by

Bijak Bermedia: Menghindari Perundungan Digital

Oleh: Lucki Ananda Gulzard

Seiring perkembangan zaman teknologi semakin mengalami peningkatan dengan sangat cepat, terutama dalam bidang informasi dan komunikasi. Sebagian besar aspek kehidupan manusia zaman sekarang tidak lepas dari teknologi informasi dan komunikasi. Apa itu teknologi informasi dan komunikasi ?

Teknologi Informasi dan Komunikasi atau biasa disingkat sebagai TIK merupakan suatu teknologi yang mencangkup aspek pengambilan, pengumpulan, pengolahan, peyebaran penyajian informasi. TIK ini telah ada sejak masa Prasejarah 3000 Sebelum Masehi dan perkembanganya terus terjadi hingga saat ini. Kemunculan TIK ini sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat, namun apakah kalian tahu bahwa ada dampak  yang ditimbulkan oleh munculnya TIK ini?

Berikut adalah sejarah , manfaat, dan dampak negatif dari perkembangan TIK serta langkah menyelesaikan atau mencegah dampak negatif dari perkembangan TIK di era sekarang.

Perkembangan teknologi informasi pada masa prasejarah ini dimulai sejak tahun 3000SM dimana pada saat itu ditemukan tulisan untuk pertama kalinya oleh bangsa Sumeria Asia Barat. Sementara pada masa modern sekarang perkembangan teknologi informasi pertamakali dimulai dengan adanya alat media cetak, contohnya seperti surat kabar atau yang dikenal dengan sebutan sebagai koran melalui media cetak ini masyarakat mulai lebih efesiensi untuk mengakses bebagai macam informasi dari seluruh penjuru dunia.

Ada beberapa pencetus perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memberi sumbangsih pada perkembangan TIK hingga saat ini, Salah satu penemuanya ialah penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Penemuan ini pada akhirnya berkembang sangat pesat dan diwujudkan dengan menciptakan jaringan komunikasi dengan kabel di seluruh daratan Amerika, bahkan pemasangan kabel komunikasi sampai trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan pembangunan infrastruktur pertama yang dibangun berguna untuk komunikasi global.

Memasuki abad ke-20, sekitar antara tahun 1910-1920, perkembangan Teknologi Komunikasi dan Informasi diawali dengan adanya komunikasi suara tanpa menggunakan kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun langsung berkembang sangat pesat , serta diikuti pula oleh komunikasi audiovisual tanpa kabel yang diwujudkan menjadi sebuah televisi. Televisi ditemukan  pada tahun 1940an dan terus berkembang hingga saat ini.

Perkembangan TIK menjadi lebih canggih lagi dengan terwujudnya penemuan-penemuan baru seperti Internet ditahun 1970an serta Social Media pada tahun 1978 hingga sekarang. Social Media adalah sebuah alat untuk bersosialisasi atau melakukan kontak sosial satu sama lain dan dilakukan secara online atau dunia maya yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi atau berkomunikasi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Perkembangan tersebut memberikan berbagai dampak-dampak positif bagi manusia.

Manfaat utama dari medsos adalah untuk memudahkan  dalam pemberian informasi dari suatu pihak kepihak lainnya. Sehingga, informasi yang akan diberikan bisa tersampaikan secara langsung, meskipun tidak berada di wilayah yang sama atau berjauhan, seperti memudahkan masyarakat memperoleh informasi dimanapun dan kapanpun , dan mampu berkomunikasi secara real-time yang berarti bisa berkomunikasi secara langsung dari jarak jauh maupun dekat. Wujud nyata dari sosial media tersebut yaitu, Facebook , Instagram , WhatsApp , Twitter , Line , dan sebagainya.

Baca Juga: Bijak Bermedia: Mencegah Cyber Bullying

Terlepas dari itu semua dengan adanya media social. TIK juga memiliki dampak-dampak negatif yang ditimbulkan seperti perundungan yang dilakukan dengan perantara Media Social itu sendiri atau bisa disebut sebagai cyberbullying. Cyberbullying sangat rentan sekali menyerang anak-anak berusia remaja karena karakter mereka yang masih cukup terbilang labil. Cyberbullying adalah perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Hal ini bisa terjadi di media social, game online ,yang ada di ponsel maupun computer yang memiliki platform chatting.

Cyberbullying dilakukan bertujuan untuk menakuti, membuat marah, atau memperlalukan seseorang yang menjadi sasarannya. Contoh dari tindakan cyberbullying itu sendiri adalah menyebarkan kebohongan tentang seseorang untuk mempermalukan orang tersebut di media social, memberi pesan berbentuk terror atau menulis kata-kata yang tidak pantas untuk membuat sasaran malu, meniru sasaran dengan membuat akun palsu (bodong) untuk menjelekan nama sasaran mereka , mengirim pesan yang menjengkelkan kepada sasaran (trolling) , dan mengucilkan sasaran disuatu grup chat.

Dari tindakan cyberbullying banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan, seseorang bisa merasakan seperti diserang dari berbagai arah (bikin tidak tenang), bahkan ditempat tinggalnya sendiri. Seakan tidak ada jalan keluar dari Tindakan tersebut. Dampaknya juga dapat bertahan lama dan sangat mempengaruhi sasaran dengan berbagai cara.

Secara mental korban akan merasa kesal, malu atau minder, bodoh, bahkan emosi, secara emosional korban akan merasa malu atau kehilangan segala minatnya menjadikan dirinya sebagai orang yang introvert, dan secara fisik bisa menyebabkan korban menjadi kurang tidur, mengalami komplikasi penyakit seperti sakit kepala dan sebagainya. Korban yang mendapatkan tindakan cyberbullying akan merasakan dilecehkan sehingga kelamaan mentalnya terganggu dan tak heran jika bisa menyebabkan korban mengakhiri nyawanya sendiri.

Namun terdapat upaya yang bisa orang tua lakukan untuk mencegah terjadinya cyberbullying terhadap anak remaja. Cara yang bisa  dilakukan adalah dengan mengawasi media social anak, mengedukasi anak cara menggunakan media social dengan cara yang bijak, serta jaga komunikasi dengan anak agar anak tidak canggung untuk melaporkan.

Secanggih apapun teknologi informasi dan komunikasi saat ini yang memberikan dampak positif , namun tetap memiliki dampak negatifnya jika digunakan dengan tidak bijak. Kita sebagai penikmat teknologi tersebut harus menggunakanya dengan bijak dan berhati-hati. Kalau tidak banyak sekali hal-hal buruk yang dapat menimpa diri sendiri. Semisalnya ada seseorang yang menggunakan media sosial untuk mencela orang lain, maka orang tersebut bisa terkena UU ITE kasus pencemaran nama baik dan akan terkena sanksi pidana penjara. Jadi, kita harus menggunakan TIK dengan bijak, baik , dan benar.(kesimpulan)

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita sebagai makhluk sosial harus menumbuhkan sikap sosial yang tinggi. Upaya untuk menciptakan keamanan , keharmonisan kehidupan. Apalagi di era modern sekarang tentu kita harus lebih bijak lagi dalam menerima hal-hal baru terutama dibidang TIK. Bijak bersosial media sangatlah penting, mengingat bahwa kejahatan buli tidak hanya dilakukan dikehidupan nyata namun bisa melalui sosial media , dan juga dampak yang diberikan sangatlah buruk.

Oleh: Lucki Ananda Gulzard, Siswa SMAN 1 Pontianak

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed