N. Kaligis alias Steven Jam. Pentolan band reggae Steven & Coconut Treez ini secara khusus mengapresiasi kinerja BPIP sejauh ini.

“Sudah aman, bagus banget. Dalam tahap diskusi, pemahaman dan pemikirannya,” tandas Steven. [ ]

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *