by

Berpikir Positif Adalah Cara Terbaik

Sududdasaṃ sunipuṇaṃ yatthakāmanipātinaṃ cittaṃ rakkhetha medhāvī cittaṃ guttaṃ sukhāvahaṃPikiran sangat sulit untuk dilihat, amat lembut dan halus, pikiran bergerak sesuka hatinya. Orang bijaksana selalu menjaga pikirannya, seseorang yang menjaga pikirannya akan berbahagia. (Dhammapada, Syair 36)

Berbagai kejadian dan peristiwa yang dialami dalam keseharian merupakan konsekuensi logis daripada kehidupan yang harus dihadapi. Dengan semakin kompleksnya kehidupan yang terus berubah dari waktu ke waktu, maka seseorang harus siap menghadapi dan menyikapi kejadian dan kenyataan hidup yang terjadi.

Kejadian dan peristiwa hidup yang dihadapi bukan serta merta muncul begitu saja, tetapi  karena adanya hukum universal yang bekerja, salah satunya hukum kamma. Kejadian dan peristiwa ini adalah akibat dari hasil perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya. Berbagai kejadian dan peristiwa yang dihadapi ini sebenarnya bersifat netral. Kebahagiaan dan penderitaan timbul sebagai akibat dari pikiran seseorang dalam menyikapi kejadian dan peristiwa tersebut. Orang yang dapat berpikir positif akan tetap merasa bahagia seberat apapun kenyataan yang dihadapi, sebaliknya orang yang berpikir negatif akan tetap merasa hidupnya menderita walau semudah apapun kenyataan yang ada.

Baca Juga: Berani Memperbaiki Kesalahan

Hidup yang tidak kekal ini membuat kondisi yang menyenangkan dan kondisi yang tidak menyenangkan datang silih berganti. Ajaran Sang Buddha adalah ajaran yang senantiasa menekankan seseorang untuk selalu berpikir positif dalam berbagai kondisi yang dihadapinya. Termasuk dalam kondisi yang tidak menyenangkan sekalipun, seseorang tetap diajarkan untuk dapat berpikir positif serta melihat kondisi tersebut dari sisi positifnya.

Berpikir positif adalah sikap mental dari dalam diri sendiri seseorang untuk menghadapi kondisi yang dialami sebagai akibat logis dari perbuatannya sendiri. Ketika kamma buruk sedang berbuah, hendaknya ia tidak hanya menerima secara pasrah akibat kamma buruk itu; tetapi hendaknya melakukan kebajikan dalam hidupnya dengan penuh kesadaran dan kesungguhan.

Berpikir positif adalah melihat segala sesuatu sebagaimana adanya. Berpikir positif  merupakan proses pikiran yang dapat melihat segala sesuatu apa adanya, yaitu : timbul, bertahan dan tenggelam.

Jika kita dapat melihat segala sesuatu sebagai suatu proses, maka itu adalah proses yang sangat wajar dari segala sesuatu. Jika kita dapat melihat dan memahami segala sesuatu sebagai sesuatu yang wajar mengalami perubahan, maka kita akan melihat kesunyataan.

Seseorang yang memiliki pola pikir bahwa perubahan adalah proses yang wajar dan alami dari segala sesuatu yang ada di alam semesta ini, maka tidak akan timbul kekecewaan dalam dirinya terhadap kondisi apapun yang dihadapi.

Pikiran positif yang dilandasi dengan pengertian kebenaran universal yang akan membentengi diri kita dari berbagai hal yang dapat membuat pikiran kita tidak dapat melihat segala sesuatu sebagaimana apa adanya.

Jika pikiran kita dapat melihat segala sesuatu sebagaimana adanya sebagai suatu proses maka pikiran kita akan dapat menanggapi berbagai kejadian dan peristiwa dengan cara yang lebih bijaksana.

Orang yang berpikir negatif akan membuat dirinya menjadi negatif, sebaliknya dengan berpikir positif ia akan menjadi seperti apa yang dipikirkannya. Untuk itu seseorang yang memiliki cara berpikir negatif hendaknya dapat mengubah cara berpikirnya. Karena dengan dapat berpikir positif dalam menghadapi segala sesuatu, ia akan selalu berbahagia pada kondisi apapun yang dialami.

Berusahalah untuk selalu berpikir positif karena berpikir positif adalah cara terbaik yang dapat mengatasi berbagai macam kondisi yang hadir dalam kehidupan kita.

Semoga semua makhluk berbahagia.(mi_dhata)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed