by

Berdiri Ramadan 2021, Muslim Indonesia Memilki Masjid Pertama di Toronto

Kabar Damai | Selasa, 20 April 2021

 

Toronto, Kanada I Kabardamai.id I Muslim Indonesia yang bermukim di Kanada, tak lama lagi akan segera memiliki masjid pertama, yang juga sekaligus menjadi gedung pusat keislaman di Kanada. Masjid ini juga nantinya akan menjadi tempat mengenalkan budaya khas Indonesia di Kanada.

Diberi nama, Istiqlal Islamic Center of Toronto (IICT), proses akuisisi atas gedung akan direalisasikan Ramadan ini. Dilansir dari sindonews, Ketua Dewan IICT Subhan Bushar mengatakan, sekitar 60% dan panitia sudah menerima donasi dari masyarakat muslim di Kanada dan Amerika Utara maupun Tanah Air sekitar Rp 4 miliar. Adapun dana yang dibutuhkan sekitar Rp 3 miliar lagi.”Harga bangunan itu kalau dirupiahkan sekitar Rp7 miliar dan harus dibayarkan paling lama 29 April 2021 nanti, atau 17 Ramadan 1442 Hijriah. Kita berharap dukungan para donatur memaksimalkan keberkahan bulan suci Ramadan menyisihkan rezekinya untuk melengkapi kekurangan dana itu,” katanya di Toronto, Kanada, Minggu, 18 April 2021.

Prseiden Joko Widodo juga memberikan dukungan penuh atas masjid IICT. Menurutnya, selain mengenalkan bank-bank syariah, IICT ini juga nantinya akan menjadi alat untuk mengenalkan budaya indonesia sekaligus syiar islam di negara Eropa. Islam di Iondonesia sendiri terkenal dengan kearifan lokal, keramahan, dan toleransi tingginya.

Di pusat keislaman ini juga akan dijadikan tempat pendidikan yang dilengkapi dengan perpustakaan, kegiatan pemberdayaan ekonomi umat, dan berbagai pelatihan.

“Tentunya bahasa pengantarnya adalah Bahasa Indonesia agar anak-anak Indonesia di sini yang merupakan generasi kedua dan ketiga tetap fasih menggunakan bahasa ibunya,” ujar Subhan.

Baca Juga : Kemenag Gelar Mudzakarah, Gaungkan Moderasi Beragama di Masjid Pemerintah

Subhan melanjutkan, nama Istiqlal digunakan untuk mengingatkan umat terhadap Indonesia. Karena hanya islam Indonesia yang memiliki masjid bernama Istiqlal.  IICT sendiri memiliki dua lantai yang berdiri di bangunan tersebut. Lantai pertama digunakan untuk melakukan pusat kegiatan budaya, dan acara seperti belajar menagaji, dan kegiatan sosial lainnya. Sedangkan, lantai kedua digunakan untuk tempat shalat dan ibadah.

“Kita sangat bersyukur karena setelah kita lakukan pengungkuran, gedung ini tepat mengarah ke Kakbah sehingga kita tidak perlu mengubah arah tempat shalat dan tempat imam ke kiblat. Tinggal menggelar karpet saja,” tambah Subhan.

Subhan mengungkapkan, keberadaan masjid komunitas Indonesia menjadi cita-cita masyarakat yang tergabung dalam Masyarakat Islam Indonesia Toronto (MIIT) yang digulirkan 35 tahun lalu itu. Proses panjang dan berbagai kendala dihadapi, mulai masalah dana hingga internal membuat proyek ini beberapa kali terhenti. Barulah pada 2020 pengurus MIIT bergerak lagi dan menjajaki beberapa tempat yang akan dijadikan masjid.

Sebenarnya pencarian diarahkan ke Kota Mississauga karena paling banyak masyarakat muslim Indonesia berdiam di kota yang masuk dalam Great Toronto Area (GTA). Namun dari berbagai tempat yang didatangi, dipilihlah bangunan eks United Church of Canada itu yang berada di Kota Georgetown, sekitar 30 menit dari Mississauga.

Tokoh agama yang mendukung pembangunan masjid ini adalah Sementara itu, Ustaz Adi Hidayat. Ulama tersebut mendukung  pendirian masjid pertama di Kanada itu.

“Sehingga saat hisab nanti ada suara-suara dari belahan dunia lain yang menyebutkan kita punya amal soleh di dalamnya. Jika kita bisa memberikan Rp30.000 dengan 100.000 orang, tercukupilah pelunasan masjid itu,”  himbau Ustadz Adi Hidayat, melalui siaran YouTube yang dia bagikan.

Ustad Adi Hidayat, mengajak umat Islam berlomba untuk berpartisipasi menanamkan saham terbaik jariahnya, demi hidupnya muslim di negara Kanada tersebut.

 

Oleh : Ai Siti Rahayu

Sumber: Okezone.com I Sindonews I INews

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed