by

Bila Umat Tuhan Merendahkan Dirinya

Oleh: Ps. Dr. Timothy Roy K, M.A

Para kekasih.. marilah pada saat ini kita datang di hadapan hadirat Tuhan.  Marilah kita berseru kepada Tuhan karena bangsa kita sebagaimana halnya bangsa-bangsa yang lain mengalami deraan dari pandemi Covid-19 ini. Mari kita akan tundukan kepala dan berdoa.

Ya Tuhan Yesus, hamba datang di hadirat-Mu Yang Maha Kudus. Kami mempersembahkan hidup kami, sekelompok kecil dari domba-domba Tuhan. Kami memanjatkan doa di hadirat-Mu Yang Maha Kudus. Kiranya Engkau berkenan mendengar dan menjawabnya supaya negeri dan bangsa kami, segera diselesaikan daripada semua deraan Covid-19 dengan segala varian yang begitu mengerikan pada hari-hari akhir ini.

Kiranya Tuhan sendiri yang akan menolong bangsa kami, sebagaimana ayat yang akan kami renungkan bersama. Biarlah semua pemirsa boleh mendapat Anugerah Tuhan di dalam rumah tangga masing-masing. Faedah, Kuasa dan Otoritas Illlahi masuk dalam tiap pribadi dan keluarga yang mendengar renungan singkat ini. Hanya di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus Juruselamat dan Penebus kami. Amin!!

Para kekasih, kajian har ini tentang  sebuah ayat dari Kitab Suci, yaitu dari 2 Tawarikh 7:14. Sebuah ayat yang sangat famous, yang semua negara dan semua anak Tuhan membacanya, merenungkannya dan mengkhotbahkannya. Saya akan bacakan ayat ini dari 2 Tawarikh 7:14 sebagaimana lagu terakhir yang kita nyanyikan bersama.

Baca Juga: Islam Agama Hanif

Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. Amin !!

Saudara, ayat ini entah berapa juta kali telah didengungkan oleh para pengkhotbah. Sudah dilafalkan di tiap-tiap pribadi dan rumah-rumah. Sudah menjadi isi hati dari semua orang, yang berharap pada kuasa daripada Allah yang penuh dengan kemurahan, yaitu supaya negerinya dipulihkan. Saya yakin negara-negara di dunia juga berdoa yang sama dengan negara kita. Dan saya yakin bahwa semua itu berseru kepada Tuhan.

Para Kekasih, yang menjadi masalah kenapa semua macam musibah terjadi adalah disebutkan dengan jelas dan eksplisit disini : “…lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat..” Wow, sangat eksplisit, sangat jelas blak-blakan “…berbalik dari jalan-jalannya yang jahat..” Apa maksudnya? Bertobat.

Jikalau kita semua sebagai umat Tuhan bertobat dari jalan-jalan jahat, maka saya yakin Tuhan akan meredakan semuanya. Tapi jangan menganggap  bahwa peristiwa ini terjadi karena dosa kita terlalu banyak. Dosa sedikit dosa banyak, memang semua harus bertobat. Masalahnya adalah dosa, bukan banyak atau sedikit pada sebuah negara, tetapi dosanya.

Dosa menghambat kita datang menghadap hadirat Allah. Dosa menghambat doa-doa kita dikabulkan sesuai kehendak-Nya. Dosa membuat tidak ada damai dan sejahtera dalam hidup manusia. Dosa membuat orang menjadi stress, depresi serta menjadi kecewa dan putus asa. Nekat, sehingga mereka mengatakan “lebih baik aku melakukan ini, selesai ini aku sendiri akan menuntaskan semuanya, aku akan membunuh diriku sendiri, aku akan melakukan segala perkara yang membuat aku bias puas meluapkan semua yang menjadi kejengkelan, kemandegan dengan semua dan semua kegagalan dalam hidupku.” Dia mencoba mencari cara yang lain, untuk membuat keringanan pada hidupnya, tidak bisa!

Dosa membuat berat hidup seseorang, Anda sudah tahu. Itu sebab ayat ini menganjurkan agar kita bertobat dan datang kembali kepada Tuhan pada jalan-Nya yang benar, jalan-Nya yang kudus. Supaya dengan demikian, Dia dengan Kuasa-Nya, hanya Yesus dengan Kuasa-Nya yang mampu men-stop semuanya.

Saudara bisa bayangkan bahwa kejadian ini adalah kejadian yang global dan universal dan ini tidak bisa dihentikan oleh apapun, kecuali oleh Tangan Tuhan sendiri. Itu sebab ayat yang telah kita baca, jikalau kita berubah dari halauan yang salah pada jalan yang benar, maka itu namanya pertobatan, itu akan membawa kita kepada kemuliaan yang dari Tuhan di dalam hidup kita. Itu akan membuat kita lepas daripada semua masalah kita.

Itu sebabnya para kekasih, saya akan membawa pada Mazmur 69:17 dan 18. Ayat 17: Jawablah aku, ya Tuhan, sebab kasih setia-Mu baik. Berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!

Ayat 18: Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu, sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku! Amin!!

Para kekasih, ayat ini adalah kelanjutan dari 2 Tawarikh 7:14 tadi, di mana Tuhan berfirman. Dan ayat yang baru kita baca dari Mazmur 69: 17 dan 18, umat-Nya yang berseru kepada Tuhan. Sudah betul kalau Tuhan berfirman dan ditanggapi orang yang berbuat dosa yang jalannya sesat yang sedang mengalami suatu musibah yang sedang dalam keadaan kemandegan ataupun keadaan yang tragis, keadaan yang terpuruk sudah betul kalau Tuhan berfirman lalu anda dan saya merespon secara positif dan segera. Itu sebab Pemazmur mengatakan: “Jawablah aku, ya Tuhan, sebab kasih setia-Mu baik”.

Para kekasih, Tuhan akan menekankan pada saat kita datang menghadap hadirat-Nya dalam Firman ini, bahwa Dia itu baik. Kasih setia-Nya baik, dan Dia akan selalu baik. Dia akan berpaling dari semua kejahatan kita bilamana kita bertobat. Masih ada jalan dan waktu. Sementara saya dan anda masih bisa hidup, masih bisa bernafas.

Pemazmur mengatakan “aku tersesak” sementara kita sesakpun kita masih bisa bernafas, masih ada kesempatan bertobat. Kalau orang bertobat maka pintu kerajaan Allah dibuka, pengampunan diberikan untuk dia hidup dalam pengampunan Illahi. Atau kalau dia meninggal dunia karena penyakitnya atau karena penyebab yang lain namun dia bertobat, dia akan masuk dalam kerajaan Allah.

Para kekasih, tawaran ini luar biasa. Tidak mungkin anda dan saya menampiknya dan kita tidak mau menerima. Kita harus menerima karena kita sering berbuat dosa. Kita minta supaya jalan Tuhan dibuka bagi kita. Apa yang kita baca tadi dari pemazmur, bahwa dia mengharapkan sekali : “Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu”.

Saudara, orang itu kalau bersalah. Dia ingin menyembunyikan wajahnya. Dia ingin menyembunyikan dirinya. Dia tidak pengin ketemu. Dari kalimat ini saja dari diksi ini “Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu” artinya dia sendiri, sang pemazmur, anda dan saya yang menyembunyikan.

Mana Tuhan menyembunyikan wajah-Nya? Hanya orang yang sedang salah mengeluarkan kata-kata yang salah. Kalau orang benar mengeluarkan kata-kata yang benar. Harusnya kata-katanya adalah: “Tuhan tolong kepadaku, aku datang menghadap Engkau sebagaimana aku adanya, tolong terimalah aku dan ampuni dosaku”.

Ini orang yang mau benar. Tetapi orang yang menganggap dirinya sedang salah, maka dia menjatuhkan kesalahan. Dia menganggap bahwa yang mennyembunyikan diri adalah Allah. Padahal dia sendiri yang merasa tidak layak.

Adam dan Eva menyembunyikan dirinya di semak-semak, menutupi ketelanjangannya dengan daun, karena mereka bersalah dan mereka tahu telah jatuh dalam dosa. Jadi kalimat ini adalah yang ingin Tuhan berikan sendiri “agar kamu jangan pura-pura, jangan menutupi, jangan bersandiwara, jangan bermasker bertopeng. Tampilkan dirimu, Aku akan menerima apa adanya kamu, Aku siap mengampuni dosamu, Aku siap memberikan kesembuhan, Aku siap memberikan berkat, Aku siap memberikan jalan untuk kamu masuk dalam kerajaan-Ku bilamana kamu meninggal dunia bilamana sudah waktumu”.

Itu sebab para kekasih, ketika anda mendengarkan siaran ini, adalah waktu yang tepat sekali kemungkinan tidak ada keduanya kali ini datang kepada Tuhan. Hanya Yesus yang mengampuni dosa saya, mengampuni dosa saudara, mengampuni dosa siapapun yang dia katakan terlalu keji untuk diampuni, itu adalah ukuran manusia.

Ukuran Illahi beda, seberapa banyak dosa yang saya dan saudara lakukan, datang saja kepada Yesus. Semerah kirmizi semerah kesumba, datang saja kepada Tuhan. Tuhan mau mengampuni dosa kita. Jika seluruh rakyat kita (dimotori oleh anak-anak Tuhan) datang meminta ampun kepada-Nya, saya yakin dan tidak ragu pandemi ini akan segera selesai dan tidak ada lagi jatuh korban.

Inilah saat yang penting sekali. Jangan kasih kesempatan iblis berbisik untuk nda mundur dan membalikkan dirimu dari Tuhan. Inilah saat datang pada Tuhan. Sebuah lagu yang indah dalam Bahasa Inggris mengatakan “Just as I am, I come to you Lord have mercy on me and redeem me”. Ampunilah aku, belas kasih-Mu seperti apa adanya aku datang kepada-Mu. Aku tidak menutupi, aku tidak bersembunyi, aku mau datang kepada-Mu Tuhan.

Saya yakin setiap orang yang menyerahkan hidupnya dalam persoalan apapun, mungkin anda sedang putus asa, jangan ada kata kamu putus asa dalam hati, batin dan pikiran saudara. Tidak ada, engkau hanya datang pada Tuhan “Just as you are” seperti apa adanya anda, maka Dia akan menerima anda dan memberi belas kasih kepada Anda.

Para kekasih, sekali lagi pergunakan waktu kalau kita masih bisa bernafas dengan lega/tidak tersesak. Sudah banyak yang di rumah sakit/isolasi mandiri ataupun yang diam-diam harus sesak nafas karena Covid-19 dan variannya, mereka mengalami sesak. Kalau anda mengalami sesak atau anda tidak sesak sama sekali, bagus sekali, masihkah anda membuang kesempatan yang emas ini? Saya berharap inilah saatnya.

Marilah kita tunduk kepala, kita datang kepada Tuhan.

Ya Bapa yang baik, kami datang di dalam Nama Putra-Mu yang tunggal Yesus Kristus. Yang menjadi Juru selamat dunia dari sejak kapan dan sampai akhir dunia ini kiamat. Engkaulah yang menebus kami dari dosa kami. Hanya Engkaulah yang bisa mengampuni dosa manusia dan kami datang pada-Mu pada saat ini sebagaimana kami ada.

Kami tidak mau mendengarkan dan kami tidak hiraukan bisikan dan kata-kata serangan iblis, bahwa kami tidak layak untuk datang kepada Tuhan Yesus. Sesungguhnya Engkau melayakkan kami dan itu sebab kami datang sowan kepada-Mu, ampunilah segala dosa kami.

Engkau berjanji jikalau kami berubah dari jalan-jalan kami yang jahat dan salah, Engkau berjanji mengampuni kami dan menyembuhkan negeri kami yang sedang dilanda oleh covid-19 ini. Dan hamba percaya, uraian yang singkat dan sederhana dari Sabda Tuhan boleh mengena dalam tiap hati, pikiran dan kalbu yang membuat kami semua mempunyai reaksi yang positif, respons yang baik dan segera untuk tidak menunda untuk kami datang kepada Tuhan.

Terimalah kami, ampunilah kami, baharuilah kami, selamatkanlah kami, berkatilah kami. Biarlah Wajah-Mu selalu nampak di dalam hidup kami. Hanya di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus Juruselamat dan Penebus kami. Amin!!

Tuhan Memberkati anda sekalian.

Ps. Dr. Timothy Roy K, M.A (Rohaniwan Kristen)

Sumber: kemenag.go.id/read/bila-umat-tuhan-merendahkan-dirinya-jp2ja

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed